
Tiba-tiba Hendrick memberhentikan laju mobilnya dan mengambil ponsel yang sedangku pegang.
"kenapa berhenti disini kak?"
"tapi barusan kamu bilang kalau kamu ingin berhenti disini, ya sudah.. silahkan" Kata pemuda berwajah oriental itu padaku sambil tersenyum.
Kulihat jam ditanganku sudah menunjukkan pukul tujuh lewat dua puluh lima menit.
'tinggal lima menit lagi, aduuhhh bisa bisa aku dihukum sama dosen killer lagi' gumamku dalam hati.
"kenapa kamu diam saja? ayo turunlah" seru Hendrick.
Lalu ponselku berbunyi menandakan adanya sebuah panggilan masuk. Akan tetapi Hendrick meriject panggilan tersebut.
"kenapa kakak riject panggilannya?"
"ini sekarang sudah menjadi ponselku lagi, jadi.. panggilan masuk sekalipun tak penting bagiku" kata Hendrick.
"oh.. baiklah" ujarku yang semakin kesal dengan tingkah laki-laki itu. Segera aku membuka pintu mobil tersebut.
"Shella... tunggu" seru Hendrick sambil menarik tanganku.
"lepaskan ka Hendrick" teriakku, tanpa ku sadari air mata telah mengalir di pipiku. Akan tetapi cengkraman tangan Hendrick tak bisa ku elakkan.
"lepaskan kak, aawwww sakit" seruku sambil terus menangis menahan sakit di tanganku.
__ADS_1
"ayo cepat masuk sini, atau..."
"atau apa?" tanyaku yang makin kesal karena baru kali ini aku diperlakukan kasar oleh seorang laki-laki.
"lepaskan" teriakku yang berusaha melepaskan tanganku dari hendrick. Akan tetapi Hendrick menarik dengan paksa tanganku hingga akhirnya bibir laki-laki itu beradu dengan bibirku.
DEG !!
detak jantungku tiba tiba bergetar semakin kencang. Cepat cepat aku berusaha menjauh dari laki-laki itu, akan tetapi Hendrick menahanku dan kembali mendaratkan sebuah ciuman dibibirku.
'oh Tuhan, apa yang terjadi pada diriku ini' rintih hatiku. Air mata semakin deras membasahi pipiku.
"sudahlah.. jangan menangis lagi.. maafkan aku yang sudah membuatmu begini" ujar Hendrick sambil menghapus air mata dipipiku.
"Maksud kak Hendrick?" tanyaku yang masih sesegukan usai menangis.
"hapuslah air matamu, Shella kalau boleh jujur. Sebenarnya selama ini aku suka sama kamu. Sejak saat pertama kali kita bertemu aku sudah merasakan hal yang beda darimu. Aku harap kamu bisa mengerti dengan perasaanku, jujur saja selama ini aku selalu terus mengusik kamu. semata-mata tujuanku hanya ingin mengawasi dan ingin melindungimu, entah kenapa waktu itu aku belum punya keberanian untuk mengungkapkan semuanya. Sekarang mungkin saat yang tidak tepat, tapi percayalah aku sangat mencintaimu. Apakah kamu mau jadi pendamping hidupku?"
"kak Hendrick, kakak tidak sedang bercanda kan?" tanyaku yang masih merasa bingung dengan ucapan laki laki yang sebelumnya kalau bicara selalu terkesan kasar, sekarang tiba tiba berubah jadi lembut.
"tidak Shella, aku serius. jadi gimana jawabannya?"
"mmmm.... aku bingung kak"
"ya sudah, kalau kamu belum siap menerimanya.."
__ADS_1
"bukan begitu kak"
"kenapa Shella? apa kamu masih kesal dengan perbuatanku barusan? oke, kalau begitu aku minta maaf"
"bukan begitu kak, sebenarnya.. Shella ingin fokus kuliah dulu kak"
"oke... aku sudah paham dengan jawabanmu, sekarang aku akan mengantarkanmu ke kampus" ujar Hendrick yang merasa kecewa.
"bukan begitu maksud Shella kak"
"apa lagi perempuan menyebalkan?"
"baiklah.. kita jalani saja"
"maksud kamu?"
"ya kita jalani saja hubungan ini"
"jadi.. kamu menerima cintaku?"
"emm" jawabku sambil mengangguk.
"Yes... " Tiba tiba raut wajah pemuda itu kembalu ceria.
'ya Tuhan... kenapa aku ini' gumamku dalam hati, karena ini baru kali pertamanya aku menerima cinta dari seorang laki-laki.
__ADS_1