TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Expart (04)


__ADS_3

Seusai janji. Ayunda,J dan beberapa temannya J yang sama dengan angkatan militer. Mereka sudah tiba di rumah Johan.


Nampaknya J, tengah calingukan mencari ibu Johan. Ia pernah melakukan hal tragis kepada ibu Johan, dengan memotong lidahnya. Kejadian tersebut sudah beberapa tahun silam,namun wajahnya tertutup dengan topeng tengkorak. Sampai sekarang ibu kandungnya Johan, tidak tahu siapa di balik topeng tersebut.


Di ruang tamu sudah ada Johan bersama istri-istrinya. Ayunda, melongo melihat di hadapannya. Ternyata istri Johan,bukan hanya dua melainkan tiga sekaligus. Melebihi ayahnya dulu,pak Tejo.


"Aku tak menyangka jika istrinya ada tiga sayang,". Bisik Ayunda.


"Ternyata Johan, sanggup melayani istri-istrinya,". Balas J,ia tersenyum kecil.


"aku lihat-lihat kamu calingukan,emang cari siapa sayang,". tanya Ayunda, ia menaruh rasa curiga.


"Gak ada apa-apa,sayang. cuman lihat suasana rumah Johan,saja". alibi J, ia tersenyum kecil.


Ayunda, langsung percaya apa yang di katakan oleh suaminya. mana mungkin juga,dia memiliki apa-apa di rumah ini.


J dan temannya memeriksa sertifikat tanah peternakan sapi milik Johan. Ia mengakuinya jika Johan,tidak ada tipu muslihat lainnya.


J, langsung membuka dua koper uang yang di bawanya. "Setiap satu koper terisi uang senilai 500 juta,jika dua koper menjadi 1 M. Kamu pilihlah,dan pikirkan. Ini adalah kesempatan terakhir,tapi dengan syarat. Kamu harus menambah sertifikat rumah ini". J, menjelaskan semuanya.


Mata istri-istri Johan, berbinar seketika melihat uang di hadapannya. Begitu juga Johan, tak menyangka secepat itu dia bisa mendapatkan uang banyak.


"Mas,1M saja. Enak buat kita juga, bisa beli ini itu sisanya,". Bisik istri ketiga Johan.


"Kamu,jangan mempengaruhi pikiran mas Johan. Emang kamu mau membantu, membayar hutang kepada mereka,". Sahut Ambar, ia sangat tak suka kepada madu-madunya.


Sedangkan istri ke-duanya hanya diam,tak perlu capek-capek debat. Di kasih Untung, gak di kasih gak papa.


"500 juta saja,itu sudah lebih dari cukup,". Jawab Johan, sebenarnya dia ragu-ragu.


"Hemm...baik,kamu baca perjanjian ini dan tanda tangani,". J, memberikan sebuah maps ke arah Johan.


Johan dan istri-istrinya bergantian membaca surat perjanjian tersebut. Mata mereka melotot saat membaca, surat perjanjian.


Dalam waktu lima tahun,tidak lunas. Maka siap-siap akab kehilangan tanah peternakan sapi,yang sangat luas. Dan uang cicilan tersebut,juga akan hangus terbakar tidak bisa di tagih lagi .

__ADS_1


Temannya J, langsung memberikan satu koper kepasa Johan. "terimakasih,tuan J dan Ayunda,". kata Johan, tiba-tiba saja memanggil TUAN.


Beberapa kali J, menawarkan uang 1M kepada Johan. namun Johan,tetap dengan keputusan hanya 500 juta saja.


J,hanya tersenyum kecil dan mengangguk kepala. Johan,juga memeriksa semua uang di dalam koper


Istri-istri Johan, hanya diam tak berkata apa-apa saat melihat Johan melotot ke arah mereka.


Semuanya sudah beres di tanda tangani, waktunya Ayunda dan J pamit pulang.


Ia juga membawa surat sertifikat dan surat perjanjian tersebut. J,hanya tersenyum kecil. Sedangkan Ayunda,hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah J.


"uang satu koper ini, simpan di mana". tanya Ayunda,ia memangku koper yang berisi uang.


"kalau mau,ambil saja sayang,". kedip mata J.


"wahh... makasih banyak sayang, lumayan buat nambah uangku," Ayunda, langsung menutup koper dan bersandar di bahu J.


********


Istri ke tiganya, cemberut hanya di bagi lima juta. Dia ingin lebih dari lainnya, membuat Ambar dan istri kedua jadi jengkel kepada madu satu ini.


"Mas,aku mau 10 juta. malam nanti aku servis sepuasnya deh". rengek istri Johan,ia langsung bergelut manja.


"Tidak,aku mau memodalkan uang ini. kalau sudah bangkit dan sukses,kamu juga enaknya sayang. kamu turuti apa perkataan ku,". jawab Johan,ia langsung siap-siap pergi.


Tak berselang lama. Hendri dan Neli,juga datang ke rumah Johan. Mereka sudah pasti meminta bagian uang, tersebut.


"Kak,kami ini adik kandung mu loh. Mana bagian kami,". Pinta Neli.


"Jangan pelit lah kak,500 juta itu lumayan banyak. Masa minta 10 juta,gak di kasih,". Rengeknya Hendri.


"Pulang sana...!!! Gak ada uang-uang,aku saja dapat lima juta. Mas Johan,sudah membagikan dengan rata. Tidak bisa di ungkit-ungkit lagi, sisanya untuk modal membeli anak sapi-sapi,". Kata Ambar, dengan tegas.


"Punya kakak ipar pelit banget,mana istrinya banyak,". Gerutu Neli, kepada kakaknya.

__ADS_1


"Diam kamu Neli, daripada kamu. Di ceraikan suamimu, untung anakmu di ambilnya. Bakalan pusing cari uang kemana, untuk anakmu,". Kata Ambar, dengan kesal.


"Bagi dong kak,gak papa di kasih satu juta masing-masing,". Pinta Hendri, walaupun tidak dapat 10 juta gak papa satu juta.


"Nah benar apa kata Hendri, berikan kami satu juta masing-masing,". Pinta Neli,lagi.


"Gak ada...!!! Aku Sudah lama tidak shoping,jangan harap kalian mendapatkan uang dariku. Bukankah kamu kemarin banyak uang Hendri,mana bagian ku.apa kamu ada memberikan uang kepadaku,tidak bukan,". Bentak Ambar, sampai matanya melotot memandang wajah Hendri.


Ambar, menyeret paksa keluar dari rumah suaminya. Walaupun Hendri dan Neli,masih komat-kamit memarahi kakaknya.


Sedangkan madu-madunya Ambar,hanya cekikikan melihat mereka bertengkar hebat.


*******


"Mas,mana uangnya". Tanya Yenny,kepada Hendri yang baru datang.


"Yang di tanyain uang terus kamu Yenny, seharusnya kamu bikin minuman kek. Kami ini baru datang, capek,". Bentak Neli,ia benar-benar butuh kewarasan menghadapi sikap adik iparnya ini.


"Uangnya gak ada Yenny,mending kamu minta sama bapakmu". Kata Hendri, kepalanya nyut-nyutan karena memikirkan uang.


"Mas,mau shoping sama teman-teman. Masa gak ada uang,kita ini pengantin baru lo". Bentak Yenny,lagi.


"Uangnya gak ada Yenny, ngapain juga sih. Shoping-shoping,mending kamu cuci pakaian di dapur. Tuh,baju aku sama Hendri termasuk kamu. Sudah menumpuk kaya gunung,cuci sana". Suruh Neli, mumpung ada adik ipar.


"Wahhhh....enak banget mba,main suruh-suruh aja. Ogah banget aku,mau menyucikan baju mba segala,". Tolak Yenny. "Mas,aku minta uang".


"Uang terusssss,ini buat pegangan kita Yenny. Untuk makan sehari-hari kita,kalau kamu bawa shoping. Terus untuk makan,uang darimana,". Bentak Hendri,ia geram juga kepada istrinya. Coba aja kalau Ayunda, hidupnya bakalan enak. Tak repot-repot bekerja, pasti sudah banyak uang.


Dengan hati kesal Yenny, langsung bergegas masuk ke kamar. ia membanting pintu kamar, dengan keras.


"sudah aku bilangkan kak,aku tidak mau menikah. lebih baik, menunggu Ayunda walaupun sudah keriput nantinya. asalkan hidup enak, bergelimang harta. gak kaya gini,susah sekali cari uang. mana Yenny,minta uang terus,". gerutu Hendri,ia menyalahkan kakaknya.


"Ayunda... Ayunda....heran aku sama kamu,cari istri yang berkelas kek. yang kaya raya,ini malah lebih parah,". kata Neli,ia meninggal Hendri.


Hendri,hanya diam saja. ia benar-benar bingung,apa harus menggadaikan rumahnya kepada Ayunda.

__ADS_1


__ADS_2