
* Di kampus univ.Jakarta
Pagi itu seluruh mahasiswa baru jurusan hukum dan jurusan Sosiologi diminta untuk berkumpul di aula kampus. Masing masing jurusan di bina oleh beberapa orang senior, dan setiap mahasiswa disuruh untuk mengisi formulir data diri mereka, Karena kedua jurusan tersebut akan mengadakan acara kegiatan sosial mahasiswa. Saat sedang mendengarkan pengarahan dari ketua jurusan, tiba-tiba aku kaget melihat seorang laki-laki yang tidak asing lagi bagiku.
"kak hendrick? kenapa bisa ada disini?" gumamku.
"kamu kenapa Shella?"tanya Karina yang saat itu berdiri disampingku.
"entahlah Rin, sepertinya aku melihat kak Hendrick" ujarku pelan pada Karina. Selama dijakarta Karinalah yang selalu jadi teman curhatku, ia selalu setia mendengarkan dan memberi solusi atas setiap permasalahan yang aku hadapi. Aku juga menceritakan bagaimana kehidupanku di Padang, dan siapa saja orang orang yang sangat berarti dalam hidupku.
"mana orangnya shel?" tanya Karina
"itu Rin, yang sedang berdiri di dekat pintu pakai baju kaos putih" ujarku
"mana? Shel.. kok nggak ada?" tanya Karina.
"itu.... " tambahku lagi sambil menunjuk ke arah pintu.
"Hei.. kalian berdua, bisa diam tidak" seru salah seorang senior pada kami. Kami hanya menunduk karena beberapa orang melirik ke arah kami.
Satu jam kemudian, usai mendengarkan pengarahan dan berbagai rentetan kata sambutan lainnya dari ketua juruan dan senior, akhirnya kami diperbolehkan bubar dan kembali melanjutkan jadwal kuliah masing-masing. Kebetulan saat itu jam mata kuliahku sedang kosong,jadi Karina mengajakku untuk beristirahat sejenak di kostnya yang letaknya berdekatan dengan mess mahasiswa undangan luar kota.
Setibanya di kos kosan Karina, aku melihat cowok yang ku kira kak Hendrick tadi di mess mahasiswa undangan dari Riau yang berjarak tiga rumah dari kos itu.
__ADS_1
"Ayo masuk Shella" ujar Karina mengajakku masuk ke dalam kamarnya.
"maaf cuma begini keadaannya, maklum baru jadi anak kos"
"tidak apa apa Rin, ini juga sudah bagus kok" ujarku yang baru pertama kali masuk kedalam kost Karina, selama ini jika ada keperluan, aku hanya menunggu diluar saja.
"iya kan jauh beda sama kamar kamu, semuanya terlihat serba mewah"
"itu semua bukan punya aku Rin"
"yang jelas kan sekarang kamu menikmati berbagai fasilitas mewah disana, tinggal di apartement mewah" ujar Karina yang pernah satu kali aku ajak ke apartement bu tari.
"Alhamdulillah, tapi sebenarnya aku lebih nyaman tinggal di tempat seperti kamu ini Rin, mau ngapa-ngapain aja bebas, tidak ada yang melarang.
belum sempat aku menjawab pertanyaan Karina, tiba-tiba ponselku berbunyi.
"Hallo" sapa ku pada si penelpon yang belum aku ketahui.
*"hey perempuan menyebalkan"
"kak Hendrick? kenapa pakai nomor baru?"
"terserah aku lah mau pakai nomer yang mana, apa urusannya denganmu?"
__ADS_1
"oh.. tidak apa apa. Ada apa kak?"*
"cepatlah keluar, aku sudah menunggu di depan" ujar Hendrick.
"apa?" lalu aku mengintip dari jendela kamar dan melihat ke depan rumah.
"siapa Shel?" tanya Karina penasaran
"si manusia aneh Rin" jawabku.
"kak Hendrick? mana?"
"kata dia sih ada didepan" ujarku berbisik pada Karina.
*"hey perempuan menyebalkan kenapa kamu diam saja, cepat kesini"
"baik kak"*
Panggilan pun terputus, kami pun segera menuju teras depan kos kosan itu. Terlihat disana Hendrick tengah duduk di kursi kayu yang sengaja ditaruh oleh pemilik kos khusus untuk tempat bersantai dan menerima tamu.
"kak Hendrick" seruku.
"hai perempuan menyebalkan" jawab Hendrick.
__ADS_1