TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Berlahan-lahan Terobsesi (S2)


__ADS_3

"Jangan mau,Al". Ucap Annisa, menghampiri Al dan teman-temannya. "Aku gak sengaja sih,liat Yulia bertemu dengan William. Siapa tahu, mereka merencanakan sesuatu".


"Eehh... maksud lo,apa ha? Nuduh aku, kalau macam-macam dan melakukan hal-hal tidak wajar gitu. Emang iya,aku ketemu deh Wiliam di kafe. Tapi,gak sengaja doang. Dia cuman minta sampaikan kepadaku,kalau ada balapan. Cuman itu kok,gak usah pikiran buruk deh". Ucap Yulia, mengibaskan rambutnya.


"Aku gak nuduh,kok. Aku bilang, takutnya ada sesuatu gitu. Idihh... ge'er banget sih ". Decak Annisa, dengan mata julidnya.


"Hati-hati lo,kemarin opor ayam. Kalau ketahuan balap liar lagi, bisa-bisa motor panggang". Sahut Laila, langsung. Di iringi cekikikan tertawa Shelly.


Al dan teman-temannya,saling pandang dan menghembuskan nafas panjangnya. "Aku gak ah,takut". Kata Herman,mana mungkin dia melakukan balap liar. Bisa-bisa kehilangan Shelly,lebih baik tidak ikutan.


"Aku juga,tidak ikutan. Daripada ketahuan, bisa-bisa aku di gantung". Sahut Al, begitu juga zakir dan Dion. Mereka sama-sama tidak ikut balap liar,lagi.


"Baguslah kalau kalian tidak melakukan balap liar, sebenarnya dulu. Aku sangat takut,jika kamu main balap liar Al. Aku khawatir,takut kenapa-kenapa". Kata Annisa, tersenyum manis.


"Yakin gak mau ikut,Al? Jangan sampai lo,kamu di ejek dan di rendahkan oleh William". Kata Yulia,mencoba memanasi perasaan Al.


"Tidak masalah, daripada di gantung mamahku. Apa kamu tidak tahu, bagaimana marahnya mamahku. Kalau tidak percaya,tanya sama ibumu". Ucap Al, dengan santainya.


Yulia, memutarkan bola matanya dengan malas. "Jangan sampai ketahuan Wiliam,kalau kamu tidak ikut balapan dengan alasan takut di marahin mamahmu. Bisa-bisa mereka mengejek-ejek harga dirimu Al. Pasti mereka ejek,jika kamu anak mami".


"Ehhh..Yulia, semua orang-orang juga anak mami. Toh,hanya wanita yang melahirkan. Atau jangan-jangan,kamu di lahirkan bapakmu. Jadi,bukan anak mami". Kata Annisa, tersenyum merekah.


Kini mereka cekikikan tertawa mendengar ucapan dari Annisa, geram itulah yang di rasakan Yulia. Dengan kesal Yulia, menyiramkan air ke wajahnya Annisa.


Pyuuurrrr....


"Aaaakkhh....kurang ajar kamu Yulia". Teriak Annisa,semua seisi kantin menatap ke arah mereka.


Laila dan Shelly, terbalalak melihat keberanian Yulia menyirami wajah Annisa.


"Kenapa ha? Kalau mulut itu,gak usah gas-gas segala". Bentak Yulia. "Duhhh...basah yah,kasian". Ejeknya.


Plakkkk......


Annisa, tak segan-segan menampar wajah Yulia.


"Kurang ajar kamu, berani-beraninya menampar ku". Teriak Yulia, matanya melotot ke arah Annisa.


"Kenapa ha? Makanya tangan itu,di jaga. Jangan asal siram,kamu pikir aku tanaman ha". Ucap Annisa,ia sambil berkacak pinggang.


"Aaaakkhh...sakiiit". Teriak Annisa, rambutnya di jambak oleh Yulia.

__ADS_1


"Rasakan kamu,emang enak ha? Aku tarik-tari rambut kamu, rasakan ini". Yulia,sudah geram kepada Annisa. "Aakkkhhh.... aaaakkhh...." Yulia, meringis kesakitan. Karena Annisa,membalas dengan menarik rambutnya.


"Kamu pikir,aku tidak bisa ha". Kini mereka saling menjambak rambut.


Seisi kantin menjadi heboh, melihat tontonan menarik tengah bertengkar.


Al dan teman-temannya, langsung meninggalkan kantin dan mengajak Laila, shelly.


"Ayoo....ayooo...ayooo..".


"Hajar.......hajarr......tendang....tampar sekalian.... terusss....jambak...terusss...huuuuu.....".


"huuuuuu..... lebih keras lagi, jambak-jambakkannya.....".


"Teeeeng...teeeeng...teenggg...teeeengg". Salah satu murid lainnya,memukul mangkok menggunakan sendok. Sorak-sorai suara murid-murid lainnya, begitu heboh seisi kantin.


"woouyy.... Woouuyyy.... hentikan,sudah....sudahhh..sudah...". ucap Arya, memisahkan Annisa dan Yulia.


Yulia dan Annisa, langsung dilerai oleh Arya dan temannya. Untung saja,tidak ketahuan para guru-guru. Rambut mereka sudah acak-acakan, tak karuan.


"Huuuuuu......". Teriak murid-murid lainnya.


"Awas kamu Yulia". Decak Annisa, sambil memamerkan kepalan tangannya.


"Ck,cemen" kata Yulia, dengan mengacungkan jari tengahnya.


Kantin kembali damai,tidak heboh seperti tadi. Arya,juga geram kepada murid lainnya tidak ada memisahkan mereka. malah jadi tontonan gratis dan bahkan teman-teman masing-masing juga tidak ada niatan memisahkan mereka.


*****


"Iiissshhh.. padahal pengen lihat mereka berantem,aku jadi penasaran siapa yang menang". Rengeknya shelly,kepada Herman. Dari tadi tangannya,di pegang oleh sang kekasih "lepassss...gak enak di lihat orang".


"Gak,aku gak akan melepaskan tanganmu. Aku kangen,by". Kedip mata Herman.


Wa


"Huuuuu.......!!! Bucin-bucin". Ucap Zakir, Kepada Herman dan Shelly.


"Shell,bisa gak? Tangan kamu, lepas. Dari tadi gak di lepas-lepas,berasa jadi nyamuk aku". Gerutu Laila,kepada temannya yang sudah bucin akut.


"Hehehe... ma-maaf Laila,aku lupa". Kekehnya Shelly, melepaskan tangannya. Laila,kini duduk di kursi dan di susul oleh Al.

__ADS_1


"Ngapain duduk di sini? Duduk di bangkumu sana". Usir Laila, dengan ketus.


"By, peluk... pengen cium..uummmmaahh". Rengeknya Zakir,kepada Dion.


"Kamu ngapain sih,zakir? Aku pria normal,iiisshh... jijik lihat kamu,kaya ulat bulu dempet-dempet sama aku". Dion, melepaskan pelukan Zakir.


"Hahahahah.....!!!". Gelak tawa mereka, melihat kelakuan zakir mencoba mencium Dion. Sedangkan Dion, memberontak terhadap kelakuan Zakir.


"Stoooopppp....zakirrrrr ...jijik tauuuu....". Dion, mendorong wajah Zakir, sehingga menjauhi dirinya.


Laila,terpana menatap tawa Al. Begitu tenang hatinya, mereka sudah akur.


"Kenapa kamu menatapku? Hemmm....apa kau terpesona dengan ketampanan ku". Al, menatap balik ke arah Laila.


"Ge'er banget sih..!!! Cuman lihat sekilas aja,siapa tahu mukamu tiba-tiba ada sesuatu". Alibi Laila,namun Al tak percaya apa perkataannya.


Laila, tersipu malu-malu. Tapi,harus berekspresi biasa saja. "Cantik ". Kata Al,yang keluar dari mulutnya.


"Makasih ". Jawab Laila, tersenyum manis.


Manis banget Lai, senyumanmu. pengen banget,aku **** tuh bibir, kekeh Al dalm hati. mana mungkin dia berani berbicara terang-terangan, bisa-bisa sepatu yang melayang ke arah Al.


*******


"Al, bisa gak kamu bantuin aku". Kata Emily,di belakang Al. Ia memijit bahunya Al,yang duduk di kursi kebesarannya.


Sebenarnya Al, sangat mempersalahkan jika Emily datang ke kantor. Karena menunda pekerjaannya, sedangkan di bahas tidak lah penting. Apa lagi Emily, semakin hari semakin menjadi-jadi bahkan berani duduk di pangkuannya. Untung saja Al, melarangnya.


"Lupakan Dion,dia sudah memiliki kekasih. Jangan salahkan dia, bukankah kamu yang pertama meninggalkan Dion. Belajarlah untuk bersabar dan menyadari kesalahan sendiri. Sudah aku katakan, bagaimana sifat Dion". Jawab Al,kepada Emily. Sebenarnya dia ragu-ragu mengatakan jika Dion, memiliki kekasih. Sudah pasti menyakiti perasaan Emily,kini ia sudah menangis kesegukan.


"Apakah tidak ada kesempatan lagi, untukku. Aku menyesal Al,telah memilih yang salah. Aku sadar, dulu Dion sangat berjuang memiliki ku dan hanya dia memahami segalanya dalam diriku. Sekarang aku dan dia, seakan-akan tidak saling kenal". Lirih Emily,ia duduk di sofa.


Al, sengaja tidak mendekati dirinya. Sudah cukup memanjakan Emily, takutnya berakhir dengan salah paham.


"Anggaplah pelajaran untuk kehidupan mu,agar suatu hari nanti. Tidak menyia-nyiakan seseorang yang sangat peduli kepadamu,aku harap kamu sabar". Ucap Al, sambil bekerja


Sebenarnya Emily,kesal karena Al bekerja tidak menenangkan hatinya yang sangat kacau. "aku pulang,kamu sibuk terus".


"Hati-hati,". Jawab Al,masih mengacuhkan Emily. Terpaksa Emily, menyambar tas dan pergi meninggalkan ruang kerja Al. Untuk sekarang aku,harus bisa menjaga jarak. entah kenapa akhir-akhir ini Emily, benar-benar nekad melakukan hal yang tidak baik.


"Sialllll...aku tidak bisa duduk di pangkuan Al,aku harus lebih agresif lagi. Agar bisa mendapatkan Al,". Gumam Emily,entah kenapa sekarang dia terobsesi dengan Al. Yang sudah di anggap Al, sebagai seorang adik. Apakah karena perhatian Al,kepadanya sehingga Emily jadi salah paham.

__ADS_1


__ADS_2