TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Tidak


__ADS_3

Dalam keadaan tak sadarkan diri Ayunda,di bawa ke dalam kamar.di rebahkan tubuhnya di atas ranjang,oleh seorang pria.


Tak berapa lama Ayunda, seperti sadar namun semua tubuhnya terasa lemas. Pengelihatannya memburam, namun ia bisa mendengar suara-suara orang yang tengah berbincang.


Ia hanya bisa melihat seorang pria dan wanita,namun tak jelas ia lihat. Ia hanya mampu menggeleng kepala dan menangis.


"Kau sadar Ayunda..!apa tubuhmu lemas..hemmm,kau tak asing bukan dengan suaraku,". Kekeh wanita itu, dengan memegang dagu Ayunda.


"B-bu..A-Ar..ru..m,". Ayunda, terbata-bata.


"Hahahaha.... kau akhirnya mengenaliku Ayunda, lihatlah dirimu. Begitu sangat lemah tak berdaya tanpa suami tercintamu,hahahah..,". Gelak tawa bu Arum, ia menyeringai tajam.


Mata Ayunda,terasa berat untuk di buka. Bukan hanya suara bu Arum,namun ada juga suara tengah berbisik di telinganya. ia juga tak menyangka jika Bu Arum,tega menculiknya.


Ya Allah, tolonglah hamba dan anakku. Zense,tolong aku..., batin Ayunda. Air mata mengalir di pipi mulusnya


Bu Arum,duduk di tepi ranjang. Ia sambil menatap ke arah Ayunda,yang sudah sangat lemas.


"Ahhh...aku sebenarnya tidak ada motif dendam kepadamu,berkat kau dan suamimu. Aku bisa menguasai harta suamiku Tejo,kau tau Ayunda. Tubuh pak Tejo, sekarang tinggal menunggu waktu saja,ia akan pergi selama-lamanya. Aku sempat berpikir panjang,kau Sangat kaya raya,bukan,". Ucap bu Arum. "Aku sengaja membuatmu lemah tak berdaya,aku masih memiliki anak laki-laki bernama Roby. Ia akan melakukan hubungan in-tim kepadamu,tenang saja anakmu di dalam kandungan baik-baik kok. Kasian bukan anak mu tidak memiliki seorang ayah,jadi anakku akan menggantikan posisi menjadi ayahnya. Hahahahah....aku juga akan memvideo kalian,biar aku bisa mengancam mu Ayunda. Ahhh...aku tidak sabar lagi memiliki semua harta-harta peninggalan suamimu,". Seringai Bu Arum.


Air mata mengalir deras di pipi Ayunda,ia hanya mampu menggeleng kepala. bu Arum,hanya bermotif ingin menguasai harta Ayunda. tentu saja janda seperti Ayunda,banyak yang mengincar dia juga memiliki kekayaan dari Alm.suaminya.


Tidak,aku tidak mau. Ya Allah, lindungilah aku,rintih Ayunda. Bagaimana ini? Tubuhku sangat lemah tidak bisa bergerak,aku tidak mau,tidak mau. Dasar wanita brengsek,licik. Aku akan balas dendam kepadamu bu Arum,ingat itu,batin Ayunda.


"Ayunda, Ayunda...aku tidak sabar lagi memiliki menantu kaya raya sepertimu, pasti orang-orang membanggakan diriku. batapa hebatnya aku seorang istri juragan sapi dan memiliki menantu kaya raya. pasti orang-orang di sekitar akan iri kepadaku,sebab mereka itu terlalu bodoh, hahahahaha....liat aku begitu mudahnya melumpuhkan dirimu Ayunda, tenang saja aku akan menyayangi mu sebagai menantuku,". bu Arum, mengelus rambut Ayunda. ia juga menghapus air mata Ayunda,ia membenarkan rambutnya yang terkena wajahnya. "cantik sekali menantu ku ini,uuuummaahh..,". bu Arum,mencium kening Ayunda.


wanita gila, jangan harao aku mau menuruti kata-kata kamu bu. akan aku balas kalian,ya Allah.

__ADS_1


"Aku tau kamu mengumpat diriku, simpan saja umpatan mu itu Ayunda. Nikmatilah permainan anakku, umpatan mu akan menjadi suara desa-han,". Senyum semerik bu Arum.


Bu Arum, memaksa Ayunda untuk buka mulut agara bisa menelan obat perang-sang yang di berikannya. "buka mulutmu, berhenti menggeleng kan kepala mu Ayunda,". bentak bu Arum.


Plakk...


Dengan hati kesal ia menampr wajah Ayunda.


"Brengsek....diam kamu Ayunda....apa aku tampar lagi ha...buka mulut,cepat..!!! Uuhhh...susah sekali,". Bentak bu Arum.


Plakkk...


Bu Arum, langsung menampar wajah Ayunda lagi. Karena kepalanya geleng-geleng tak karuan sehingga susah meminumkan obat.


"sudahlah bu,kalau tidak bisa gak papa. Lagian dia lemah tak berdaya,". Ucap Roby,yang siap menjelajahi seluruh tubuh Ayunda.


Tidak,aku tidak mau...kalian brengsek..awas kaliaaaan,dalam hati Ayunda,tengah berteriak.


"ayolah,sayang. kamu nikmati saja permainan ku,mana mungkin hantu suamimu datang tiba-tiba,". ejek Roby, ia melepas bajunya.


Tidak,aku tidak mau. Apa yang harus aku lakukan sekarang,aku hanya bisa berdoa. Ucapnya dalam hati,ia hanya bisa memejamkan matanya.


Hidupnya benar-benar hancur jika ini semua terjadi, ia tak pantas hidup lagi semua tubuhnya hidupnya sudah di hina sekejam ini.


"ayolah,bu. Aku tidak sabar lagi mencicipi tubuh mulusnya janda ini,ia terlihat sangat cantik dengan perutnya yang buncit. Halo.. calon anak papah, papah akan menjenguk mu. Tenang saja papah,akan melakukannya dengan pelan,". Kekeh Roby .


Bu Arum,mulai dengan aksinya untuk siap merekam video anaknya menyetu-buhi Ayunda.

__ADS_1


"Mende-sah lah, calon mantuku,". Senyum semerik bu Arum.


"Kau sangat cantik Ayunda,aku langsung jatuh cinta kepadamu. Uuuhhhh....aku jadi gak sabar menik-mati tubuhmu,". Roby, memainkan lidahnya, seakan-akan tubuh Ayunda. Seperti makanan lezat,siap di santap. Roby, berlahan-lahan mendekat Ayunda. Ia merangkak naik ke atas ranjang, dengan senyum semerik. Tangannya juga siap membuka kancing baju Ayunda.


Mata Ayunda,sudah memerah ia menahan rasa amarah dalam dirinya. Air matanya mengalir deras, kepalanya hanya geleng-geleng kekanan dan ke kiri. Memberontak pun juga tidak bisa,ia ingin sekali menusukkan pisau di tubuh pria tepat di hadapannya saat ini.


Braaaaakkkkk......


"Siapa kalian....,". Bu Arum, terkejut saat seseorang mendobrak pintu kamar. Hingga pintu kamar tersebut lepas dan hampir terkena bu Arum.


Siapapun tolong aku,tolong aku dan anakku.apapun akan aku berikan imbalan berapapun di minta,batin Ayunda. Ia melihat samar-samar banyak orang-orang masuk ke dalam kamar yang di tepatnya.


Roby, langsung pergi dari atas ranjang. Ia baru melepas beberapa kancing baju Ayunda.


****


Sedangkan di tempat lain. Kevin,sudah menyebarkan orang-orang suruhnya untuk mencari Ayunda.


Begitu juga Regan dan Farhan, mencari-cari kesana ke mari.


Melisa dan Vivian,juga pergi kerumah Ayunda. Mencari informasi kepada tetangga dan ibu-ibu di sana.


Saat mendengar Ayunda, hilang. Hendri,juga sigap mencari Ayunda.


Bi Ijah, menangis kesegukan. Ia menyalahkan dirinya sendiri,karena tidak ikut dengan Ayunda. Ia menyesal karena sudah lalai kepada majikannya.


Melisa dan Vivian, sangat geram kepada bi Ijah. Namun apalah daya nasi sudah jadi bubur.

__ADS_1


"jangan menyalahkan diri bi Ijah, ini sudah terjadi bi. kita hanya bisa berdoa saja,". Vivian,mencoba menenangkan hati bi Ijah.


"tidak,Non. ini semua salah bi Ijah,". isak tangis bi Ijah.


__ADS_2