
"Aaaargghhh....". Teriakkan J,ia menampar dinding rumah sakit. Ia terduduk lemas dan mengusap wajahnya dengan kasar.
Orang-orang sekitar nampak iba, melihat keadaan J apa lagi masih menggunakan baju militer . Ia menangis pilu, hatinya seperti teriris.
Tidak pernah terbayang jika sang istri, kecelakaan begitu tragis. Sampai masuk ke dalam jurang yang curam, terpental dan terbalik. anak buahnya terlambat tak bisa mencegah Yolanda,karena dia sudah menyiapkan semuanya. sampai-sampai anak buah J,si kelabui olehnya. bahkan sampai kehilangan jejak,saat jejak telah ketemu namun hasilnya naaas karena mobilnya sudah masuk ke jurang yang curam.
Ia masih menatap ke arah sang istri saat masuk ruang UGD,darah berlumuran di kepalanya. Saat ingin masuk,namun ia langsung di cegah agar tak boleh masuk ke dalam.
terlihat jelas di balik dinding kaca,semua dokter sibuk melakukan pemeriksaan terhadap Ayunda. perlu tiga jam, barulah selesai semuanya dan dokter keluar.
"saya tidak mau,tau. Kalian harus bisa menyelamatkan nyawa istri saya dan perempuan bersamanya,". Tegas J, menatap tajam ke arah dokter. Yang menangani Yolanda. J, benar-benar dendam kepada Yolanda. ia tak ingin Yolanda,mati terlebih dahulu. J, ingin menyiksa habis-habisan kepada Yolanda. barulah setelah itu, menghabisi nyawanya.
"Tapi tuan,kami hanya seorang dokter bukan Tuhan. Kita hanya bisa berdoa, semoga keduanya di selamatkan. Istri dan perempuan bersamanya, mereka sama-sama kritis. Kami sudah melakukan hal yang terbaik,". Kata dokter, mereka hanya bisa menunduk tak berani menatap wajah J. Mereka semua benar-benar takut, dengan tatapan tajam dari J.
"Kau cari dokter terbaik,cari seluruh dunia sekalipun". Kata J, menyuruh anak buahnya. "Kalian pergilah,jangan sampai mengecewakan diriku".
"Sabar nak, mereka hanya seorang dokter. Kita hanya bisa berdoa nak". Kata bibi Viana,ia menangis sesenggukan saat mengetahui jika Ayunda kecelakaan.
J, sengaja tidak memberitahu kepada Al. Demi kebaikannya, takutnya Al menangis histeris bisa saja kondisinya drop memikirkan ibunya tengah tak sadarkan diri. Di tubuhnya Ayunda,banyak luka-luka karena pecah kaca mobil.
J, memejamkan kedua matanya. Ia bersandar ke dinding,ingin sekali menjenguk istrinya masuk kedalam tengah kritis tapi tak di perbolehkan oleh dokter.
Bisik-bisik orang-orang sekitar, semakin hangat. Betapa beruntungnya memiliki suami, walaupun seorang militer. Ia menangis saat istrinya kritis,cintanya begitu besar kepada sang istri.
Aku mohon Ayunda,kamu harus kuat. Jangan tinggalkan aku,aku tidak bisa kehilanganmu,batin J, mengusap air matanya. Ia menatap ke arah ruangan Ayunda,ia hanya bisa melihat dari luar di balik kaca. Melihat kondisi Ayunda,yang di penuhi beberapa alat di tubuhnya.
Seketika seluruh tubuhnya lemas tak berdaya, melihat kondisi istrinya berjuang untuk hidup.
Beberapa saat kemudian. Melisa, Vivian, Alex, Regan, Farhan, Kevin dan istrinya. Langsung datang, menjenguk keadaan Ayunda.
__ADS_1
Mereka hanya melihat di balik kaca, Melisa dan Vivian. Hanya menutup mulut,saat kondisi Ayunda sangat memprihatinkan.
"Ayunda,aku yakin kamu akan kuat". Kata Melisa, sambil menangis.
"Aku tak sanggup Mel". Kata Vivian, terduduk lemas.
"J,sabar. Kita semua juga berdoa untuk kesehatan Ayunda, semoga dia bisa melewati masa kritisnya". Kevin, mengelus punggung J.
Seorang dokter, tengah tergesa-gesa menghampiri J. "Tuan,ada kabar gembira. Istri anda tengah hamil,ini sungguh luar biasa. Janinnya baik-baik saja,baru berumur 12 Minggu ". Dokter tersebut tersenyum manis.
Deggg......
"Istri saya hamil? Hamil dok,". Dokter tersebut langsung mengangguk kepalanya.
"Aku,aku akan menjadi seorang ayah". Lirihnya J, semakin deraslah air matanya. "Istriku hamil,ujian apa yang kamu berikan kepadaku Tuhan.di saat aku mendapat kebahagiaan,tapi kau berikan ujian begitu besar". Ia menghapus air matanya,ada senyuman kecil di sudut bibirnya J.
Mendengar perkataan dokter. Jika Ayunda,tengah mengandung tentu ada rasa bahagia. Tapi di sisi lain, mereka juga sedih melihat kondisi Ayunda tengah kritis berjuang untuk hidup.
Buuughhh.....
Satu bogem mentah di sudut bibir J,dari Abraham yang baru datang.
"Aaarghhh....kurang ajar". Teriak J.
Buuughhh.....
Ia melayangkan bogem hantam,ke wajah Abraham.
"Aaaaaa...". Teriak Melisa dan Vivian, melihat aksi mereka yang sedang bertengkar saling melayangkan pukulan.
__ADS_1
Kevin dan Alex, langsung melerai mereka yang sedang bertengkar.
"Apa-apaan kamu Abraham, datang-datang langsung menghajar orang". Bentak Kevin,ia menarik kerah baju Abraham.
Kevin, juga terbawa emosi kepada Abraham.
"Lepaaaass...." Bentak Abraham, menepis tangan Kevin. ia mengusap bibirnya yang terkena bogem hantam dari J.
"gara-gara kelalaian kamu,J. Ayunda, mengalami kecelakaan. Itu semua karena kamu, karena perempuan bersama Ayunda. Dia mencintai mu, sangat mencintaimu bahkan Ayunda menjadi korbannya". Kata Abraham, penuh emosi.
"seandainya kamu memilih Yolanda, semuanya tidak akan terjadi. Ayunda, bahkan baik-baik saja. Dia tidak akan mengalami kecelakaan dan hampir merenggut nyawanya,". Sambungnya lagi, tangannya di tahan oleh kevin dan memberi jarak antara J. Takutnya mereka saling bogem hantam lagi.
"Cukuuuup....si sini rumah sakit,jangan berisik". Bentak Melisa, langsung.
"Cinta tidak bisa di paksakan Abraham,aku sangat mencintai Ayunda. Sangat mencintainya". Kata J,menatap tajam ke arah Abraham.
"Ck, karena kamu. Ayunda, tengah berjuang untuk hidup. Lepaskan Ayunda,biar dia bebas darimu dan musuhmu"
"Tidak akan Abraham,sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Ayunda". Senyum semerik J.
"Jangan egois kamu,J. Karena keegoisan kamu, Ayunda seperti ini. Lepaskan dia, pergilah jauh-jauh dari kehidupanya jika kau terus bersamanya. Aku yakin,nyawa selalu di intai musuhmu,". Pinta Abraham
"Aku sudah bilang,tidak akan meninggalkan Ayunda. Atau melepaskan dirinya,apa lagi dia tengah mengandung anakku". Senyum semerik J.
Mendengar perkataan J, seketika Abraham terdiam. Ia tak berkata apa-apa lagi, hatinya teriris mendengar sang pujaan hati tengah mengandung.
"Kenapa diam? Kau tidak akan bisa memiliki Ayunda. Karena kau percaya,jika Ayunda. Ia bisa melewati masa kritisnya,aku yakin. Dia akan berjuang,demi kebahagiaan kami. Jadi,kamu jangan terlalu berharap. Jika aku akan meninggalkan Ayunda,sampai kapanpun. Dia akan tetap menjadi milikku, Abraham Samad. Lebih baik,kamu cari perempuan lain daripada menunggu istri orang". Tegas J,ia tersenyum kecil.
Abraham,masih terdiam. Ia menatap ke arah kaca yang terlihat Ayunda tengah berbaring lemah. Ia melangkah kakinya, mendekati dinding kaca.
__ADS_1
"Maafkan aku Ayunda,aku terlambat". lirihnya Abraham, matanya berkaca-kaca saat melihat di kondisi Ayunda sekarang.
Ia mengepalkan kedua tangannya, sungguh sangat membenci Yolanda. Ingin sekali menghabisi wanita tersebut,tapi sayang. Yolanda,juga kritis lukanya sangat parah.