Suara Air Mata

Suara Air Mata
Pesan di WhatsApp


__ADS_3

Lalu kami pun segera menuju dapur, dimana semua yang hadir disana tengah sibuk. Tidak berapa lama kemudian para tamu undangan dan pak ustad pun telah hadir hingga acarapun dimulai.


Acara berlangsung dengan lancar dan khidmat, hingga para tamu pun satu per satu mulai meninggalkan rumahku.


Sekarang yang tinggal disini hanya aku, mami cathlin,Thalia, Bu Salomah, Cici,Eren serta Ardian. Suasana bahagiapun menyatu dengan kami.


'ibu... seandainya engkau masih ada disini' gumamku dalam hati.


"nak Shella, kamu kenapa?"tanya bu Salomah yang ternyata tengah memperhatikan aku.


"tidak kenapa kenapa bu, Shella cuma ingat ibu...ya meskipun ..."


"yang sabar ya nak" kata bu salomah mengusap kepalaku.


"Nak Shella, mami dan Thalia pamit dulu ya, soalnya ada urusan lain yang harus mami kerjakan" kata Mami Cathlin.


"iya mami, tapi... katanya sahabat mami ingin datang kesini?" tanyaku.


"tidak jadi Shella, soalnya teman mami itu super sibuk.. lain kali saja mami ajak dia ketemu sama kamu"


"baik mi, hati-hati dijalan ya mi,lia,dan Ardian" ucapku pada keluarga yang baik itu.


Cici dan Eren juga mengikuti langkahku. mereka seperti ingin menyampaikan sesuatu.


"Shella...mmmm..anu .. mmm.. itu" ujar Eren terbata-bata

__ADS_1


"ya.. kamu kenapa Ren?" tanyaku heran.


"mmm.. anu... itu.. aduuhh gimana cara ngomongnya ya.. mmm.."


"kelamaan Ren, biar aku saja yang bilang sama Shella.. gini Shel, dari pada ribet mending kamu lihat saja pesan yang sudah aku kirim sama kamu di WA tadi pagi" Timpal Cici.


"oh iya, aku baru ingat tadi pagi kan kamu mau ngasih berita baru"


Tanpa banyak bicara, aku segera mengambil ponselku dikamar dan melihat pesan masuk di WA. Di layar ponselku tertulis 15 panggilan tak terjawab dari Cici, dan sebuah pesan masuk. Setelah aku melihat isi pesan tersebut, alangkah terkejutnya aku.. Ternyata Shinta telah membeberkan fotoku dengan kak Hendrick beberapa waktu lalu di media sosial.


"Ya ampun... Ci.. ini gimana ci? Ren? kalau sampai pihak sekolah tahu, aku bakalan batal kuliah di jakartanya" ujarku, tanpa disadari air matapun jatuh.



Tanpa banyak kata lagi, aku dan kedua sahabatku segera pergi dan berusaha mencari keberadaan Shinta. Dengan berbekal informasi dari Ardian, akhirnya kami bertemu dengan perempuan itu. Shinta yang saat itu tengah asyik berbincang dengan temannya di sebuah cafe yang tak jauh dari SMA 1.


"hahaha... rupanya elo perempuan murahan" kata Shinta.


Seketika emosiku mulai memuncak.


PLAK !!


sebuah tamparan keras, aku layangkan ke pipinya. Shinta pun merasa kesakitan.


"Kurang ajar... berani beraninya" teriak Shinta berusaha membalas tamparanku itu, akan tetapi dengan sigap aku pun menangkisnya.

__ADS_1


"apa? cukup sudah habis kesabaranku. mau kamu apa sih Shin? sejak SMP kamu selalu menghina, bahkan merendahkanku di depan orang orang. Salah aku apa sama kamu? begitu teganya kamu berbuat seperti ituo padaku" seruku.


"oh jadi elu mau tau, kenapa selama ini gue benci sama elu... Asal elu tau ya.. sejak SMP elu selalu merebut apa yang seharusnya jadi milik gue, dari posisi Mayoret sekolah, prestasi disekolah, perhatian guru hingga Cintanya Ardian.. elu tega merampas semua itu dari gue. Seharusnya elu tau diri.. kalau miskin itu ya miskin aja, nggak usah sok sok cari perhatian segala" kata Shinta.


"eh mak lampir, seharusnya elu yang sadar diri.. kalau begok ya begok aja,nggak usah nyari nyari kesalahan orang lain" timpal Cici yang juga mulai ikut kesal mendengar perkataan Shinta.


"gue nggak ada urusan sama elu ya Ci.. oh iya, gue lupa kalian kan sekumpulan cewek cewek miskin yang bisanya cuma memanfaatkan orang lain, lebih lebih lagi Shella Amanda putri, perempuan miskin,murahan dan..."


"Cukup!!!" teriakku karena aku sudah tidak tahan lagi mendengar hinaan dari Shinta.


"Huuuuuuuuuuuu.... dasar cewek murahan, miskin" teriak beberapa orang teman Shinta yang ada di cafe tersebut.


Air mata sudah tak dapat lagi ku bendung, aku pun segera meninggalkan cafe tersebut lalu bergegas menuju rumah.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


ahai readers jangan lupa tekan tombol likenya ya, dan komen juga 😢😭😭😭


__ADS_2