
Tiga tahun kemudian.
Waktu begitu cepat bagi Ayunda,anaknya juga sudah berusia tiga tahun. Walaupun berbicaranya masih terbata-bata.
Ayunda,sudah lebih damai hidupnya,
Ia tak lagi bergantung kepada kakak iparnya J.
Hampir dua tahun dia tak lagi, mendengar kabar dari kakak iparnya. Tiba-tiba hilang begitu saja. Mansion yang di tepati J, yang pernah satu atap dengan Ayunda. Terlihat sepi,tak seperti dulu. Bahkan kevin dan teman-temannya, juga tidak menemukan J.
J,hilang bagaikan di telan bumi. banyak hal-hal rahasia yang ada di dalam hidup J.
******
"Ma-ma-mah," ucap Al, kepada Ayunda. Ayunda, juga sudah menerima pemberian nama anaknya dari J.
"Pintar anak mamah,udah bisa manggil mamah yah," Ayunda,mencolek pipi Al.
Ayunda,tak lagi tinggal di mansion. Ia lebih memilih untuk tinggal di rumah lamanya.
Ia juga meneruskan perusahaan peninggalan suaminya,anaknya juga sering tinggal dengan bi Ijah.
Walaupun hatinya berat meninggalkan anaknya,mau bagaimana lagi ini sudah kewajiban untuk dirinya.
"Kamu kemana J? Al,pasti merindukan mu,". Gumam Ayunda, semenjak kehilangan J. Ia baru merasa ada sesosok hilang dalam dirinya. "Liatlah sayang,anak kita sudah besar. Dia tampan seperti dirimu,". Isak tangis Ayunda. Ia memeluk erat foto pernikahannya.
Di sore hari.
Ayunda, tengah bergabung dengan para emak-emak. Seperti biasa mereka mengadakan acara-acara pencok bersama.
Banyak ibu-ibu lain yang ingin ber besanan dengan Ayunda,namun ia hanya pasrah bagaimana jodoh anaknya nanti.
"Ehh.... Ayunda,kamu gak ada kepikiran lagi untuk menikah," tanya bu Rt.
"Hemmmmm....soal itu,nanti aku pikirkan lagi bu, kalau memang ada jodoh lagi. Bakalan nikah kok nanti,". Jawab Ayunda, dengan santai.
"Kamu jangan larut-larut dalam kesedihan Ayunda,umurmu masih muda. Wanita karir lagi,pasti banyak yang antri,". Kekeh bu Lela.
"Iya,jangan sia-siakan di usia mudamu," timpal lainnya.
"Siapa tau Al,masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Walaupun ayah sambung,tapi cari yang sayang juga ke anakmu Yu. Kalau tipe-tipe kaya Hendri, jangan lah,". Sahut ibu yang lainnya.
__ADS_1
Membuat Ayunda, tertawa renyah. "Gak bakalan lah bu,apa lagi aku sudah punya anak. Kalau memilih pasangan lagi,bakalan lihat-lihat dululah," kekeh Ayunda.
"aku dengar-dengar bu Sari,tambah parah lo. Jadi kasian liatnya,mana Hendri juga pontang-panting cari biaya buat ibunya," ucap lainnya.
"Itu kesalahan dia bu, waktu sehat walafiat. Mana ada Hendri, cari uang. Ia malah hongkang-hongkang di rumah,cuman bisa minta sama kakaknya. Sekarang kakaknya pada nikah,jadi gak bisa lagi deh minta-minta,". Ucap lainnya.
"Aku dengar nih,rumah Alm. Siti. Sudah di jual Hendri,buat acara nikahannya Neli dan sisanya untuk bayar biaya rumah sakit. Sekarang aku gak tau Hendri,tinggal dimana," ucap bu RT.
"Aku juga lama,gak tau gimana kabar keluarga bu Halimah. Aku liat di kontrakan sepi,pada kemana yah," tanya Ayunda.
"Nah,ini yang jadi mistis Ayunda. Kami dan pemilik kontrakan,juga gak tau mereka kabur kemana. Aku dengar-dengar Sinta, sudah di ceraikan suaminya,". Jawab ibu,yang tinggalnya bersebelahan dengan bu Halimah.
"Iya, kita-kita gak tau. Kemana mereka pergi," sahut lainya.
"Alahhhh...gak lama bakalan nongol lagi mereka, bisa-bisa minta bantuan kepada mu lagi Ayunda,". Ucap bu RT.
"ngeri juga, tiba-tiba datang.ehhh...tiba-tiba pergi,". timpal lainnya.
Ayunda,hanya manggut-manggut mendengar perkataan ibu-ibu lainnya.
Tragisnya kehidupan mereka,gak aku aja yang sudah kehilangan orang yang aku sayang,batin Ayunda.
******
Bunyi pesan masuk di ponsel Ayunda.
[Kami sibuk,gak? Aku mau ngomong nih] Hendri.
"Tumben-tumbenan ni orang ngirim pesan? Pasti ada muslihat lain,". Gumam Ayunda.
[Hemm..tidak sibuk].
Ayunda, langsung membalas pesan mantan suaminya.
[Begini Ayunda,aku liat anakmu kasihan gak punya seorang ayah. Aku mau kok,jadi sesosok ayah sambung. Aku mohon Ayunda,rujuklah kepadaku. Aku sudah hancur,tidak memiliki apa-apa lagi. Aku sangat menyesal Ayunda,aku janji akan berubah.hidupmu sangat enak Ayunda,kalau kita menikah. Kamu tinggal modalin aku membuka usaha bengkel besar,nanti uangnya aku akan kasih kekamu.kan sama saja hasil jerih payahku]. Hendri.
"Ops....kamu memang lucu mas,aku bahkan menyesal pernah jadi istri mu. Ahhh...aku bodoh sekali, menerima lamaranmu dulu," senyum semerik Ayunda.
[Oh,]
Dengan singkat Ayunda, membalas pesan dari mantan suaminya.
__ADS_1
[Kenapa hanya itu jawaban Yu? Apa kamu menerima aku lagi] Hendri.
[Aduh...mas,kamu itu gak usah kepedean. Aku mana mau balikan sama kamu,bahkan aku menyesal sudah pernah menerima mu dulu].
[Kamu dasar wanita murahan Ayunda,wanita matre. Tega-teganya kamu menolak ketulusan ku berapa kali ha].
"Ck,caci maki kamu itu. Tidak mempan mas,malah aku tambah benci," senyum kecil Ayunda.
Tok...tok...tok...
Pintu kamar Ayunda,di ketok oleh bi Ijah.
"Ada apa bi,". Tanya Ayunda.
"Itu,,non. Ada tamu, katanya keluarga non,". Jawab bi Ijah.
"Tamu? tiba-tiba ada tamu malam-malam,mana hujan-hujanan begini lagi diluar. Bikin merinding aja sih bi,". Kekeh Ayunda. keluarga? keluarga yang mana kecuali benalu itu.
"Iihhh...non,jangan nakut-nakutin bibi lah,". Bi ijah, langsung menempel ke Ayunda. Begitu pula Ayunda, mereka melangkah sedikit demi sedikit. Menuju kamar tamu, sementara mengintip siapa yang bertamu malam-malam dalam hujan begitu lebat di luar.
Membuat Ayunda,trauma atas kejadian beberapa tahun yang lalu. Artinya menandakan tanda keburukan dalam hidupnya.
Hawa dingin menyeruak masuk ke tubuh Ayunda, bulu tubuhnya merinding. Begitu juga dengan bi Ijah,ia ikut takut melihat majikan juga takut.
Mereka saling berpegangan tangan saling erat. "Bi,intip dong. Siapa tau gak ada,". Pinta Ayunda
"Bibi takut non, merinding nih,". Jawab bi Ijah.
Ayunda, memandang wajah bi Ijah. "Sama bi,trauma tau bi. Atas kejadian itu,mana suasananya Persis lagi,". Gumam Ayunda.
Maupun Ayunda dan bi Ijah, mereka sama-sama tidak berani saling mengintip. Namun diri Ayunda,juga penasaran.
Ayunda, sesekali mengintip ke arah ruang tamu. Terlihat wanita dua orang dengan anak kecil. Apa lagi lampu samar-samar, membuat Ayunda juga ketakutan.terlihat menunduk rambut terurai,tangan Ayunda juga ikut bergetar. Ia menghidupi lampu,agar dia tau siapa yang bertamu.
Klik...
"Kaliaaaan...,". Ucap Ayunda, sedikit meninggi Suaranya. "bibi kok,gak bilang kalau mereka,".
"Ay-ayunda,". ucap mereka. terlihat sumringah saat melihat wajah Ayunda, yang mereka cari.
"lah,kok nyalahin bibi sih. kan non,gak nanya. otak bibi jadi kurang, ngeliat non ketakutan. jadi bibi lupa,siapa yang bertamu malam-malam,". kekeh bi Ijah.
__ADS_1
Ayunda, menepuk keningnya. entah ketiban sial apa, benalu telah datang lagi kepada dirinya. Ayunda, sungguh tak tega melihat mereka basah kuyup