TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Unboxing


__ADS_3

Zense, Ayunda dan Hans. Akhirnya sampai di tempat tujuan mereka.


Sebuah hotel besar dan mewah, dengan halaman di penuhi hiasan bunga dan pohon-pohon kecil. Di tambah dengan air mancur.


"Bagus banget,kita bulan bulan madu di sini sayang,". Ujar Ayunda,sambil calingukan kepalanya keluar dari jendela mobil.


"Tidak! Ini hanya semalam saja, sambil menunggu para curut,". Jawab Zense.


Mereka pun turun dari mobil,di sambut oleh para pelayan hotel yang berjejer.


"Iisss.. berasa kaya putri di sambut seperti ini,". Gumam Ayunda.


"Kau,bukan seorang putri.tapi seorang ratu,ratu untukku,". Zense,mencium tangan Ayunda.


Sedangkan Ayunda, tersipu-sipu malu. Pipinya merah seperti tomat masak,para pelayan hotel melihat sang bos tengah bucin-bucin. Mereka hanya cengengesan saja.


Ceklekk..


Pintu kamar terbuka terlihat begitu indah dan di hiasi bunga dan lilin-lilin.


Di lantai pun di taburi dengan bunga-bunga mawar merah. Di tempat tidur juga ada bunga mawar berbentuk love.


Nuansa kamar yang di hiasi tirai berwarna merah seperti bunga mawar. Harum bunga mawar menyeruak masuk kedalam hidung Ayunda.


"Apa kamu suka kamar pengantin kita,". Bisik Zense,dari belakang.


"Ahhh...ia suka,bagus banget dan harum. Tau aja aku suka merah,". Ayunda, merangkul leher suaminya.


Terlihat ada lingerie dan kimono pria yang sedang bergantung.


Astaga,baju dinas aku,batin Ayunda."aku..aku mau mandi dulu,gerah soalnya,".


"Mandilah, setelah kamu mandi.baru aku,". Ucap Zense, sambil menyingkirkan bunga-bunga di atas ranjang.


Selesai Ayunda,mandi. Barulah Zense,yang mandi lagi.


Ayunda, memakai baju dinas sepesial untuk suami. Ia juga bermake up tipis, terpancar kecantikan yang di milikinya.


"Ya Allah, gugupnya. Kaya mau mecah perawan aja,". Tangannya sudah mulai gemetaran, perasaan campur aduk.


"Huuuu... rileks...oke .. rileks Ayunda,". Ia menarik nafas dalam-dalam. Ia duduk di tepi ranjang.


Ceklekk..


Pintu kamar mandi terbuka. Zense, keluar dengan bertelanjang dada. Ia hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang.


Glekkk..


Susah payah Ayunda, meneguk air liurnya. Menatap tubuh indah dan seksoy milik suaminya, terpampang nyata roti sobek milik Zense.


Secara berlahan Zense, mendekati Ayunda. Ia juga duduk di sampingnya.

__ADS_1


Berlahan wajah Zense, mendekati wajahnya Ayunda. "Kau begitu cantik hari ini,sayang,". Ucap Zense,sambil membelai pipi mulusnya.


Ayunda,hanya terpejam menikmati sentuhan lembut ada desiran sengatan di tubuhnya.


Secara berlahan Zense, merebahkan tubuh Ayunda. Tepatnya sekarang Ayunda,sudah di bawah Kungkungannya.


Zense, mengusap wajah sang istri. Memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah Ayunda.


"Geli,". Kekeh Ayunda. Ada senyuman kecil di wajah sang suami.


Zense, langsung menyambar bibir pink milik istrinya. Mereka begitu lama saling bertukar salvina, dengan luasa mengecup bibir Ayunda.


Tangannya sudah mengerayap dan melepaskan lingerie Ayunda. Meninggalkan sebuah kacamata di dada dan segitiga di bagian bawah.


Dengan tangan Zense, membuka pengait bra. Dan akhirnya lepas, ciuman pun turun kebawah leher.


"Auughhhh...,". Lenguhan Ayunda,saat sang suami mengecup lehernya dan meninggalkan jejak.


Zense,juga merayap di bagian gunung kembar. Begitu menggoda,berisi dan besar.


Zense,melu-mat habis gunung kembar saling bergantian. Ia juga menji-lat choco chips bernama pink di puncak gunung kembar Ayunda.


"Hmmm...sshhh..ahh..,". Desis Ayunda. Ia menjambak rambut sang suami. Matanya sudah merem melek menikmati permainan lidah Zense.


Tangannya Zense,membuang segitiga yang melekat di tubuh Ayunda, tangannya juga mengelus-elus liang va-gi-na. Ia merayap kebawah seperti cicak di dinding


"Kau sudah basah sayang,". Suara serak Zense. Di membuka pa-ha Ayunda, terpampang nyata pintu rumah yang siap di masuki adiknya Zense.


"Ahhhhh...shhh...ahhhh..," suara laknat itu terdengar di telinga Zense,ia semakin berga-irah dan memasukkan jarinya.


ia Kembali merayap ke atas dan bermain di gunung kembar Ayunda.


Zense, Kembali menaiki ke atas lagi dan melu-mat bibir milik istrinya


Semakin kencang Zense,memaju mundur jarinya. Semakin mengeliyat tubuh Ayunda.


"Ahh...ahhh...ahhh..,". Desa-hannya.


uuu...aku tidak pernah seperti ini,ini sangat nikmat.sangar berbeda dengan yang dulu.


Zense, tersenyum puas melihat sang istri suka dengan servisnya.


Tangan Ayunda,juga melepaskan handuk yang melilit di pinggang Suami. Ia mengelus adik yang di miliki Suaminya.


Gila...ini besar dan panjang,batin Ayunda. ia bergidik geli melihat milik suaminya. pasti ini sakit kalau masuk ke punyaku, sambung nya lagi.


Ia juga mengecup leher suaminya dan meninggalkan beberapa jejak. aku kerjain kamu,biar semua orang tau kalau kamu milikku, gumam hati Ayunda.


"Kau siap, sayang,". Zense, mendekati adiknya ke pintu surga milik istrinya.


"Uuhhh...sakit...,". Keluh Ayunda,ia juga menepuk bahu Zense.

__ADS_1


"Sempit..banget sayang, baru sedikit kaya apa kamu masih perawan,". tanya Zense,ia mencoba lagi


"ngaurr...aauuhh...tahan dulu,". Decak Ayunda. Baru setengah adiknya masuk


"Aku,gak tahan lagi sayang,". Lirih Zense.


Blessss...


Masuklah dengan keseluruhan milik Zense.


"Arghhh..sakit bodoh,". sengit Ayunda,ia meringis tanpa aba-aba langsung di hentak keras oleh Zense.


"Ahhh..enakk, sempit lagi,". Ia menatap Ayunda, yang meringis kesakitan ada rasa perih. Mungkin sudah lama tak di masuki.


Secara berlahan Zense,memaju mundur miliknya.


"Ahh.ahhh..ahhh,". Suara lenguhan Ayunda dan Zense.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah basah kuyup oleh keringat bercucuran membasahi tubuh mereka.


"Aakhh...aku...hmmm..shh..mau...sampai...,". Ucap Ayunda.


Sang suami dengan sigap mempercepat tempo maju mundur.


Plokk..plakk..plokk.. suara penyatuan mereka.


"Aaahhhhh.......,". Lenguhan panjang Ayunda. Ia sudah sampai,namun Zense belom juga sampai-sampai.


Zense, langsung membalikkan tubuh Ayunda. Ia menusuk dari belakang.


"Ahhhh..hmmm,".


"Yahh...ahh...,". Dengan kecepatan tinggi Zense, menghunjam tubuh sang istri. Gunung kembar pun ikut turun naik.


Tangan Zense,yang nakal sambil meremas gunung Ayunda.


Kamar hotel di hiasi seperti kamar pengantin saksi bisu kegiatan panas mereka


Sudah tiga jam mereka bergulat panas di atas ranjang. Suara Ayunda, sudah ngos-ngosan. Ia sampai kewalahan melayani Zense. Ia sudah beberapa kali mencapai puncak kenik*atan.


"Seben-tar lagi sayang,". Lenguhan Zense.


Melihat Ayunda, sudah kelelahan Ia tak tega.


"Aaagggrhhhh..". Lenguhan panjang Zense. Ia sudah sampai dan menyemburkan kelahar hangat di dalam rahim Ayunda.


Zense,tumbang di samping Ayunda. Mereka ngos-ngosan,apa lagi sang istri matanya sudah terpejam karena kelelahan akibat olahraga malam.


"Makasih sayang,nanti lanjut lagi, istirahat lah". Zense, mengecup kening istrinya. walau tanpa ada jawaban namun Ayunda,masih bisa mendengar.


Ayunda,merasa tubuhnya terasa remuk, bagaimana tidak remuk sang suami begitu ganas bahkan berbagi gaya.

__ADS_1


Ia bangkit dan membuka paha mulus Ayunda,ia membersihkan sisa cairan milik berdua. Setelah selesai ia menyelimuti tubuh polos sang istri.


__ADS_2