TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Permintaan


__ADS_3

Ceklekk...


Pintu rawat inap Hendri,terbuka. Ada senyuman mereka di wajahnya,saat melihat siapa yang datang yaitu mantan istrinya.


"Ayunda,". lirih pelan Hendri, seakan-akan dirinya tak berdaya.


"Nak Ayu,kamu datang,". Bu sari, seperti kegirangan melihat kedatangan Ayunda.


Aku yakin, pasti calon suami Ayunda akan marah,batin Ambar. Ia tersenyum kecil di sudut bibirnya.


"Berhasil kak,". Bisik Neli.


"Aku yakin, pasti calon suami Ayunda marah,". Balas Ambar.


"Ayunda, akhirnya kamu mau datang menemui aku. Maaf aku egois, pasti calon suami kamu akan marah,". Lirih Hendri.


"Tenang mas,aku sudah ijin kok,". Walaupun tidak ada balasan,batin Ayunda.


Sial, sepertinya calon suami Ayunda tidak marah,batin Hendri.


"Kamu kecelakaan kenapa mas,terus dimana kecelakaannya? Mana istri barumu,terus istri mu kecelakaan juga? Dari tadi gak ada,". Pertanyaan beruntun di keluarkan Ayunda.


"Kebanyakan pertanyaan Yu, satu-satu saja," kekeh bu RT


"Biar cepat-cepat pulang bu,gemes aja. Kan kata Neli,cuman minta di jengukin doang sama permintaan terakhir sebelum Hendri meninggal,". Ujar Ayunda.


Membuat Hendri, menatap tajam ke arah Neli.


"Astagfirullah,kamu mendoakan anakku cepat-cepat meninggal Yu,". Bentak bu Sari.


"Bu Sari,kita gak ada yang mendoakan Hendri, cepat-cepat meninggal. Tapi anakmu Neli,yang bilang begitu,". Timpal bu RT


"Apa benar begitu Nel," tanya bu Sari kepada anaknya.


"Maksud Neli,gak begitu bu,". Kata Neli, pelan.


"Sudah-sudah,ayo..kita selesaikan yu.gerah aku," ujar bu RT.


"kenapa diam mas, jawablah pertanyaan aku tadi,kalau gak ada kami pulang,". Ketus Ayunda.


"Aku kecelakaan karena di tabrak mobil,terus istri aku minta cerai dia gak mau ngerawat aku Yu. dia takutnya aku lumpuh gak bisa kerja, padahal di periksa baik-baik saja hanya cedera di kepala saja," jelas Hendri.


"Ohhh...,". Sahut bersamaan Ayunda dan bu RT.


Apa..? Ayunda,hanya ber "oh" doang,batin Hendri.


"Yah..kamu cepat sembuh yah mas, semoga bisa hadir acara akad nikah aku besok dan ibu sari, sekaligus Ambar, Neli. Semoga kalian datang besok,". Ucap Ayunda. Ia terlihat biasa saja tanpa khawatir keadaan Hendri.


"kamu tega Yu,dalam keadaan aku seperti ini masih melanjutkan akad nikah besok. Apa kamu tidak ada simpati kepada aku,mantan suami kamu,". Tanya Hendri,ia memelas dan berpaling muka.

__ADS_1


"Apa hubungannya sama kamu Hend? Terserah Ayunda,dong nikah apa gaknya. Gak kaya kamu sudah nikah berapa kali,". Sahut bu RT.


"Bu RT,bisa diam gak? Ini urusan mereka,". Geram bu Sari.


"Tau, ikut campur segala,". Ketus Ambar.


"Apa yang di katakan bu RT,memang benar,". Kata Ayunda.


"aku mohon Yu,jangan menikah besok. Aku mau rujuk sama kamu,aku sadar hanya kamu yang terbaik untuk aku. Aku mohon Yu,aku janji akan menjadi suami yang baik,". Hendri, tiba-tiba ingin meraih tangan Ayunda. Namun dengan cepat bu RT, menepis tangan Hendri.


"Kok,tangan saya di tepis bu? Jangan ganggu dong,". Bentak Hendri


Bu RT,hanya menyungging kan senyuman kecilnya.


"Sudah aku bilang kan bu,jangan ganggu mereka," Bu sari, menarik lengan bu RT agar menjauh dari mereka.


"Ganggu aja,". Timpal Neli.


"maaf mas,aku tidak bisa kembali kepadamu.kamu juga yang menalak aku duluan, berarti untuk menjauh pergi dari hidupmu.apa kamu menyesal sudah kehilangan aku,kemana kamu dulu mas? Aku hanya tersenyum melihat penyesalan mu,". Ayunda, tersenyum kecut.


sial,dia mengejekku.


"Tapi,Yu. Beri aku kesempatan satu kali lagi, bukankah setiap manusia memiliki satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya". Lirihnya.


"Memang, semua orang memiliki satu kesempatan. Tapi tergantung orangnya mau atau tidak,". Jawab Ayunda.


"Apa kamu tidak mau memberikan aku kesempatan,".


"Ck,sesama manusia itu saling memaafkan dan memberikan satu kali kesempatan Yu. Apa salahnya kalian mencoba membina rumah tangga satu kali lagi,".


Ayunda,hanya terkekeh mendengar ucapan mantan mertuanya itu."maaf bu,hati aku sudah bulat tidak akan pernah rujuk dengan mantan suami,". Tegas Ayunda.


"Kaya sok benar aja kamu Yu. Emang kamu Tuhan apa? Berilah kesempatan buat Hendri,untuk kembali lagi,". Sahut Ambar.


"Jangan mau Yu, mending kamu cari lain aja. Udah tau sifat Hendri,apa lagi keluarga nya,". Decak bu RT.


"Aku mohon Yu,kita rujuk lagi yah,". Lirih Handi, matanya sudah berkaca-kaca.


Ayunda,mendengus kesal kepada mantan suaminya. "Aku tidak suka di paksa,aku juga sudah memaafkan kesalahanmu dulu. Tapi untuk bersama lagi aku tidak bisa,apa lagi besok aku akan menikah dengan pria yang mencintai aku,". Ujar Ayunda.


"Bilang aja Yu,kamu itu matrekan. Makanya milih pria kaya itu,". Sahut Neli.


"Aku juga matre Nel,". Jawab bu RT.


"Ehh...bu Rt itu gak usah yah..ikut-ikutan,". Bentak Ambar.


"Oh,kamu berani membentak saya ha..,". Mata bu RT,manatap tajam ke arah Neli dan Ambar.


"Aku gak nyangka yah..sama kamu Yu, ternyata jadi wanita matre,". Ujar bu Sari.

__ADS_1


"Matre teriak matre,apa ibu gak sadar siapa yang matre? Wajar dong bu aku matre,lagian dia bakalan jadi suamiku besok,". Ketus Ayunda.


Ceklekk..


Pintu terbuka terlihat dokter memasuki ruangan untuk memeriksa Hendri.


"Maaf,apa anda ingin memeriksa pasien,". Tanya Ayunda.


Gawat kalau ketahuan Ayunda,batin bu Sari.


"Dok,nanti saja memeriksa anak saya. Dia mau bicara dulu sama mantan istrinya,". Ujar bu Sari. Ia mencegah dokter tersebut untuk memeriksa Hendri.


"Maaf,saya tidak bisa. Bukankah bisa di tunda dulu pembicaraan kalian,". Ujar dokter.


"Bisa dok, silahkan di periksa pasien,". Sahut cepat Ayunda.


"Kalau ibu masih seperti ini, silahkan keluar,". Ucap dokter.


Sial, kenapa harus datang secepat ini dokternya,batin bu Sari.


"Dok,saya mau tanya? Apa pasien mengalami kecelakaan mobil cederanya Sangat serius,". Ucap Ayunda.


gawat, pasti ketahuan ini, batin Hendri. ia sudah kalang kabut.


"Kecelakaan mobil?. Sebenarnya pasien,tidak kecelakaan mobil. Tapi ada Seseorang memukul kepalanya, Alhamdulillah. Tidak parah lukanya,". Kata dokter tersebut.


Aduh.. bakalan jadi berabe ni,batin Ambar


Oh.. ternyata mereka berbohong kepadaku,batin Ayunda. Ia manatap tajam ke arah Hendri.


"Tapi,pasien mengalami penyakit kelamin menular sek*ual,". Ucap dokter itu lagi.


"apa..?,". Teriak Ayunda dan bu RT.


"Maaf,bu. Kalau mau teriak-teriak tolong keluar,". Ucap dokter dengan tegas.


"Maaf dok,hanya kaget saja. Lanjutkan di periksa,". Ucap bu RT.


Ayunda dan bu RT,syok mendengar perkataan dokter tersebut.


Terlihat wajah bu Sari, Neli dan Ambar. Memalingkan muka, seakan-akan tidak tau apa-apa.


"Ayo...kita pulang bu RT,jangan sampai kita dekat-dekat bisa ketularan dengan penyakit menjijikkan itu,". Mata Ayunda, menyalang menatap Hendri.


"Maafkan aku Yu,aku terpaksa berbohong,". Teriak Hendri.saat Ayunda,pergi meninggalkan mereka.


"Pasien,boleh pulang hari ini juga. Tapi pasien harus berobat seminggu satu kali agar penyakitnya bisa sembuh dan kita pantau bagaimana hasilnya,". Ucap dokter.


"Sudahlah,tak perlu lagi kamu merendahkan diri untuk rujuk dengan Ayunda,". Tegur bu Sari.

__ADS_1


"Fokuskan saja dengan kesembuhan kamu Hend,". Ujar kakaknya Ambar.


Hendri, semakin terpukul atas kepergian Ayunda. Apa lagi besok dia sudah berstatus istri orang.


__ADS_2