Suara Air Mata

Suara Air Mata
Ide Karina


__ADS_3

Apartement Luxury


"Shella, mama sama papa pergi ke rumah sakit ya" kata Mentari yang baru saja mendapat kabar kalau calon besannya sedang dirawat dirumah sakit.


"siapa yang sakit ma?" tanya Shella.


"papinya Hendrick semalam mendadak terkena serangan jantung, sekarang dia dirawat dirumah sakit pelita sehat"


"apa? Shella mau ikut ma"


"kamu istirahat saja di rumah nak, kan kamu baru habis dari rumah sakit"


"tapi ma..."


"nggak ada tapi-tapian, Karina tante titip anak tante sebentar ya"


"oke tante" jawab Karina sedang asyik nonton drama korea di televisi.


"tunggu dulu Shella...." lanjut Mentari saat melihat mata anak semata wayangnya itu sembab.


"ada apa ma?" jawab Shella berpura-pura seperti orang kelilipan.


"itu mata kamu kenapa sembab begitu? kamu habis nangis?"


"oh ini, enggak kok ma.. tadi mata Shella cuma kemasukan debu aja"


"beneran?"

__ADS_1


"iya ma"


"Shella...kamu jangan bohong sama mama, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa akhir-akhir ini mama perhatikan kamu sering melamun, sedih... kamu mikirin apa sih nak?"


"Shella nggak kenapa-kenapa kok ma"


"eits... sayang, mama percaya sama kamu, tapi tolong jangan ada yang kamu sembunyikan dari mama"


"iya ma... Shella nggak kenapa-kenapa kok ma, cuma mata Shella kemasukan debu aja tadi habis beresin kamar sama Karina"


"ya sudah kalau begitu, oh iya nanti mama akan panggilkan Cleaning Service apartement ini buat bersihin kamar kamu, supaya nggak ada debu lagi"


"iya ma"


Kemudian Mentari dan Pratama pergi keluar apartement menuju rumah sakit pelita sehat.


Waktu telah menunjukkan pukul lima sore, Karina pun menghampiri Shella yang sedang sibuk memainkan ponselnya.


Tidak sengaja ia melihat foto seorang pria yang tak lain ialah Hendrick, tunangan sahabatnya sendiri. tengah bermesraan dengan wanita lain.


"Astagfirullah"


Shella pun kaget melihat sahabatnya yang tiba-tiba saja sudah berada disampingnya segera menutup ponselnya.


"Karina, sejak kapan kamu disini"


"sejak kamu lagi ngelamun lihat foto kak Hendrick sama cewek lain" jawab Karina dengan polosnya.

__ADS_1


"Shel, jadi selama ini, kamu menutupi kesalahan kak Hendrick?"


"maaf Karina, aku hanya tidak ingin membuat kalian semua kecewa"


"maksud kamu Shel?"


"plis kamu jangan kasih tahu mama sama papaku ya Kar"


"memangnya kenapa Shel?, seharusnya masalah yang seperti ini kamu kasih tahu orang tuamu"


"justru itu Kar, aku tidak ingin mengecewakan mereka, kamu tahu sendirikan bagaimana hubungan keluarga aku sama keluarga kak Hendrick, kalau seandainya mereka tahu hal ini, pasti endingnya tidak akan baik"


"mmm... aku ada ide, bagaimana untuk memastikan keaslian foto ini, kita selidiki langsung ke tempatnya kak Hendrick, pasti seru" ujar Karina mencoba untuk menghibur sahabatnya itu.


"tapi Kar, gimana caranya? aku belum pernah ke kantornya ka Hendrick, lagian bandung kan jauh"


"kamu tenang aja Shel, nanti aku minta ijin sama tante tari atau om Tama"


"mmmm... entahlah Kar, aku rasa semua itu percuma saja"


"kenapa gitu Shel? ayo dong, yang semangat" tambah Karina lalu memeluk sahabatnya itu.


"Makasih Karina"


"jangan sedih lagi ya Shel, jangan terlalu dipikirkan, semua pasti indah pada waktunya"


"iya Kar"

__ADS_1


__ADS_2