TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Dua pilihan


__ADS_3

Tak berapa lama Hans, sudah datang membawa satu kantong kresek.


"Ini nyonya, makanannya,". Hans,orangnya plin-plan memanggil Ayunda,apa pun.


Dengan cepat Ayunda, menyambar kantong kresek. Ia langsung membuka bungkusan dan tercium bau aroma sate yang menggoda.


"Enak,banget. Baunya aja aku udah ngiler,". Ujar Ayunda. Terlihat pak Tejo,bu Halimah dan bu Sari, mereka terlihat meneguk air liurnya.tentu saja lapar dan haus dahaga yang mereka rasakan,di tambah dengan aroma sate yang begitu menggiurkan.


"Hap...hmmmm,enak banget lo satenya,". Kini Ayunda,memakan satu tusuk sate.


Zense, Hans dan yang lainnya melongo saat melihat Ayunda.begitu lahap makan sate sendirian,ia juga tak menawarkan ke lainnya.


"Ck,aku kira untuk mereka, ternyata untuk di sendiri. Mana aku gak di kasih,". Lirik Zense,kepada istrinya.


"Kalau mau beli sendiri lah,aku lagi lapar sayang. Tenaga ku terkuras habis karena mereka,". Jawab Ayunda. Ia meneguk air mineral di botol.


"Kamu gila Yu,sengaja bukan kamu makan dan minum di hadapan kami,". Teriak bu sari.


"Kamu menyiksa kami Yu, begitu teganya dirimu kepada kami yang jauh lebih tua darimu,dasar wanita licik,". Sahut bu Halimah.


Pak Tejo,hanya diam saja.ia tak berani berkata apa-apa, walaupun di hati sedang mengumpat Ayunda.


Aku harus sabar,jangan ke bawa emosi dulu, benar-benar Ayunda sudah tidak waras,awas kamu Yu,batin pak Tejo


Selesai makan sate Ayunda, terlihat semakin serius. Ia duduk manis di kursi tepat di hadapan mereka bertiga.


"Hemm...aku sengaja memesan sate satu bungkus dan memakan di hadapan kalian. Mungkin ini adalah terakhir kalian untuk melihat tusukkan sate ayam,kalau sudah di penjara jangankan memakannya mencium aroma satenya saja tidak ada,". Senyum semerik Ayunda. Rasain aku kerjain kalian habis-habisan.


"tidak,aku tidak mau di penjara. Aku mohon Ayunda,maafkan aku," Isak tangis bu Halimah.


"Jangan macam-macam kamu yu,jangan menggertak kami," sungut bu sari.

__ADS_1


"Ckckck,dasar penjilat. Sok-sokan minta maaf bermohon-mohon,tapi kalian malah ngelunjak memarahi aku.walaupun keadaan kalian seperti ini,aku yakin kalian memohon ampun kepadaku hanya sandiwara,". Decak Ayunda.


"Akan kami pastikan,kalian akan masuk penjara elite. Dimana kalian tidak bisa menerima makanan dari pengunjung," sahut Zense.


"Bahkan kami sudah menyediakan sel penjara yang terbaik untuk kalian,anggap saja kurang lebih seperti rumah sakit jiwa,hahah". Sahut Hans.


"Bagaimana pun kalian harus ikhlas menerima semuanya. Pak Tejo,coba kamu bayangkan. Bagaimana nasip istri-istri mu,apa lagi masuk dipenjara seumur hidup lagi . Aku yakin,pasti istri-istri mu menikah lagi karena menganggap pak Tejo,sudah mati. mereka akan menguasai harta-hartamu dan suami baru istri mu bergelar menjadi juragan sapi baru,". Ayunda, tersenyum licik.


"Tidak,tidak. Aku tidak mau kehilangan semua harta-harta ku,itu semua hasil keringat ku sendiri,enak saja mau menguasai jerih payahku,". Teriak pak Tejo, sambil memberontak sekuat tenaga.


"Percuma pak Tejo, walaupun kamu menangis darah. Tentu saja semuanya akan terjadi,kan pak Tejo di penjara,". sambung Zense.


Terlihat jelas rahang pak Tejo,mengeras tangannya juga mengepal dan mata memerah. Tidak,tidak akan itu terjadi,batin pak Tejo.


Ayunda, mendekati bu Halimah. Ia sekarang di belakangnya. "Uuhh... bagaimana dengan Sinta,". Bisik Ayunda,di telinga bu Halimah,ia bergidik ngeri saat mendengar suara di telinganya. "Bu Halimah,pasti paham betul bukan.keluarga menantu bu Halimah,orang baik-baik dan juga terpandang. Bagaimana kalau mereka tau jika besannya masuk penjara,ahhh..aku tidak tau nasip Sinta,pasti dia akan di kucilkan oleh keluarga mertuanya. Sedangkan sang suami tiba-tiba menalak Sinta,entah bagaimana nasip anak dan cucumu bu Halimah," senyum semerik di wajah Ayunda.


Bu Halimah,hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Aku mohon,jangan sakiti anak dan cucuku Ayunda.begitu tega kah dirimu dengan mereka yang tak bersalah,". Isak tangis bu Halimah.


Bu Halimah,hanya bisa meratapi nasip anak dan cucunya. Ayunda, langsung menghampiri bu Sari. "Mau apa kamu Yu,". Terlihat di wajah bu Sari,pucat pias saat melihat senyuman Ayunda,yang menyeringai.


"Bu sari,bu sari. Jujur,aku masih dendam atas perlakuan kebejatan kalian dulu. Wajahku yang sering bu sari, tampar. Aku yakin, anak-anak bu sari. Akan melupakan ibunya,di penjara. Mana mau Ambar, Neli dan Hendri, mengunjungi ke penjara. Mereka juga tak sudi memiliki seorang ibu yang narapidana, lebih baik mereka shoping-shoping,". Ayunda, memeprlihatkan sebuah status di sosmed.


Status sosmed Ambar dan Neli, terlihat sedang shoping-shoping di sebuah mall. "Ckckck, kasian banget yah, punya anak gak ada khawatirnya dengan ibu sendiri padahal udah hilang beberapa hari,". Ledek Ayunda.


"Aku yakin,pasti mereka sedang hura-hura di mall.tanpa memikirkan bu sari,". Kekeh Hans.


"dasar anak durhaka,apa mereka tidak mencari diriku.mereka malah bersenang-senang tanpa ku,". Geram bu sari.


"Kau tau sayang, sekali jentik mantan suami kamu itu tidak akan sembuh dari penyakit menjijikkan itu. Aku tinggal telpon seseorang dan memberikan obat palsu kepada mantan suamimu itu, mungkin hitungan hari dia akan mati terkapar di lantai,". Ucap Zense,ia sempat-sempatnya mencium pipi kanan Ayunda.


"Jahat, kalian iblis tak punya hati,". Teriak bu sari.

__ADS_1


"Iblis teriak iblis,". Timpal Hans.


"apa tidak ada pilihan lain,jangan harus di penjara Yu! Bukankah masalah ini hanya sepele,". Ujar pak Tejo. Tiba-tiba bersuara.


"Ada,". Jawab Ayunda, dengan santai.


"Apa Ayunda,beritahu kami,". Terlihat wajah mereka bertiga tersenyum mendengar perkataan Ayunda,karena ada pilihan lain.


Tidak apalah,jika Ayunda mau di ganti dengan uang, batin pak Tejo,ia tersenyum sumringan


jika aku jadi pembantu di rumah Ayunda,aku mau.batin bu Halimah


semoga saja pilihannya yang di berikan Ayunda,tidak aneh-aneh aku juga tidak mau di penjara hancur lebur harga diriku,batin bu Sari.


"Bu Halimah dan bu sari harus menikah dengan pak Tejo,". Ujar Ayunda,ia tersenyum licik.


"Apa? menikah dengan pak Tejo,". Teriak bu Halimah dan bu Sari.


Sedangkan pak Tejo,sok benar-benar tak masuk akal.


Zense dan Hans, menepuk kening mereka masing-masing.


"Kalian pikirkan baik-baik,pilih lah satu. Mau masuk penjara atau menikahi pak Tejo. Pikirkan nasip istri,anak,dan cucu di luar sana. Ayo,sayang kita tinggalkan mereka yang sedang berpikir,". Ayunda, langsung menggandeng tangan suaminya. Hans, pun menggiring di belakang mereka.


"tunggu Ayunda, kenapa pilihannya seperti ini ha,". teriak bu sari.


"aku tidak mau,tidak mau menikah dengan pak Tejo,". bentak bu Halimah.


"jangan gila,jangan gila kamu Ayunda,". teriak pak Tejo, dengan amarahnya.


Aku harus membuat perjanjian dengan mereka,agar tidak bisa bercerai. Aku yakin, istri-istri pak Tejo akan menyiksa mereka berdua. Yang aku tanu istri-istri pak Tejo, pasti lebih galak dari anjing tetangga. Setidaknya tanganku tidak melakukan kejahatan,kurasa cukup memberi mereka pelajaran,batin Ayunda.

__ADS_1


"lepaskan ikatan mereka Hans,berilah minuman hanya satu cangkir masing-masing. setidaknya ikat kaki mereka agar tidak kabur,". perintah Ayunda. Dengan langkah cepat Hans, menuruti perintah istri bos-nya.


__ADS_2