
Setelah selesai makan, pelayan cafe tersebut memberikan sebuah bill makanan pada kami.
"tenang, makan kali ini biar aku yang bayarin" ujar cici sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.
Kemudian kami pun segera pergi dari tempat
itu dan pulang kerumah dengan menumpangi sebuah angkot. Sesampainya di rumah, aku melihat sebuah kotak yang ukurannya lumayan besar terletak di depan pintu.
"Apaan itu Shel?" tanya Eren
"Entahlah Ren" jawabku singkat.
"coba ku lihat dulu" tambahku sambil mendekati kotak tersebut. Rupanya itu adalah sebuah paket yang dikirim oleh seseorang.
"Paket? dari siapa Shel?" tanya Cici.
"aku juga tidak tau Ci, nama pengirimnya pun tidak dituliskan disini" ujarku sambil terus membolak - balikkan kotak tersebut, mana tau ada tertulis disana. Lalu saat aku hendak membuka kotak tersebut, tiba-tiba cici berkata
"tunggu dulu Shel, jangan asal buka gitu. paket segini gede, tanpa diketahui siapa pengirimnya.. jangan -jangan isi di dalamnya ada bom lagi".
"hus.. kamu ini ada ada aja Ci..."timpalku
"iya nih Cici, efek kebanyakan nonton film drama" ledek Eren.
__ADS_1
Lalu aku membuka bungkusan kotak tersebut, setelah dibuka ternyata isinya sebuah koper berwarna pink. Aku coba membuka koper tersebut, dan ternyata didalamnya terdapat secarik kertas yang bertuliskan
*Shella,**selamat atas keberhasilanmu melanjutkan Study di Jakarta.
kamu pasti memerlukan koper ini.
Semoga takdir mempertemukan kita
_A.H.A_*
"cieeee..... Shella... dapat kiriman dari penggemar rahasia" goda kedua sahabatku itu.
"siapapun pengirim koper ini, aku sangat berterima kasih sekali karena memang ini sangat aku butuhkan" gumamku.
Setelah melepas rasa penat usai berkeliling pusat perbelanjaan tadi, Cici dan Eren pamit pulang ke rumah mereka masing-masing.
"kami pamit dulu ya Shella, kamu jaga diri baik-baik, lusa kami kesini lagi.. okay" ujar Cici.
"okay.. terima kasih ya teman-teman, kalian memang sahabat yang paling ngertiin aku" kataku.
"kami pulang dulu ya Shella, bye" tambah Eren.
Lalu kedua sahabatku itu berjalan keluar rumah dan meninggalkan aku sendiri. Suasana sepi kembali menyelimutiku. Ku pandangi lagi pemberian dari seseorang tadi.
__ADS_1
'siapa ya kira-kira pengirim koper ini? dan dari mana dia tau kalau aku suka warna pink?' gumamku sambil menatap secarik kertas yang di tulis oleh sipengirim koper tersebut.
Tiba-tiba ponselku berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk. Segera ku keluarkan ponsel i phone7 pemberian kak Hendrick yang sengaja aku taruh di saku celanaku. Di layar tertulis adanya pesan masuk dari kak Hendrick.
'*Hey perempuan menyebalkan, bagaimanakah kabarmu hari ini?
-Hendrick'
"*dasar laki-laki aneh" gumamku sambil membalas pesan tersebut.
'kabarku alhamdulillah baik
-Shella'
Kemudian aku beranjak pergi ke kamar mandi hendak membersihkan diri, badanku sudah terasa sangat gerah karena seharian berkeliling di pusat perbelanjaan tadi. Setelah mandi dan mengganti pakaianku dengan piyama dress katun jepang, terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah.
TOK TOK TOK...
"siapa ya?" gumamku, kemudian aku mengintip dari sela-sela jendela rumah. Tampaklah Ardian tengah berdiri didepan pintu.
TOK TOK TOK...
'Aduuuhhhh kenapa lagi sih, itu cowok datang kesini lagi, nggak kakak nggak adik sama aja menyebalkan' gerutuku kesal. Sengaja tak ku bukakan pintu kali ini. karena aku tau pasti Shinta juga mengikuti Ardian seperti kemarin.
__ADS_1
"Shella.. tolong buka pintunya Shel, aku tau kamu ada didalam, plis.. aku ingin minta maaf sama kamu soal kemarin Shel... Shella..." teriak Ardian.