
"Al,aku mau ganti baju yah". Ucap Laila, tersenyum kecil. sambil mengangkat paper bag yang di berikan oleh Al, untuknya.
"Hemmm... sekalian mandi,kalau ngerasa gerah. Aku juga mau istirahat,sudah jam 11 malam".
Laila,hanya mengangguk kepala dan meninggalkan Al yang masih duduk di sofa.
Al, menatap kepergian Laila dan menghilang di balik pintu kamar. Ia buru-buru mengeluarkan benda pipih dari celananya dan menelpon seseorang.
Siapa lagi kalau bukan,Liam. Sang sekertaris pribadinya, malam-malam hari mengerjakan tugas dari bosnya. Liam, memerintahkan seseorang agar mematikan listrik sampai pagi.
"Hahahaha,kita lihat. Apa manjur ucapan papah J,kalau benar manjur. Fiks....kita berguru dengan suhu. 1....2...3..".
Jleeeeb....
Listrik padam seketika, kini hanya gelap gulita di ruangan apartemen dan di luar sana.
"Al........!!!!!!! " Teriak Laila,dari dalam kamar.sebenarnya Laila, mandi. namun acara mandinya belum selesai,karena gelap gulita. terpaksalah, dengan keadaan meraba-raba mencari sabun mandi. "Al......!!!! kamu,dimana? jangan tinggalin aku".
Sedangkan Al,ia kegirangan loncat-loncat mendengar teriakkan. "Yeeesss.... berhasil papah,aku datang Laila". Jawab Al, dengan sumringah. Ia tak memperdulikan lagi,jika kakinya tersandung sudut-sudut kursi dan meja. Tangannya meraba-raba kemana-mana,karena gelap gulita. Konyol lagi,sampai lupa dia membawa ponsel di atas meja Karena saking kegirangannya.
"Laila,kamu dimana? pegang tanganku,mana kamu". Al,masuk ke dalam kamar Laila. Yang hanya gelap gulita,tanpa ada cahaya apapun. meraba-raba di setiap sudut,namun tidak menemukan keberadaan Laila.
"Ak-aku mandi Al,masih menggunakan handuk. Kamu dimana,gelap lagi. Gak ada lampu cadangan,atau apa gitu. Ponsel kamu,mana? Ponselku, lowbat Al". Laila, berlahan-lahan mendekat ranjang dengan keadaan meraba-raba. Ia ingat betul baju gantinya, di taruh disitu.
Serrrrr....panas dingin bercampur aduk, yang di rasakan Al. Saat lengannya menyentuh bahu Laila tanpa terlapis benang apapun. Astaga,ini benar-benar kulit Laila kan? bukan kulit mbak kunti,kalau sampai ada Kunti. langsung aku jual, apartemen ini.
__ADS_1
"Jangan pegang-pegang,aku hanya menggunakan handuk saja. Minggir-minggir dulu,mau ambil baju di atas ranjang. Jangan sentuh Al,". Pinta Laila, dengan kesal. Duhhh....nambah dosa lagi, kulitku di sentuh Al.
"Aku takut Laila,makanya pegang kamu. Ayo,ambil bajumu lalu pakailah". Al, meneguk salivanya. Saat aroma harum sabun,menyurak di hidungnya. Astaga,si Joni bangun.
Kini kepalanya nyut-nyutan karena memikirkan,body Laila hanya menggunakan handuk. "Al,jangan kemana-mana yah. Aku takut,tau. Kenapa sampai listrik mati sih? Aku kan baru di sini,". Gerutu Laila. Akhirnya dia menemukan baju gantinya, secepatnya dia memakainya dalam keadaan gelap gulita.
Prankkk....kreeekkk..
"Al,itu bunyi apa sih? Kamu tutup gak pintu kamarnya". Laila, langsung bergegas memeluk lengan Al. Ia sangat takut,saat mendengar suara aneh-aneh di luar. "Gak mungkin kan,suara Kunti".
Astagfirullah, kenapa ada suara aneh-aneh sih? Gak romantis, malahan jadi horor-horor begini. "Laila,aku juga takut. Iya, tadi aku turup pintunya. Mungkin suara kucing kali, kucing lagi kawin".
Kreeekk...krekkk...
Apa jangan-jangan mbak kunti,lagi. mau ganggu kesenanganku aja,di smakcdown baru tau rasa, gerutu Al.
Al, tersenyum sumringah. Walaupun horor-horor,tapi ini adalah kesempatan emas baginya. "Kita naik ke atas ranjang aja,kalau mbak kuntinya nongol di balik pintu. Kita bisa sembunyi di balik selimut,yakin dah. Tuh,mbak kunti gak bakalan buka selimut kita". Al, langsung menuntut tangan Laila. Asyik,tidur bareng Laila,yuuuhuu....
"Kamu,yakin Al. Jangan kemana-mana yah, aku takut. Tidur bareng aja,serem deh". Laila,naik ke atas ranjang. Langsung mendekati Al, dan memeluk erat tangannya. Ya Allah, lindungilah kami. Maafkan hamba, bersentuhan yang bukan muhrimnya. Tapi,ini kepepet ya Allah. Mohon di maklumi, batin Laila.
Aroma maskulin Al,yang tercium oleh Laila.
Berharap waktu saat ini, berhenti berjalan. Ini adalah momen langka, makasih papah J. "Laila,kita tidur aja. Aku sudah mulai ngantuk nih". Dengan kejahilan Al,ia memeluk erat tubuh Laila. Tentu saja Laila, memberontak terhadap Al yang memeluknya.
"Al, ngapain sih? Kamu peluk-peluk aku segala,jangan cari kesempatan deh. Al,aku...."
__ADS_1
"Hussssttttt.. diam, mending peluk-pelukan enak Laila. Hawanya dingin,pas hujan-hujanan nih. Enaknya yang hangat-hangat, seharusnya kamu senang dapat jatah meluk aku secara gratis". Al, mencoba menggoda Laila.
"Iya-iya deh, daripada kamu ninggalin aku. Janji yah,kamu jangan tidur duluan. Sebelum aku tidur,awas kamu". Ancam Laila, dengan tegas. Huuuu.... serem juga,mana bulu kuduk tiba-tiba merinding sih. gak papa,hilaf malam ini.pelul Al,ajalah. takutnya dia kabur,emakkk.... maafin Laila,meluk teman cowok Laila.
"Iya,sayang. gak bakalan aku,tidur duluan. Ummmahhh...." Al,mencium kening Laila, sesekali khilaf nya berlebihan. "Aaaakkhh... sakkiittt..ampuuuun".
Laila, dengan geramnya. Ia langsung mencubit perut Al. "Al, kamu jangan macam-macam deh. Malah nyium kening aku, kita bukan muhrim Al. Ingat itu,". Entah kenapa Laila, tersenyum sumringah saat mendapatkan ciuman di keningnya. Ia menggigit bibir bawahnya,apa lagi Al mengatakan kata sayang. Tiba-tiba saja,dia terbawa perasaan. Laila,juga membalas pelukan Al.
"Aissss... sakit Laila,kenapa di cubit? Coba di elus-elus,enak tau". Kekehnya Al,ia merasakan Laila membalas pelukannya. Gak papa, gelap-gelapan dan horor-hororan. Yang penting bisa peluk-pelukan seperti ini.
Al, mendengar suara dengkuran halus. Ternyata Laila,telah terlelap dalam tidurnya sudah. "Makasih, Laila. Atas waktunya, berharap kita seperti ini dan memiliki beberapa anak". Al, mencium kening Laila tadi. Sekarang yang empunya,telah bermimpi indah.
kini Al, juga memejamkan matanya. mereka saling berpelukan dengan mesra, larut dalam mimpi indah masing-masing.
********
Al, merasakan tangannya sangat pegal.ia terbangun dari tidurnya, terlihat jam menunjukkan pukul empat pagi. listrik tidak padam lagi,kini cahaya lampu menyinari seisi ruangan kamar.
Al, tersenyum manis.ini adalah pertama kalinya,ia melihat Laila tanpa menggunakan hijab. begitu cantik, hidung mancung,bulu mata lentik dan. bibirnya terlihat seksi menggoda. berlahan-lahan Al, mendekati wajahnya Laila.
Cup....
satu kecupan mendarat di bibir Laila, walaupun sang empunya masih terlelap dalam tidurnya. Al, tersenyum dan mengelus pipi mulusnya.ia juga membenarkan rambutnya,karena menutupi bagian wajah Laila.
"bibirmu sangat manis, Laila. rambut panjang mu, sangat indah". lirih pelan Al, setelah puas memandangi wajah Laila. ia turun berlahan-lahan dari ranjang, niatnya untuk beristirahat di kamar sebelah. Tak mungkin Al, mengambil kesempatan dalam kesempitan. ia harus menjadi pria idaman, agar hati Laila luluh dengan sendirinya.
__ADS_1
Al, menutup pintu kamar Laila secara berlahan. agar Laila,tak terbangun dari tidurnya. ada rasa lega,telah mencuri ciuman Laila. ia yakin,itu adalah ciuman pertamanya. "maafkan aku, Laila. sudah menodai kesucian bibirmu.hihihi".