TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
TALAK


__ADS_3

Ayunda, menatap mereka nampak heran.


"Begini yu,aku punya usul.bagaimana kamu bantu-bantu di warung makan Siti, mumpung karyawannya ada yang berhenti, lumayan buat kamu makan,". Ucap Suami nya Ayunda.


Membuat Ayunda,sangat kaget.


Apa maksud mereka,apa mereka ingin menjadi kan aku babu, batin Ayunda.


"Nah,ibu juga setuju itu. Daripada kamu nganggur mending bantuin siti,". Sahut sang mertua


"Bagaimana yu,kerjaan kamu hanya cuci piring sama lap-lap meja.nanti aku upah yah makan siang dan malam,". Ujar madunya Ayunda.


Ayunda, terkekeh mendengar perkataan mereka.


"Ck,tak Sudi aku mau,kalian kira aku mau gitu jadi babu kalian.jangan harap,setega itu kamu mas. Mau menfaatkan aku menjadi babu Siti,". Decak Ayunda.


"Apa yang di katakan Siti,emang benar yu.jadi istri pemalas,kalau seperti ini jangan harap kamu dapat uang dariku,". Ancam Hendri


Namun bagi Ayunda,tak masalah jika itu maunya.


"Kenapa harus aku mas, bukan kah kamu memperhatikan kakak-kakak nganggur,kenapa bukan mereka saja,". Kata Ayunda


Membuat sang mertua,marah saat mendengar perkataan menantunya itu.


"Diam kamu yu,sudah lancang kamu mengurus kakak iparmu ha,urus diri sendiri saja tidak becus. Ceraikan saja dia Hendri,untuk apa lagi kamu mempertahankan istri yang tidak tau diri ini,". Oceh sang mertua.


"iya mas,dia saja tidak mau membantu kita di warung makan,padahal niatku baik,". Kata Siti mencoba merayu suaminya itu


Ayunda,hanya menyungging senyum nya.


"Mulai hari ini kita bukan suami istri lagi Ayunda,aku talak kamu,". Ucap Hendri dengan lantang.


"Terimakasih mas,aku menerima nya,". Jawab Ayunda dengan senyuman.


Rasain kamu yu,emang enak di talak suami,batin Siti.


Ada pancaran kebahagiaan saat Hendri menalak istri pertamanya di wajah sang ibu.


"Baik, masalah sudah selesai.silahkan pergi dari rumahku,dan bawa kardus itu mas,semua bajumu sudah aku siapkan,". Ayunda, menunjukkan kardus-kardus di samping mereka


Hendri,tak menyangka jika Ayunda,sudah menyiapkan semuanya.

__ADS_1


Dengan pasrah Hendri, membawa kardus berisi baju-bajunya itu, dia masih tak menyangka hari ini sudah menalak istri nya Ayunda.


"Ayo, mas,". Siti membuyarkan lamunan Hendri.


"Kamu senang, karena sudah berpisah dengan anak ku kan,". Tanya bu Sari sang mantan mertua Ayunda


"Iya dong bu,bebas,". Ayunda, cengengesan. Menjawab perkataan bu Sari


Ayunda, langsung menutup pintu rumahnya. Ada rasa tenang di jiwanya.


Sedangkan Hendri,yang sudah bergelar status mantan suami Ayunda,tengah di urungkan kegalauan,ada rasa kehilangan di dirinya entah apa.


****


Pagi hari Ayunda, tengah sibuk dengan dirinya untuk berangkat bekerja.


Dia terlihat anggun dan cantik.dengan setelan baju kantor.


"Udah mau masuk kerja yu,kok kamu berani sih pakai baju beginian nanti ketahuan Hendri,loh,". Tegur tetangga Ayunda


"Gak papa bu,malam tadi mas Hendri,sudah menalak aku,". Jawabnya


"Iya bu,aku berangkat dulu,ojek online sudah sampai". Pamit Ayunda.


"Oh iya, hati-hati. Semangat yan,".


Tidak menyangka dia sekarang sudah bergelar status Janda tanpa anak.


Biarkanlah menjadi pelajaran Ayunda,di kemudian hari dia harus hati-hati dalam memilih pasangan


*****


Satu jam perjalanan.


Ayunda telah sampai di kantor tempat dia bekerja.


"Ini ruangan anda,". Seorang staf kantor itu menunjukkan di mana ruang kerja Ayunda.


"Terimakasih,".


"Sama-sama,saya pamit dulu,".

__ADS_1


"Iya,". Jawab Ayunda,dengan lemah


Ayunda,tak menyangka jika dirinya menjadi manager keuangan di perusahaan itu.


Dia harus bersemangat membuka lembaran baru lagi.


Bagaimana kah ekspresi Hendri,jika Ayunda sekarang bekerja di perusahaan bahkan dengan jabatan sangat bagus.


*****


"ibu tadi lewat didepan rumah Ayunda,tapi rumah di gembok,". ucap bu Sari,ibunya Hendri


"di gembok. terus ibu gak nanya ke tetangga Ayunda,dia pergilah kemana bu,". tanya Hendri


"kenapa sih mas,kamu masih saja mengurus mantan istrimu itu,". sahut siti dari belakang


"bukannya mau mengurus dia Siti,masa baru aku Talak sudah main hati dengan pria lain,". jawab Hendri


"terus kamu cemburu gitu mas,". siti kini tengah merajuk


"udah lah, ngapain juga ngurus dia Hen, mending kamu fokus bikinin cucu buat ibu,".


Siti,nampak terkejut mendengar perkataan mertuanya itu,ketika meminta seorang cucu


bisa gawat ni,kalau aku gak bisa hamil lagi, bisa-bisa aku di talak mas Hendri.pokoknya jangan mereka gak boleh tau,batin Siti


"iya bu, sabar. aku juga pengen punya anak mulai dulu waktu dengan Ayunda,tapi dia tak kunjung hamil,".


"mungkin saja Ayunda,itu mandul,".


"bisa juga dia menggunakan pil KB mas,untuk mencegah kehamilan,mungkin dia tak sudi memiliki anak darimu". sahut siti,ia ingin membuat Hendri,untuk membenci mantan istrinya itu


"nah bisa jadi itu Hend,ibu juga sudah lama curiga dengan Ayunda,nampak dari luar baik tapi dia licik juga,".


"udahlah bu,gak usah bahas dia lagi. aku kan sudah cerai juga, sekarang tinggal nunggu Siti,hamil. kalau Siti,sudah terbukti mempunyai anak dua,mana mungkin dia mandul,". ucap Hendri, membuat wajah Siti,pucat.


"i-iya mas,semoga di beri dengan cepat,". jawab Siti.


sekarang Siti, tengah bingung bagaimana dia hamil, sedangkan rahimnya sudah diangkat saat melahirkan anak keduanya.


anak Siti sekarang sudah besar,anak pertama sekolah SMP,anak kedua sekolah SD. bahkan anaknya jarang bertemu Siti, kecuali hari libur sekolah.

__ADS_1


__ADS_2