TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Stasiun Kereta Api


__ADS_3

Dua hari kemudian, Sekitar jam delapan pagi. Ayunda,sudah rapi dengan pakaiannya. Ia juga menggunakan selendang biru langit di bahunya.


Terlihat bi Ijah dan Al,juga siap pergi ke mansion J. Sengaja Ayunda, menyuruh anaknya di mansion saja. tak perlu ikut bersamanya,takut kelamaan.


Sedangkan Ayunda,akan pergi ke stasiun kereta api. Untuk menjemput J,ia sedikit ragu siapa tau J belum pulang. Tapi tak salahnya ia menunggu beberapa jam di stasiun kereta.


"pagi-pagi sudah mau pergi aja" ucap Fitri,ia terlihat habis dari warung menenteng dua kresek di tangannya.


Ayunda, tersenyum dan melipat kedua tangannya ke dada. "hemm...ada urusan,".


Fitri,mulai mendekati Ayunda. Ia terlihat calingukan ke kana dan ke kiri. "Aku punya sesuatu untuk mu". Bisik Fitri. Seketika Ayunda, menjauhi diri.


"Sesuatu apa? Jangan aneh-aneh". Tanya Ayunda. Fitri,mulai mendekati Ayunda lagi. "Tak perlu juga dekat-dekat"


Ck, mentang-mentang aku belum mandi. sok-sokan gak mau didekati.


"Ayunda,kamukan Janda. Aku punya lo,kakak ipar juga. Gak kalah gantengnya, kaya raya lagi. Kamu mau gak? Aku jodohkan. Mumpung malam ini dia ke sini,siapa tau cocok sama kamu". Delik mata Fitri.


Ayunda, langsung mengerutkan keningnya. "Ha....?maaf,aku sudah memiliki tunangan". Ia langsung memperlihatkan cincin di jari manisnya.


"lebih baik kamu sama kakak ipar ku aja,Kita bisa jadi keluarga Ayunda". Ucap Fitri,lagi. Mau aja kenapa? sok jual mahal.


Ia tersenyum merekah. "Ayolah, Ayunda. Kamu gak bakalan menyesal kok". Kedip matanya.


"Aku tidak bisa fit,aku pergi dulu. Ada urusan". Ayunda, langsung bergegas masuk ke dalam mobilnya. Ia langsung meninggalkan perkarangan rumahnya sendiri.


Fitri, menatap tajam ke arah Ayunda. Yang sudah meninggal dirinya sendiri,ia menyunggingkan senyumnya. "Sial, awas kamu Ayunda. Hidupmu gini-gini saja,tapi selalu keberuntungan di pihak mu. Tidak seperti ku,". Dengus kesalnya. Ia langsung pulang kerumah, dengan hati kesal.


Brakk....


Pintu rumah terbuka lebar-lebar mata Fitri, menatap tajam ke arah suaminya Reyhan.


"Sampai kapan kamu selalu menganggur begini, mas. Aku capek-capek kerja, sedangkan kamu enak-enakan di rumah". Bentak Fitri. "belum lagi menyiapkan sarapan dan beres-beres rumah,". keluhnya

__ADS_1


"Hussssttttt,tidak usah berisik kamu Fitri. Kalau investasi dengan kakakku cair,kamu akan menikmati juga uangnya". Ucap sang Suaminya dengan santai. "tidak perlu banyak omel-omel".


"Kapan mas? Kapan ha..?? Tabungan kita sedang menipis mas. Jangan diam saja,aku susah payah merebut harta warisan dengan kakakku. sampai-sampai kami bertengkar hebat". Ucap Fitri,air matanya mengalir di pipinya.


"Diam kamu Fitri,jadi istri sukanya menyuruh dan marah-marah terus. Lakukan saja,apa kata kakak ku. Kamu bujuk rayu, Ayunda. Kalau dia mau dengan kakakku, bakalan untung besar.kita juga hidup enak kok,kalau kita hidup kita enak. kakakmu juga gak bakalan marah lagi," Ucap Reyhan, dengan entengnya.


"Cukup,mas...!!!! Ayunda,itu sangat susah di taklukkan. Aku tahu bagaimana sikapnya,aku sudah bilang tadi kepada Ayunda. Tapi dia menolaknya mas,apa lagi tunangannya itu adalah kembaran suaminya. Aku tau dari ibu-ibu sekitar sini,". Fitri, menghela nafasnya dengan berat.


"Kamu usaha dong Fitri,baru sekali aja. Kamu bisa kan bilangnya nanti lagi,kamu bujuk terus lah. Jangan nyerah gitu aja, seandainya kakakku menikah dengan Ayunda. Kakakku bakalan menguasai harta-harta nya,kita juga bisa menikmati tanpa susah payah bekerja ". Kata Reyhan,ia menatap ke arah istrinya.


Fitri,memijat keningnya terasa nyut-nyutan.ia bingung harus bagaimana lagi, kenapa harus dia. kenapa tidak kakak iparnya sendiri, untuk berusaha sendiri.


******


Sesampai di stasiun kereta api. Ayunda, tengah bersantai menunggu di salah satu kursi.


Ia menggunakan kacamata hitam dan kepalanya di tutupi dengan selendang.sesekali selendang itu jatuh,ia juga senyum-senyum ketika orang-orang memandangnya.


Bersilih berganti kereta api sudah. Hanya helaan nafas berat yang di hembuskan Ayunda,tidak ada tanda-tanda kedatangan J.


Sudah bersilih berganti juga,orang yang duduk di sampingnya. Ayunda,masih santai dan menikmati penantiannya.


Tuuut...... tuuut... tuuut....


Kereta api,baru saja datang. Terlihat sesosok yang di kenal Ayunda.


Ayunda, langsung berdiri saat melihat seseorang berdiri di depan pintu gerbang kereta api.siapa lagi kalau bukan J,ia menentang tas di bahunya.


Ayunda, tersenyum saat melihat sesosok yang ia rindukan sudah satu bulan tak ketemu.


Namun senyuman itu,hilang. Saat mengetahui di depannya seorang wanita cantik,tengah menunggu J. Siapa lagi kalau bukan,Yolanda.


Yolanda,menoleh kebelakang ia tersenyum kecil. "Kita lihat Ayunda,J akan menghampiri dirimu atau aku". Lirihnya.

__ADS_1


Kenapa dia tiba-tiba ada? Apa dia juga sedang menunggu juga,tapi dimana? Kenapa aku tidak tahu,gumam Ayunda.


J, langsung turun dari gerbang kereta. Sedangkan Yolanda, langsung mendekati J yang turun.


"J....!!!". Lirihnya Yolanda,ingin menyentuh lengan J. Namun secepatnya dia berlalu dan menghampiri Ayunda.


Tepat di belakang Yolanda,yang tak jauh.


Ayunda, tersenyum merekah saat J. Sudah memeluk dirinya dari belakang.


Yolanda, sangat kesal kepada J. Mana mungkin dia di cuekin begitu saja,tanpa berkata apa-apa dan menyelonong melewati dirinya.


"aku sangat merindukanmu". Bisik sensual J, tepat di telinga Ayunda.


"Aku kira,kamu tidak akan pulang". Jawab Ayunda,ia memeluk erat tubuh J. Seketika ia tersenyum ke arah Yolanda, seakan-akan seperti meremehkan dirinya.


"J, kenapa kamu tidak menghiraukan ku". Bentak Yolanda. saat


Ayunda, melonggarkan pelukannya. "Heeesttt....lepas dulu,kamu bereskan dia".


"Apa kamu mengenalinya,hemmm? Tapi kapan dan dimana,sayang". J, mengecup kening Ayunda.


Yolanda, bertambah besar kesalnya. Mana bisa,ia melihat J mencium kening di hadapannya tanpa malu-malu.


"untuk apa kamu ke sini? Aku tidak meminta mu, ke sini". Tegas J,kepada Yolanda.


"J,kenapa kamu berbicara seperti itu ha? Apa kamu lupa siapa aku". Yolanda, langsung menarik lengan J. Namun secepatnya J,tepis


"Jangan sentuh aku Yolanda,aku tidak suka di sentuh siapapun. Aku tahu siapa kamu? Kamu adalah rekan kerja. Hanya rekan kerja". Tegas J,ia menatap ke arah Yolanda. "Pergilah lah,kau dari sini. aku tidak meminta mu menunggu ku,bukan".


"kamu mengusir ku J,". Yolanda, nampak tak percaya. "Kau,kau benar-benar berubah J".


"Sejak kapan aku pernah peduli dengan mu,kau hanya sebatas rekan kerja tak lebih". J, langsung menarik lengan Ayunda.

__ADS_1


Yolanda,masih terdiam di tempatnya. Sedangkan Ayunda,ia mengedipkan matanya sebelah dengan senyuman manis.


"Aaaaaaaa....". Teriak Yolanda, matanya mulai berkaca-kaca. Ia tak peduli dengan sekitar dengan tatapan orang-orang lalu lalang.


__ADS_2