Suara Air Mata

Suara Air Mata
Pertemuan


__ADS_3

'siapakah pemilik motor ini?'


Sesampaimya didepan rumah. Aku, Cici dan Eren mengamati motor tersebut, tak ku jumpai siapa pemilik motor Ninja berwarna biru tersebut.


"Ya sudahlah.. sebaiknya kita masuk saja ke dalam" seru ku sambil mengeluarkan sebuah kunci dan memutar ganggang pintu.


"Ayo Ci, Ren .. silahkan masuk.." tambahku pada kedua sahabatku itu


"Baiklah Shel, mungkin saja sipemilik motor ini sedang pergi atau memang sengaja meninggalkan motornya disini" ujar Cici


"ah.. kamu Ci.. mana mungkin ada orang yang sengaja ninggalin motor sekeren ini disini... kecuali...." Ucapan Eren pun terhenti, dengan munculnya seorang Laki-Laki berumur sekitaran 20 tahun, mengenakan jaket kulit hitam, hidung mancung,bibir tipis tapi cara berjalannya terkesan sedikit arogan.


"kecuali apa ren?" Tanya cici


"Kecuali... gantengnya"


"Hai... apa benar disini rumahnya Shella Putri Amanda?" tanya sipemuda itu.


"be..be..benar... di..dia ada didalam, sebentar aku panggil Shella dulu ya Bang, eh Uda eh salah kak... aduuuhhapa sih.. " jawab cici terbata-bata, kemudian ia berteriak memenggilku yang kala itu tengah sibuk membuat minuman.


"iya.. ada apa Ci?" tanya ku


"Shel.. cepetan sini.. ayo.." kata Cici menarik tanganku


"ada apa ci?"

__ADS_1


"itu.. didepan ada cowok ganteng nyariin kamu Shel"


"Cowok ganteng?"


"ah...jangan kelamaan deh,lebihbaik kamu lihat aja dulu ke depan"


*Di depan rumah


"Kak...eh uda...eh om.. pokoknya itu lah.. ini Shella putri amanda, panggilannya Shella, murid teladan dari SMA N 1" kata Cici pada pemuda itu,


"jadi kamu yang namanya Shella, sini ikut aku sebentar" kata pemuda itu dengan nada yang terkesan jutek


"maaf, anda ini siapa?"tanyaku heran dengan kedatangan orang tersebut, tanpa basa basi langsung mengajak aku pergi.


"aduh.. kenalannya nanti saja, ayo cepetan naik" ajak si pemuda yang tak mau menyebutkan namanya itu padaku.


"Baik lah.. gue Hendrick.... gue kesini karena ada yang perlu diomongin sama elu... sekarang elu harus ikut gue.. cepetan" bentak si pemuda tersebut padaku, membuatku semakin heran.


"eh.. maaf ya laki-laki disana.. jangan seenaknya gitu dong sama teman kami." seru Cici pada pemuda itu, hingga terjadilah perang mulut antara Cici, Eren dan pemuda tersebut. Perdebatan mereka membuat aku jadi pusing.


"DIAAAAAAMMM"teriakku berusaha menghentikan keributan tersebut. Seketika semuanya terdiam, suasana kembali sunyi.


"Maaf tuan Hendrick, kalau tidak ada kejelasannya, maaf saya tidak bisa ikut dengan anda" ujarku menegaskan. Tiba-tiba terdengar suara ponsel berbunyi dari dalam saku celana milik Hendrick. Pemuda itu mengambilnya dan segera menjawab panggilan masuk.


"ya hallo ma, ini hendrick sudah ketemu anak yang mama bilang,baik lah ma, beberapa menit lagi kami sampai" kata Hendrick sambil menutup panggilan di ponselnya.

__ADS_1


"Nona Shella, sebaiknya kamu ikut denganku sekarang.. urusan tanya-tanya nanti saja, sekarang cepat naik" ujar hendrick dengan ketusnya.


"mmm.. baiklah, tapi tunggu sebentar saya kedalam dulu mau ambil sesuatu" dengan terpaksa aku harus menuruti ajakan pemuda itu.


"cepat" timpal hendrick


Setelah beberapa menit kemudian, dengan mengenakan baju kaos berwarna pink, celana jeans,sepatu putih dan rambut sepinggang yang sengaja aku biarkan terurai. Dengan perasaan cemas, aku naik ke atas motor Ninja biru Hendrick. Sebelumnya aku sudah berpamitan dengan Cici dan Eren. Mereka meminta untuk tetap tinggal dirumahku, untuk memastikan saat sampai dirumah nanti aku baik-baik saja.


"Aku sudah siap" ujarku pada Hendrick.


"Hati- hati ya Shel" kata Cici


"Jangan lupa trik yang aku ajarkan tadi sob" tambah Eren


"baik Ci, ReN.. aku pergi dulu ya"


Kemudian motor yang dikemudikan Hendrick melaju dengan kencangnya, menelusi jalanan menuju ke pusat kota Padang. Beberapa menit kemudian sampai lah kami di sebuah rumah mewah, bercat putih. Disekeliling rumah tersebut tumbuh lah pohon-pohon kecil dan ada pula sebuah taman kecil yang dipenuhi bunga cantik dan beraneka ragam warnanya.


Sungguh rumah itu terkesan sangat asri, pemandangannya membuat sejuk dimata dan jauh beda dari rumah orang pada umumnya di kota.


"Ayo turun" Kata Hendrick memberhentikan laju motornya.


"oh.. sudah sampai ya kak Hendrick" kataku pelan memanggil hendrick dengan panggilan 'kak'


Sebenarnya di Kota Padang, atau lebih luasnya lagi di Sumatera Barat, laki-laki yang umurnya lebih tua dari kita biasa dipanggil dengan sebutan Uda. Tapi karena sepanjang perjalanan dari rumah kesini Hendrick tak henti-hentinya bicara dengan nada kesal, lalu meminta aku memanggilnya dengan panggilan kak Hendrick.

__ADS_1


"Ayo tunggu apalagi, cepetan masuk" seru kak hendrick padaku.


__ADS_2