
"bicara apa mi? hendrick lelah mi.. nanti saja kita bicaranya" ujar Hendrick dengan wajah lelahnya
"ini hal penting, Hendrick" tegas Mami
"baiklah,hal penting apa mi?" tambah Pemuda itu kembali menuju meja makan dimana Mami Cathlin tengah duduk disana.
"duduklah" perintah mami Cathlin.
Lalu pemuda itu duduk dikursi yang bersebelahan dengan mami Cathlin, sesekali ia menguap karena matanya sudah mulai mengantuk.
"Hendrick, mami ingin bertanya, ada hubungan apa kamu dengan Shella?"
"Hubungan? maksudnya mi?" ujar Hendrick kaget mendengar pertanyaan maminya itu. Kemudian mami Cathlin memperlihatkan foto yang telah disebarkan Shinta di media sosial pada Hendrick.
"ini maksudnya apa Hendrick? kenapa kamu bisa bisanya berduaan dengan Shella dirumah itu?"
"dari mana mami mendapatkan foto ini?" tanya Hendrick
"dari facebooknya Shinta, teman Ardian yang sering datang kesini.. sekarang kamu jawab pertanyaan mami, ada hubungan apa kamu dengan Shella? kamu tahu tidak, gara-gara foto ini Shella bisa dikeluarkan oleh pihak sekolah dalam daftar siswa undangan di universitas jakarta"
"oh itu mi... mmm anu.."
"jelaskan sama mami, kenapa kamu sampai bisa berbuat seperti ini !! jawab jujur Hendrick" kata Mami Cathlin meninggikan nada bicaranya.
"ini Hendrick mau menjelaskan mi.. sebenarnya..." kemudian Hendrick menceritakan bagaimana kronologi kejadian sebenarnya pada mami Cathlin.
Setelah bedebat dan bicara panjang lebar, akhirnya mami Cathlin mengerti dengan jawaban dari Putra sulungnya itu.
"Mi... sebenarnya Hendrick.. itu"
__ADS_1
"ada apa Hendrick? bicaralah pada mami"
"sebenarnya"...
Tiba-tiba ponsel mami Cathlin pun berbunyi.
"Ardian, sebentar mami angkat telpon dulu" ujar Mami cathlin bangkit dari tempat duduknya.
"Hallo ada apa Ardian?" tanya Mami Cathlin
"mi... bisakah mami datang ke sekolah sekarang juga mi?" ujar Ardian dari seberang sana.
"Ada apa nak? Shella kenapa"
"aduh.. gawat mi.. Shella tiba tiba pingsan, karena pihak sekolah telah mengetahui berita yang tersebar di media sosial kemarin mi"
"baiklah, mami akan segera kesana" kemudian Mami Cathlin menutup telponnya dan segera meraih tas yang terletak di atas meja rias kamarnya. Lalu ia bergegas menuju garasi mobil.
"kemana mi?"
"sudah.. kamu ikuti saja perintah mami"
"baik mi"
Tak berapa lama kemudian mami Cathlin dan Hendrick berangkat menuju SMA 1. Sesampainya disana, terlihat para murid dan para guru tengah berbaris dilapangan, sementara Ardian, sejak tadi menunggu kedatangan Maminya.
"Mami.. kak Hendrick.." seru Ardian.
"dimana Shella?" tanya Mami Cathlin
__ADS_1
"Shella ada di UKS mi" jawab Ardian.
Mereka segera menuju UKS, disana telihat Shella tengah berbaring. Lalu Cici dan Eren tengah duduk dikursi disamping Shella.
"Bagaimana keadaan Shella?" tanya Mami Cathlin
"Shella tiba-tiba pingsan tante, waktu pengumuman penyerahan piagam tadi, tiba-tiba saja seluruh siswa meneriaki Shella, Pihak sekolah juga sudah mengetahui foto yang disebar Shinta di media sosial kemarin tante" cerita Cici.
"Kak Hendrick, kakak harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan teman kami ini" teriak Eren yang mulai kesal.
"Hendrick kamu temani Shella disini sebentar, Ardian tolong antarkan mami ke ruang kepala sekolah" perintah mami Cathlin.
"baik mi" jawab Ardian.
Kemudian kedua ibu dan anak itu segera mebuju ruang kepala sekolah. Sampai disana, Ardian sengaja disuruh menunggu diluar sementara itu Mami Cathlin tengah berbicara dengan kepala sekolah dan beberapa orang guru disana.
*Di ruang UKS
Hendrick memperhatikan aku yang tengah beristirahat di kasur. Wajahnya terlihat sangat khawatir, Cici dan Eren yang mulanya kesal dengan laki-laki itu, sekarang malah jadi senyum senyum sendiri melihat raut wajah Hendrick seperti seorang pria yang takut akan kehilangan wanita yang dicintainya.
'aduuhhh kenapa lagi sih, aku harus bertemu dengan manusia aneh ini' gumamku dalam hati sambil membuka mataku sedikit.
"Shella, maafkan aku.. gara gara aku, kamu jadi seperti ini" ujar Hendrick.
"Shella... ayo bangun lah... maafkan aku... tolong bangunlah shella" tambah laki laki itu.
Hendrick terlihat semakin khawatir.
'manusia aneh, ternyata lucu juga ya kalau lagi sedih gini' gumamku dalam hati. Kemudian sengaja aku membuka mataku pelan pelan.
__ADS_1
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga Shella" ujar Cici dan Eren serentak.
Tiba-tiba aku kembali teringat akan kejadian tadi pagi, dimana aku dipermalukan didepan seluruh siswa SMA 1 dan para guru, karena foto yang disebarkan oleh Shinta kemarin. Rasanya hatiku sangat kacau, kepalaku kembali terasa pusing.