TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Putus (S2)


__ADS_3

"loh,papah sama mamah mau kemana? Bukankah mamah,mau bantuin Al,". Rengeknya Al,kini melihat orangtuanya sudah terlihat sangat rapi dan ingin pergi.


"Hehehe...mamah,lupa sayang. Kalau hari ini,papah ngajakin jalan-jalan sama teman-teman,". Kekehnya Ayunda,ia tersenyum manis.


"Hemmm... nikmati saja berdua dengan Annisa,gak usah ngambek kaya anak perawan boy. Papah,beliin permen bungkus an atau lollipop besar,". J, mengedipkan matanya sebelah.


"Sekalian pah,gulali warna pink". Sahut Kai,yang baru keluar dari kamar.


"Oke,boy. Nanti papah,beliin sebanyak-banyaknya,". Jawab J,ia mengelus lembut rambut Kai.


"Gak, nanti anak-anak pada sakit gigi". kata Ayunda, langsung mencubit lengan J.


Namun Kai, langsung di tepis tangan sang ayah. "Udah pah,aku bukan anak kecil lagi,".


"Mah,kenapa gak bilang sih? Kalau mau pergi,huuuuu....". Decak Al,saat ini sang kekasih sudah di jalan mungkin. Masa di beliin lollipop si,kaya anak kecil saja.


"Sabar,kami berangkat dulu. Yuuukkk....". Ayunda, langsung menggandeng tangan suaminya. J,hanya cengengesan sambil memandang wajah Al yang terlihat kusut belum mandi.


"Dasar tua-tua posesif,". Gumam Al. Sang adik hanya terbengong melihat keadaan kakaknya.


"Mau di bantuin gak". Tanya Kai,ia menawarkan bantuan.


"Gak perlu,kamu bukannya bantuin. Tapi,malah bikin kesal". Al, langsung duduk di sofa sambil menunggu Annisa. Ia juga menghubungi teman-temannya,agar secepatnya kerumah.


"Ya sudah,kalau begitu".lirih Kai,ia menonton film Action. Al,hanya melirik sekilas ke arah adiknya.

__ADS_1


"Aku mau mandi dulu, kalau Annisa datang. Suruh dia duduk,". Sang adik hanya mengangguk kepala,Al juga beranjak pergi meninggalkan ruang tamu.


Benar saja beberapa menit kemudian. Annisa,datang dan di persilahkan masuk.


"Hemmm... Kai,kakakmu mana". Tanya Annisa,ia calingukan mencari. Terlihat rumah juga sepi,tidak ada tanda-tanda orangtuanya Al. Sepertinya orangtuanya mereka tidak ada,duhhh... adiknya Al ganteng banget sih... melebihi kakaknya,sayang masih bocil.


"Kak Annisa,masuk aja di dalam kamarnya. Sudah di ijinkan sama papah dan mamah". Kata Kai, masih fokus ke layar televisi.F


Mendengar perkataan Kai. Annisa, langsung menyelonong masuk. Hatinya begitu gembira, bagaimana tidak. Berduaan di kamar,tidak di ganggu siapapun. "Asyik, kesempatan untukku nih". gumamnya


Berlahan-lahan Annisa,membuka pintu kamar Al. Terlihat jelas Al,hanya menggunakan celana dan bertelanjang dada. Terlihat jika Al,habis mandi.


"Hemmm....". Annisa, tersenyum kecil. Ia sangat gugup ketika Al, berbalik menatapnya.


"Annisa...? Ngapain kamu masuk". Kata Al,ia langsung mengambil bajunya dan memakai. Kalau Laila,yang masuk beda cerita kata Al.


"Sayang, akukan kekasih kamu. Wajar dong,aku masuk ke dalam kamarmu". Annisa, langsung mendekati Al dan duduk di pangkuannya.


Saat ini Al, tengah duduk di tepi ranjang. Bukannya malah senang di datangi sang kekasih,malah dia bertambah muakk saja.


"Sayang,kita jarang lo berduaan seperti ini". Annisa, mencoba menggoda Al. Ia mengelus-elus tengkuk leher Al,ia menatap wajah tampan kekasihnya. Sedikit demi sedikit Annisa, memajukan wajahnya agar bisa mencicipi bibir Al. Yah...selama pacaran mereka tidak pernah berciuman, walaupun Annisa sangat menginginkan bibir manis Al.


Al, bergidik geli melihat tingkah lakunya Annisa. Ia begitu agresif,bisa jadi dia juga begitu dengan selingkuhannya. Dengan cepat Al, berdiri membuat Annisa oleng.


"Sayang,kenapa kamu tiba-tiba berdiri. Aku hampir jatuh". Rengeknya Annisa, memeluk erat tubuh kekar Al.tak lupa dia mengelus-elus dada bidang kokoh Al.

__ADS_1


"Lepaskan aku Annisa,kalau ada yang lihat bagaimana? Aku tidak mau orang-orang berpikiran macam-macam,apa lagi kedua orangtuaku,". Al, melepaskan pelukan Annisa.


"Kamu kenapa sih? Selama pacaran kita tidak pernah, bermesraan. Itupun kita hanya pelukkan semata,aku juga mau bermesraan setiap saat bersamamu. Semakin hari, kamu semakin menjauhi ku Al". Kini Annisa, sok merajuk.


Kenapa gak sekalian pulang saja, sok-sokan merajuk segala, gerutu Al. "seharusnya kamu sadar,kenapa aku berubah? Sudah pasti kamu melakukan kesalahan yang fatal,". Al, langsung menuju laci meja.


"Kamu jahat Al,kurang apa aku selama ini. Selalu sabar, menghadapi sikapmu. Seolah-olah aku hanya kekasih bayanganmu saja,apa kamu masih mencintai perempuan itu ha? Apa, dengan berpacaran denganku hanya sebagai tameng mu". Tanya Annisa, matanya sudah berkaca-kaca saat ini.


Al,hanya menyungging senyum kecilnya. Ia memberikan sebuah amplop coklat kepada Annisa, langsung saja ia membuka isi amplop. Sontak membuat Annisa, diam membisu. Susah payah dia meneguk salivanya, sebuah foto-foto kebersamaan dengan pria lain.


"Kau kira aku tidak tahu ha? Apa yang kamu lakukan selama ini,aku hanya diam dan mengikuti kemauan mu. Kenapa? Kamu ingin menjelaskan jika semuanya,hanya hilaf semata". Senyum semerik Al.


"Al,aku seperti ini karena mu. Kesalahan kamu Al,ini semua salahmu. Iya,aku selingkuh karena aku butuh perhatian dari Seseorang. Walaupun aku memiliki kamu Al,tapi apa selama ini kamu perhatian denganku ha? Bahkan waktu untukku,juga tidak ada Al. Aku butuh perhatian dan selalu ada untukku, bukannya malah di biarkan malah sibuk dengan pekerjaan saja. Apa karena orangtuamu,yang menuntut kamu bekerja ha? Kami pikir Al, seharusnya seumuran dengan mu adalah masa-masa indah. Menikmati suasana sekolah, jalan-jalan bersama teman dan kekasih. Bukannya malah sibuk bekerja,". Ucap Annisa,ia mengeluarkan unek-uneknya.


"Kau salah besar Annisa,aku bekerja karena kehendak ku. Kedua orang tuaku,tidak pernah menuntut aku bekerja di usia mudaku. Semua ini karena aku sendiri,tanpa paksaan dari siapapun. Mulai sekarang kita putus, ingat itu. mulai sekarang kita tidak memiliki hubungan apa-apa lagi,". Al, hanya tersenyum kecil.


"Tidak,aku tidak mau kehilangan kamu Al. Aku mohon...jangan putusi aku,aku salah Al. Aku mohoooon....". Annisa, bersimpuh di kaki Al.


"Pergiiiiii.....dari rumah ini,atau aku putuskan hubungan bekerjasama dengan ayahmu. Aku tahu, bagaimana sifat ayah tirimu kepadamu. Ingat,jika kamu memohon kembali kepadaku. Siap-siap kamu di tendang ayah tirimu dari rumah itu, ancamkan itu. Aku tidak sudi, memiliki kekasih seperti dirimu murahan ". Al, menatap tajam ke arah Annisa.


Annisa, tengah menangis kesegukan. Air matanya mengalir deras,namun tidak mampu menggoyahkan prihatin dari Al.


Beberapa kali Annisa, lakukan agar tidak mengakhiri hubungan antara mereka. Namun Al, sudah benci dan jijik kepadanya. Apa lagi dia benci dengan kebohongan dan penghianatan. Kurang apa selama ini Al,ia selalu melakukan kemauan kekasihnya beli ini itu. Ia juga memberikan waktu setiap hari Minggu, bukannya malah memahami segalanya tapi ngelunjak tidak tahu diri.


Annisa, langsung keluar kamar dengan keadaan menangis kesegukan. Dia akui,jika salah karena sudah menghianati Al. Kini Annisa, kehilangan ATM berjalannya. Apa lagi sampai ayah tirinya tahu,jika mereka memutuskan hubungan. Bisa-bisanya sang ayah tiri, mengamuk kepada Annisa.

__ADS_1


__ADS_2