Suara Air Mata

Suara Air Mata
ada pesan


__ADS_3

Panggilan pun terputus, kami pun segera menuju teras depan kos kosan itu. Terlihat disana Hendrick tengah duduk di kursi kayu yang sengaja ditaruh oleh pemilik kos khusus untuk tempat bersantai dan menerima tamu.


"kak Hendrick" seruku.


"hai perempuan menyebalkan" jawab Hendrick.


"kenapa kak Hendrick tahu kalau Shella ada disini?" tanyaku karena sejak tinggal bersama bu Tari aku dan Hendrick sudah jarang berkomunikasi.


"dasar perempuan bodoh, kan kamu sendiri yang memberitahuku"


"apa?"


"kamu ini amnesia atau pura-pura lupa, coba lihat saja pesan di ponselmu" tambah Hendrick.


Lalu aku meraih ponsel yang sengaja aku taruh dalam saku celanaku, lalu membuka pesan di ponsel itu. Ternyata ada pesan


*"hey perempuan menyebalkan, bagaimanakah kabarmu, lama tidak bertemu, dimana posisimu saat ini?


-Hendrick"


"datang saja ke kos mahasiswi riau dikomplek mess anak sumatera aku menunggumu disana


-Shella"*


Setelah membaca pesan tersebut, aku merasa curiga pada Karina, pasti dia yang membalas pesan dari Kak Hendrick.

__ADS_1


"oh begitu ya.." ujarku keki dan salting, sementara Karina yang berdiri disampingku tertawa cekikikan.


"Karina" seruku.


"ampun Shell... biasa itu, jangan jaim deh" ujar Karina membela diri sambil terus tertawa.


"Sudah, jangan seperti anak kecil, sebaiknya sekarang kamu ikut aku" ujar Hendrick


"kemana kak?"


"nanti kamu akan tau sendiri"


"baik lah... tunggu sebentar" ujarku beranjak pergi menuju kamar Karina, lalu meraih tasku yang terletak di atas sebuah meja belajar.


Kemudian aku segera kembali ke depan.


"aku sudah tau" jawab Hendrick singkat lalu ia melangkah pergi menuju sebuah mobil xenia yang tengah terparkir di halaman depan.


"Karina, maaf ya. kali ini aku tidak bisa menemanimu di kos" ujarku pada temanku itu.


"iya tidak apa-apa Shella, buruan gih.. ntar kak Hendrick keburu lama nungguin kamu"


"iya Karina"


"oh iya, satu lagi"

__ADS_1


"ada apa Rin?"


"ngomong ngomong kak Hendrick itu ganteng juga ya, wajahnya kayak orang turki yang di film gitu.. " kata Karina padaku. Disaat yang bersamaan terdengan suara klakson mobil, sepertinya kak Hendrick kesal karena menunggu lama. aku pun pamit pada Karina.


"Aku pergi dulu yan Rin,bye" ujar ku sambil berlari ke arah parkiran mobil dimana kak Hendrick menunggu disana.


"iya Shel, hati hati... " kata Karina.


*didalam perjalanan


Sudah tiga puluh menit perjalanan, suasana di mobil saat itu sunyi. Tiada satu pun dari aku maupun Hendrick yang mulai bicara. Hingga kami pun terjebak macet di tengah jalan.


"arrggghh sial, kenapa harus macet sih?" gerutu Hendrick kesal.


"sabar kak..emangnya kita mau kemana sih kak?"


"diam, nanti kamu juga akan mengetahuinya"


kata laki laki itu terlihat kesal dengan kemacetan. Beberapa menit kemudian akhirnya kami lolos dari kemacetan itu, hingga Hendrick memberhentikan mobilnya di sebuah cafe.


Sesampainya di cafe tersebut, Hendrick mengajakku duduk di kursi khusus tamu vip yang diikuti oleh seorang pelayan.


"silahkan ini menunya tuan,nona" kata sipelayan sambil memperlihatkan benerapa menu dari cafe tersebut.


"kwetiau goreng spesial plus beef 2, jus lemon tea 1 dan ocha 1" seru Hendrick pada pelayan tersebut.

__ADS_1


"baik tuan, silahkan menunggu beberapa saat"tambah si pelayan sambil melangkh meninggalkan kami.


__ADS_2