Suara Air Mata

Suara Air Mata
Kelabu


__ADS_3

Cuaca pagi ini terasa lebih dingin dari hari sebelumnya, langit tampak mendung pertanda hujan akan turun. Ayu masih saja menangis tersedu-sedu.


"Sudahlah sayang, jangan menangis lagi.. ini sudah kehendak dari Yang Maha Kuasa untuk kita dek"


"Ibu... Bapak... Ayu ingin ikut dengan kalian.." teriak Ayu memecahkan kesunyian di rumah sederhana kami.


"cup..cup ..cup.. sayang kamu yang tabah ya... kamu tidak boleh berkata seperti itu dek, kan masih ada kakak, kalau Ayu pergi nanti kakak tinggal dengan siapa?" ujarku mencoba untuk menenangkan gadis kecil yang sedang beranjak remaja itu.


"Kakak, janji tidak akan meninggalkan ayu?"


"Iya adikku sayang, kakak janji.. apapun yang terjadi kakak tidak akan meninggalkan kamu dek" Kami pun berpelukan.


*Flash back


Malam itu ketika aku hendak membersihkan kamar ibu dan bapak, aku menemukan beberapa amplop yang sudah diikat dalam sebuah kotak kayu. 'Surat apa ini?' gumamku dalam hati, dengan hati-hati aku buka satu persatu surat tersebut. 'oh.. rupanya ini surat undangan pengambilan nilai kami'. Setelah membuka hampir semua surat yang ada dikotak tersebut, pandanganku pun tertuju pada sebuah amplop biru. Dengan rasa penasaran ku buka amplop tersebut, apakah isi dalam surat ini?. alangkah terkejutnya aku melihat tulisan dalam amplop tersebut bertuliskan


teruntuk putriku Shella Putri Amanda dan Ayu Lestari


Segera aku buka surat tersebut.



**Teruntuk putriku Shella Putri Amanda

__ADS_1


Shella anakku, mungkin saat kamu membaca surat ini ibu telah pergi jauh. Karena penyakit yang ibu derita selama ini sepertinya membuat ibu tidak bisa bertahan lama lagi.


Anakku sayang, ada satu hal yang harus kamu ketahui. Sejak kecil kamu kami rawat dan kami besarkan seperti anak kandung kami, kini tibalah saatnya ibu memberitahu kamu yang sebenarnya terjadi.


Beberapa tahun yang lalu, ibumu menitipkan kamu pada ibu dan bapak. Saat itu beliau sedang ada masalah keluarga, yang membuat ibu dan ayahmu terpaksa menitipkan kamu pada kami. Biaya hidupmu sejak bayi sampai besar saat ini selalu mereka titipkan pada ibu nak.


Nak Shella, ibu minta maaf karena merahasiakan semua ini darimu, karena kami sudah sangat menyayangimu seperti anak kandung kami sendiri nak. Suatu hari kamu cobalah cari orang tua kandungmu, mereka saat ini ada di Jakarta.


Dan Ayu, sebenarnya gadis kecil itu adalah anak kandung dari Bu Monic. Dulu saat Bu monic melahirkan, keluarga dari Pak Jaya tidak menyukai adanya bayi perempuan dan mereka hendak membuang bayi malang tersebut di tengah hutan. Tanpa pikir panjang lagi Bapak mengambil anak itu dan segera membawanya pulang.


Anak ku sayang, ibu harap kalian jangan marah pada kami. ibu dan bapak merahasiakan ini semua karena kami sayang dan tak ingin kehilangan kalian.


Salam sayang dari ibu


Seketika hatiku merasa teriris, sedih memang disaat butuh kasih sayang, orang yang kami cintai pergi dan sekarang aku tau bahwa kami bukanlah anak kandung dari ibu dan bapak yang selama ini merawat kami.


"ibu... kenapa hidupku harus seperti ini?" gumamku sambil menahan air mata yang sejak tadi aku tahan.


*flash back end


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers jangan lupa tekan tombol like untuk terus dukung novel ini ya, agar penulis makin semangat dalam berkarya 😊


oh iya, jangan lupa follow IG nya penulis @fwbeautyskin


atau add fb @frishella welly


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2