
Sepanjang perjalanan. Ayunda,tengah calingukan. "Lo,kita kemana? Ini bukan jalan pulangkan".
"Kita ke distrik militer dulu,ada urusan penting. Maafkan aku Ayunda,aku bisa berhenti menjadi agen rahasia. Tapi aku tidak bisa meninggalkan pangkat ku, mungkin kamu kecewa". J,masih menatap lurus. Dari tadi ia selalu memegang tangan Ayunda, dengan erat.
"Tidak apa-apa,aku paham dan mengerti hal itu J". Ia tersenyum manis dan bersandar pada bahu J.
"Terimakasih,atas pengertiannya. Aku juga di pindahkan ke sini,jadi tidak akan jauh dari kalian. Aku akan membantu mu mengurus perusahaan, sayang. Tinggal beberapa hari lagi,aku akan menikahi mu". J, mencium pucuk kepala Ayunda. "Aku sangat mencintaimu Ayunda,".
"Hemmm...aku tau J". Senyum merekah Ayunda.
"Jangan kau hiraukan apa perkataan Yolanda, sedikit pun aku tidak tertarik dengan dirinya ". Ia mencium punggung tangan Ayunda. "apa kamu dekat dengan seseorang,saat aku jauh sayang".
J,tau gak yah? Kalau pak Abraham, selalu menemui ku. "Hemmm...tidak ada sayang,aku hanya sibuk bekerja setiap harinya". Senyum kecilnya.
"Benarkah,terus siapa Abraham? Kenapa dia selalu menemui mu,aku sudah bilang. Gerak-gerik mu selalu aku pantau, meskipun aku tidak selalu berada di dekatmu. Saat kamu ingin pergi ke stasiun kereta api,ada beberapa orang mencoba mencegah mu. Tapi sudah di bereskan oleh anak buahku". Delik mata J.
Ayunda, seketika menegang saat ini. Berarti di perjalanan tadi,ada seseorang mencoba mencegahnya. Bisa saja melukai dirinya. "Pak Abraham, hanya rekan bisnis saja. Tak lebih J, tapi akhir-akhir ini dia selalu menganggu ku. Aku jadi risih dengannya". Gerutu Ayunda, wajahnya seketika berubah menjadi kesal.
"tenang saja,selagi dia tidak melewati batas. Kamu aman sayang,tenang anak buahku selalu menjaga mu. Tapi satu hal,jangan coba-coba kamu tergoda olehnya. Aku tidak segan-segan untuk menghukum mu". Ancam J, kepada Ayunda.
"Hahaha,mana mungkin aku tergoda dengannya. Selagi kamu tidak tergoda dengan wanita lain,aku juga tidak main-main J". Senyum semerik Ayunda.
"Aku tidak main-main sayang,aku sangat merindukanmu". J, menghentikan mobilnya di tepi jalan. Hanya ada rindang pohon tidak ada rumah-rumah penduduk.
__ADS_1
"Ke-kenapa berhenti J,". Gugup yang di rasakan Ayunda. Entah kenapa tiba-tiba berhenti di tempat sepi.
J, melepaskan jaketnya dan hanya menggunakan baju dinas. Ia juga membuka beberapa kancing didepannya,ia mendekati tubuh Ayunda.
"Aku sangat merindukanmu". J, langsung mencium lehernya Ayunda. "Aku tidak akan melakukan mobil bergoyang,hanya kecupan saja". Bisiknya lagi.
"Ta-tapi kalau ada yang lihat J,tidak enak tiba-tiba ada yang lewat atau apa". Ucap Ayunda,ia merasakan tubuhnya sudah bergetar hebat.
Cup....
"Hussssttttt...hanya sebentar sayang". suara seraknya J.
Satu kecupan mendarat di bibir Ayunda. Kecupan berubah menjadi lum-atan lembut dan penuh dengan gairah.
Salah satu tangannya J, langsung menekan tengkuk leher Ayunda.ia leluasa menguasai seluruh mulut Ayunda. Tangan satunya sudah menyusup ke baju dan mengelus punggung belakang Ayunda.
Cukup lama mereka berciuman dengan mesra. J, langsung menghentikan aksinya. Ayunda, ngos-ngosan menghirup udara. Ada senyuman manis di bibir J,ia mulai menancapkan gas mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke distrik militer.
Ayunda,hanya memejamkan kedua matanya dan bersandar di bahu J. sandaran bahu sang kekasih adalah tempat yang paling nyaman.
Beberapa menit kemudian. Akhirnya mereka sampai di distrik militer,tempat inilah. J,di pindahkan tugasnya.
"Kau mau ikut atau tunggu di mobil,saja". Tanya J. Ia merapikan tampilannya,yang sedikit berantakan.
__ADS_1
"Hemmm...aku di sini saja,males turun". Jawab Ayunda, dengan santai.
"Oke,aku pergi dulu. Hanya sebentar sayang". Ia mengecup pipi mulusnya Ayunda dan langsung keluar dari mobil dan menutup pintu kembali.
Beberapa anggota tentara militer, menyambut kedatangan J dan memberikan hormat kepadanya. Ia juga terlihat berjabat tangan dengan beberapa tentara militer lainnya.
Saat melihat dari kaca spion mobil, terlihat mobil Yolanda tepat di belakangnya. ia langsung tersenyum kecil .
Ayunda, langsung bergegas turun dari mobil. Ia tengah santai, menunggu Yolanda lewat.
Ayunda, masih menatap Yolanda. Saat ia mulai mendekat semakin dekat,lalu lewat di hadapannya tanpa menoleh sedikitpun.
"Hemmm... hidup itu simpel,kalau kita tak bisa memiliki Seseorang yang kita cintai. Ikhlaskan saja,dari pada susah payah mendapatkannya namun nihil. Jangan malu dengan harga diri apa lagi memiliki identitas yang sangat bagus". Sindir Ayunda,ia langsung membuang wajah.saat Yolanda, berhenti melangkah dan menoleh kebelakang.
"kau menyindirku Ayunda,apa kamu mengajak aku perang ha? Jangan main-main dengan ku,kamu itu bukan berarti bagiku". Tegas Yolanda. Ia menatap tajam ke arah Ayunda.
"Yolanda,kau wanita cerdas, pintar, memiliki pendidikan lebih tinggi, memiliki pangkat yang sangat bagus. Wajahmu sangat cantik, postur tubuhmu sangat bagus dan kaya raya juga sedikit pun tidak ada kekurangan. Cobalah kamu membuka lembaran baru,jangan merendahkan harga dirimu. J,tak bisa kau gapai,dia bukan jodohmu Yolanda. Percuma kamu panjang lebar kepada J, meminta pengertiannya namun hasilnya tetap nihil. Aku sebagai calon istrinya, tentu merasakan cemburu buta di dalam hatiku. Jika Seorang wanita mencoba merebut dari tanganku yang sudah menjadi milikku, tapi dia tak tergoda sama sekali. Aku juga memperjuangkannya,jika dia tergoda dengan wanita lain. Aku ikhlaskan, percuma di perjuangkan tapi hatinya kemana-mana". Ayunda, menyunggingkan senyumnya.
Yolanda, mencoba mencerna perkataan Ayunda. Apa yang di katakan memang benar,dia hanya sebatas rekan kerja tak lebih. Namun obsesinya juga,lebih besar untuk memiliki J. "Tidak Ayunda,jika aku tidak bisa memiliki J. Kamu juga tidak bisa,aku akan berusaha mendekati nya. Bagaimana pun caranya,". Seringai tajam ke Ayunda. ia sangat tak suka kepada Ayunda,karena dia adalah penghalang untuk mendapatkan hati J.
"Hemmm... semoga kamu cepat-cepat sadar Yolanda, sebelum ego mu menghancurkan semuanya". Kata Ayunda,ia menepuk pundak Yolanda dan Langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam. ia tak mungkin panjang lebar berdebat dengan Yolanda, walaupun hanya masalah percintaan.
Begitu juga Yolanda,ia bergegas ingin menyusul J. Tentu saja beberapa tentara militer lainnya, melihat kedatangan Yolanda. Mereka memberikan hormat kepadanya,dan saling berjabat tangan.
__ADS_1
Ayunda,hanya menghela nafasnya dengan berat. Kepalanya sudah nyut-nyutan memikirkan masalah ini,ia hanya berharap jika Yolanda. Jangan sampai kelewatan batas,takutnya menghancurkan masa hidupnya nanti. Walaupun tidak banyak tau,sifat J. Namun ia memahami segalanya,belum lagi masalah dengan Abraham.