TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Siapa Dia


__ADS_3

"lepaskan aku.... lepaskan aku...siapa kalian ha...!!! Berani-beraninya mengganggu kesenangan kami,". Bentak bu Arum.


"Lepaskan tanganmu...lepas,". Roby, memberontak. Namun semuanya sia-sia,ia di tahan dua orang berbadan besar menggunakan baju hitam dan topeng.


"Siapa Kalian? Lepaskan aku dan anakku,". Teriak bu Arum. Ia di tahan oleh dua orang pria berbadan besar dan kekar.


"buka topeng mu,ha? Dasar pengecut,cuihhh...,". Bu Arum,meludah sembarangan arah.


Salah satu pria bertopeng mendekati Ayunda,ia mengelus rambut halusnya.


Siapapun tolong aku,batin Ayunda.


"Potong tangan pria itu,yang sudah menyentuh wanita ini,". Tegas pria bertopeng di samping Ayunda.


Samar-samar Ayunda, melihat cincin tengkorak di tangan pria yang sudah mengelus pipinya. Ayunda,juga merasakan jari-jari tangan terasa besar,namun entah kenapa dia merasakan sesuatu di hatinya.


Siapa kau,kenapa aku tidak merasa asing dengan sentuhan mu,batin Ayunda. Ia sekuat mungkin membuka matanya,namun tetap saja pengelihatannya buram.


"Tidak... tidak....aku mohon jangan potong tanganku,". Roby,sudah mulai ketakutan saat tangannya siap di potong.


"Aaaaa...jangan...jangaaaan...aku mohon, jangan siksa anakku... lepaskan dia,". Isak tangis bercampur ketakutan di diri bu Arum. Keringat bercucuran membasahi tubuhnya.


pria itu menghapus air mata Ayunda, yang mengalir di pipinya. "aku aman,". bisik pria itu di telinga Ayunda. ia juga mencium bau badan pria tersebut.


"potong lidah wanita ini,biar dia tak bisa bicara lagi,". Pria di samping Ayunda,ia langsung berdiri lalu mengambil pisau berukir naga.


Mata bu Arum, melotot melihat kilatan pisau di tangan pria yang baru ia keluarkan. Terlihat begitu sangat tajam.


Dua orang berjubah hitam dan wajah di tutupi dengan topeng,menahan kedua lengan bu Arum.


Bu Arum, terduduk seperti bersujud kepalanya di condong ke depan,kedua lengannya di tarik ke belakang. kepalanya mendongak ke atas dan rambutnya di tarik ke belakang.


bu Arum,ia meringis kesakitan. namun bagi mereka ini sangat menyenangkan.


"Lepaskan... aku mohon..jangan potong lidahku,". Air mata bu Arum, bercucuran. Organ tubuhnya bergetar hebat,ia sangat ketakutan. "aku berjanji tidak akan melakukan ini kepada Ayunda. aku mohon kemurahan hatimu tuan,lepaskan kami,".


"Tidak, lepaskan ibuku...kalian brengsek..!!!," Teriak Roby.


"Hemmm...hmmmmm..,"

__ADS_1


Bu Arum, membungkam mulutnya.


Dua orang lagi menahan kepalanya dan mengeluarkan lidah.


"Lidahnya, sudah keluar tuan,". Ucap anak buahnya,yang sudah mengeluarkan lidah bu Terlihat bu Arum,hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menangis sejadi-jadinya.


"Tidaaaakkkkk...ibuuuuu...,". Teriak Roby.


Sreeeetttttt....


Darah bercucuran membasahi lantai dan lengan pria yang mengiris lidah bu Arum. Ia menyeringai tajam, dengan satu kali sayatan lidah sudah terputus. untung saja di tangannya Menggunakan sarung.


"Berikan lidah ini ke kandang buaya,". Senyum semerik pria itu


"Aaaaaa... aaaargghhh..,". Teriak Roby


Kreeeakkk...kreakkkk...kreekk..


"Aaaaaaah.....tidaaaak....


Tulang lengan Roby,di patahkan oleh anak buahnya.


Roby, langsung di seret menuju keluar rumah. Ia dimasukkan bagasi mobil, sedangkan bu Arum,ia di tinggalkan sendiri.


Tubuhnya sudah di lumuri darah,ia hanya bisa menahan sakit di mulutnya organ-organ tubuhnya begitu lemas.


Pria tersebut langsung mengangkat tubuh Ayunda,yang sudah tidak sadarkan diri.


beberapa mobil hitam melaju dengan kecepatan tinggi.


Ayunda,masih di dalam pangkuan pria yang telah mengangkat tubuhnya tadi. pria itu tak berkedip melihat wajah Ayunda, begitu cantik alami. tak sengaja lengan pria itu mengusap perut Ayunda,yang sudah membuncit. ada tendangan halus yang di rasakan pria itu. ia hanya tersenyum kecil. "aku yakin kau pasti kuat baby,".


*****


Dua hari kemudian.


Ayunda,sudah di nyatakan sembuh dan janin di dalam kandungannya baik-baik saja. Setelah kejadian itu, Ayunda masih terlihat murung. Ia bingung siapa menolong dirinya dan membawa ke rumah sakit.


Di perjalanan Ayunda,manatap ke arah jendela mobil. Ia masih teringat jelas dengan sentuhan lembut jari-jari pria yang menolongnya.

__ADS_1


"Yakin,kamu tidak tau? Siapa yang menolongmu Ayunda,". Tanya Kevin.


"Hemmm... waktu itu badanku sangat lemas tak berdaya dan pengelihatan ku juga buram,tapi aku merasakan sesuatu kalau di jarinya ada cincin,". Jawab Ayunda.


"Darimana kamu tau? Kalau dia menggunakan cincin Yu, sedangkan kamu saja lemah dan pengelihatanmu buram," Kevin,nampak heran. Ia juga lega kalau Ayunda, baik-baik saja.


Ia juga bertanya kepada penjaga rumah sakit, dokter dan perawat. Kalau Ayunda,di bawa seorang pria yang menemukan Ayunda sedang pingsan di jalan.


"Dia meraba pipiku dengan lembut Vin," jawab Ayunda,ia masih meraba pipinya. Sentuhan pria itu sampai-sampai menebus ke perasaan Ayunda.


"Orangku sudah mencari Bu Arum dan anaknya, sebentar lagi kita akan mendapatkan informasi," ujar Kevin.


Ayunda, sudah menceritakan semuanya tentang dirinya kalau di culik bu Arum dan anaknya Roby.


Kevin,juga meminta bantuan kepada anggota kepolisian yang dia percayai.


*******


"Aku sudah menemukan informasi tentang bu Arum. Saat ini Bu Arum, berada di rumah sakit. Lidahnya di potong,dia tidak bisa bicara. Anaknya tidak ada di tempat kejadian, waktu itu kebetulan ada anak buah pak Tejo.ingin melihat sapi-sapi,ehhh dia curiga kenapa banyak darah di salah satu rumah dekat dengan peternakan sapi. Ia nekad masuk dan menemukan Bu Arum,yang sudah tak sadar diri,".


Ayunda, menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia nampak tak percaya,apa yang di katakan bu Arum.


Ayunda, terduduk lemas di lantai. Siapa yang melakukan sekeji ini.


"Aku yakin,anaknya bu Arum. Sudah di bawa orang-orang itu,kenapa pria itu tau. Kalau kamu sedang dalam bahaya,apa dia mengikuti mu? Aku yakin ini ada sesuatu yang tidak beres Ayunda,". Ucap Regan.


"Sepertinya kamu harus waspada Yu,takutnya kenapa-kenapa lagi,". Timpal Farhan. "Kita berikan bodyguard saja buat Ayunda, biar aman,".


"Gak,aku gak mau ada bodyguard. Kaya apa aja aku,gak mau ah,". Tolak Ayunda.


"Kami takut Ayunda,kalau ini terjadi lagi. Tapi aku yakin,pria yang menolong Ayunda. Orang baik, buktinya membawa Ayunda ke rumah sakit," sahut Vivian.


"Untuk saat ini baik,belum tentu kedepannya,". Ujar Melisa.


"kok aku malah curiga,kalau menolong Ayunda. kakaknya Zense,siapa taukan,". ucap Kevin.


"masa sih? ahh...mana mungkin Kevin,dia orangnya sangat susah dicari,". sahut Regan.


"siapa tau aja..! dia membantu adik iparnya,". timpal Farhan.

__ADS_1


Ayunda, mendengar perkataan mereka. merasakan ada sesuatu yang tidak bisa ia katakan. apa benar dia yang menolong ku?apa hanya perasaan ku saja,batin Ayunda.


__ADS_2