Suara Air Mata

Suara Air Mata
Melamun


__ADS_3

"Kak.... kak shella... " kata Ayu sontak membuyarkan lamunanku. "kakak kenapa ngelamun kak? kakak lagi mikirin apa kak?".


Rupanya Ayu telah memperhatikan aku dari tadi.


"ah.. tidak apa-apa dek" Aku pun segera bangkit dan beranjak menuju dapur, mengambil beberapa bahan masakan untuk sarapan kami pagi ini. Tak berapa lama kemudian datanglah Bu Monic, sementara itu Bu Salomah masih tidur,mungkin karena beliau masih kecapean setelah mengurus pemakaman bapak kemaren.


"eh Bu Monic, sudah bangun bu" ujar ku


"iya nak, kamu sedang bikin apa nak?"


"ini bu, rencana Shella mau bikin tumis kangkung serta tempe orek" jawabku sambil lanjut memasak.


"Mari ibu bantu... kamu rajin sekali ya Shella, kamu pintar,cantik,rajin juga... pasti suatu saat nanti pria yang jadi suami kamu beruntung banget punya istri seperti kamu" Kata Bu Monic coba menggodaku.


"Hehe.. Bu Monic bisa aja" balasku.


"oh iya Shella... berhubung karena jadwal belajar disekolah Ayu makin padat, rencananya ibu ingin mengajak dia tinggal di rumah ibu, apakah kamu mengizinkannya Shel?".


Aku pun terkejut mendengar ucapan Bu Monic.


'Ya Allah... baru saja aku kehilangan orang yang aku sayangi, sekarang aku harus tinggal terpisah dengan adikku, meskipun sebenarnya Ayu adalah anak kandung Bu Monic, tapi dia sudah seperti adikku sendiri' gumamku dalam hati.


"Shella... nak shella... kenapa melamun?"


"ah.. tidak bu... m... Shella lanjut memasak dulu ya bu" kataku coba untuk mengalihkan pembicaraan kami saat itu.


"Ya sudah nak Shella,kalau nak shela belum mengizinkan Ayu tinggal bersama ibu..."

__ADS_1


"emmm.. bukan begitu bu...tapi..." aku pun bingung harus berkata apalagi, disatu sisi Ayu sudah seperti adik kandungku sendiri, disisi lain ia sebenarnya anak kandung Bu Monic. 'Apa mungkin ini saatnya aku memberi tahu Bu Monic yang sebenarnya terjadi?'


"Nak.. nak Shella, kok malah bengong gitu?" Tanya Bu Monic heran melihat tingkahku.


*Dari Ruang depan


Bu Salomah masuk ke dapur,lalu ia berkata


"eleh.. eleehhhh... anak gadis dan bu guru cantik ternyata sudah bangun duluan ya, maaf saya telat bangunnya"


"ia nggak apa-apa bu Salomah, mungkin ibu kecapean" ujar Bu Monic. Sementara aku tengah menata makanan di atas meja kecil di dekat dapur. Biasanya disanalah ibu,bapak,ayu dan aku makan bersama, kami sering bercerita sambil menikmati masakan ibu yang sangat nikmat. Tapi sekarang semuanya hanya tinggal kenangan


"Bu... makanannya sudah siap, mari kita makan bersama-sama.." Pintaku pada kedua wanita dihadapanku itu.


"Tunggu sebentar,ibu akan panggilkan Ayu dulu" ujar Bu Monic.


"Nak Shella, dan nak Ayu... habis ini ibu mohon pamit dulu ingin kembali ke rumah, soalnya tadi om Hendra menelpon ibu, katanya Meisya masuk rumah sakit lagi" Kata Bu Salomah mengakhiri pembicaraan kami di meja makan saat itu.


"Meisya masuk rumah sakit? meisya sakit apa bu?" tanya ku.


"ibu belum tau nak, nanti ibu kabari kamu kalau hasil pemeriksaannya sudah keluar" tambah wanita paruh baya itu padaku. Hendra merupakan anak tunggal dari Bu Salomah, sementara Meisya adalah anak dari Om hendra.


"Baik lah bu. terima kasih ibu sudah baik pada kami" Aku pun memeluk Bu Salomah dan beliau mencium kedua pipiku.


"ya sudah, kalian baik-baik dirumah ya... kapan-kapan ibu kesini lagi" kata bu salomah lalu ia bangkit dari tempat duduknya, kemudian membereskan barang-barang miliknya dan memasukkannya ke dalam sebuah tas jinjing. Aku pun ikut mengantarkan beliau sampai ke pintu depan.


"ibu pamit dulu ya nak Shella,nak Ayu dan Bu guru" ucap Bu Salomah berpamitan pada kami.

__ADS_1


"Hati-hati dijalan ya bu" ujarku.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers jangan lupa tekan tombol like dan dukung terus novel ini


agar penulis makin bersemangat dalam berkarya😊


jangan lupa follow IG @fwbeautyskin


atau add fb @frishella welly

__ADS_1



__ADS_2