
Di sore hari. Ayunda, tengah berjalan-jalan di pinggir pantai. Ia menikmati suasana indah ini,jarang sekali berlibur seperti ini.
Ombak kecil menerjang di kakinya, terlihat jelas airnya begitu jernih dan segar.
"Aaaakkhh...!!!". Pekik Ayunda, saat tubuh nya di angkat J dari belakang. J, langsung berputar-putar.
Ayunda dan J, saling tertawa lepas. Seakan-akan tidak ada beban apapun.
Mereka juga bermain kejar-kejaran seperti anak kecil dan bermain air.
Hap.....
J, mencekram lengannya Ayunda. Ia tersenyum kecil, saat memandang wajah cantik Ayunda.
"Ayo,kita mandi". Ajak Ayunda,ia berbisik di telinga J.
ⁿ
J, langsung mengangkat tubuh Ayunda dan membawanya agak jauh dari pinggiran pantai.
Semakin jauh, semakin dalam air laut yang di tempuh.
J, mencium bibir Ayunda. Sambil berendam di air,tangan nakalnya menggerayangi tubuh istrinya.
Matahari mulai terbenam. Tapi dua insan saling berpelukan dengan mesra nya, tanpa menghiraukan lainnya.
"aku sangat mencintaimu Ayunda". Bisik J, sambil memeluk erat tubuh Ayunda.
"Aku juga, sangat mencintaimu". Balas Ayunda,ia tersenyum kecil.
*****
Malam harinya. J, mengajak Ayunda dinner di pinggir pantai. Terlihat malam begitu cerah dan di hiasi bintang-bintang di langit.
Ayunda, terlihat sangat cantik dengan dress selutut berwarna hitam.
Begitu juga J, terlihat sangat tampan dan gagah.
"Wahhh.... indahnya". Ayunda, berputar-putar saat melihat sekeliling di hiasi bunga-bunga dan lilin-lilin.
"Kau menyukainya sayang". Tanya J, memeluknya dari belakang.
"Hemmm...kau sangat romantis sayang" Ayunda, tersenyum merekah.
"Spesial untukmu sayang,". J, mengecup sekilas di bibirnya Ayunda.
"Silahkan duduk,sayang" J, menarik kursi untuk istrinya. Barulah dia duduk tepat di depan Ayunda,hanya berhalat meja.
"Bunga-bunga yang sangat harum". Gumam Ayunda, hidangan pertama sudah datang.
"Makanlah yang banyak sayang, setelah ini tenagamu akan terkuras," senyum semerik J.
Selesai acara makan malam bersama. J, langsung membawa Ayunda. Berjalan-jalan di pinggir pantai,ombak kecil menerjang di kaki mereka.
"Kapan kita pulang,Sayang". Tanya Ayunda, langsung.
__ADS_1
"Kau maunya kapan sayang,". J, sudah mengangkat tubuh Ayunda.
"Besok bagaimana," jawab Ayunda, dengan santainya.
"Baiklah,layani aku malam ini ". Senyum semerik J,ia langsung mendorong pintu kamar mereka.
Ia merebahkan tubuh Ayunda, secara berlahan.
Sedangkan J, tersenyum kecil. Ia melepaskan pakaiannya sendiri dan meninggalkan boxer nya saja.
Dua insan saling berpelukan dengan mesra, suara desa-han menggema di kamar saling bersahutan.
Menik-mati sensasi berc-inta mereka,yang penuh dengan gai-rah.
*******
Dua Minggu kemudian. soal pernikahan Ayunda,sudah tersebar luas.
Ayunda, menjalankan kehidupannya seperti biasa.
"Hari ini aku harus ke distrik militer,sayang. Mungkin sore aku akan pulang". J, mencium kening Ayunda.
Ayunda, merapikan pakaian sang suami. "Hemmm....aku juga mau kekantor,banyak pekerjaan yang sudah menanti". Kata Ayunda,ia merias wajahnya.
"Ingat,jangan sampai kamu dekat-dekat dengan duda itu. Siap-siap kamu akan aku hukum". Senyum semerik Ayunda.
"Hemmm....iya suamiku posesif". Kekehnya Ayunda,ia mencium punggung tangan suaminya.
"aku pergi dulu, sayang". J, langsung menghilang di balik pintu kamar mereka.
Saat keluar kamar. Ia menemukan anaknya,tengah menonton televisi bersama bi Ijah.
"Yang pintar yah,sama bibi. Mamah,mau kerja". Ayunda, mengecup kedua pipi anaknya.
"Mamah, hati-hati yah. Kalau pulang,beliin ayam goreng" pinta sang anak.
"Oke,sayang. Daahhh... Assalamualaikum".
"Wa'alaikum salam, mamah". Jawab Al,ia tersenyum manis.
Saat keluar dari rumah. Ada seseorang tengah menunggunya. Ayunda, hanya menghela nafasnya dengan berat.
"Kenapa kamu lakukan ini, Ayunda". Ucap Hendri, dengan tatapan sendu.
"Maksud kamu apa,aku gak paham apa yang kamu katakan". Sinis Ayunda,ia ingin secepatnya meninggalkan perkarangan rumahnya. Tapi di cegah oleh sang mantan.
"kamu diam-diam menikah Ayunda, tanpa seijin dariku. Aku berhak atas ijin atau tidaknya,aku ini mantan suamimu". Hendri, meninggikan suaranya.
"Sayangnya,aku tidak pernah menganggap dirimu mantan suamiku. Sungguh aku sangat menyesal, sudah pernah bersamamu dulu" senyum semerik Ayunda."aku tidak diam-diam menikah,banyak orang-orang sekitar sini. Yang menyaksikan langsung saat ijab Kabul,".
"Kenapa kamu tidak memberitahu ku Ayunda,aku berhak atas semuanya".
"Karena kamu bukan orang penting,makanya aku tidak mengundang mu. Bikin enek melihat wajah mu,minggiiiirr....aku mau bekerja".
"Aduuhhh.....sudah menikah tapi masih kerja". Ucap Fitri,yang baru datang.
__ADS_1
Mungkin melihat adu debat di depan rumahnya Ayunda, membuat Fitri nekat mendekati Ayunda dan Hendri.
"Coba kaya aku, sudah menikah. Tapi santai-santai saja,tidak perlu bekerja keras. Tinggal minta, langsung dapat uangnya dari suami". Ledek Fitri,ia tersenyum kecil. "Hati-hati lo,punya suami militer. Pasti banyak yang suka, pelakor ada dimana-mana".
"Memang benar,pelakor dimana-mana. Termasuk kamu". Sahut Ayunda. "Minggiiirr, Hendri.....aku mau masuk mobil".
Ayunda, mencoba menyingkirkan tubuh Hendri. Sekuat tenaga Hendri,tetap menghalanginya.
"Ayundaaaa.... minggiiirr..". Teriak tetangganya sambil membawa satu ember air.
Byuurrrrr......
Tetangga Ayunda, yang berbadan sumo. Sudah menyiram tubuhnya Hendri,ini adalah yang kedua.
Hendri,sudah basah kuyup oleh tetangga Ayunda.
"Ahahahaa....om basah,". Gelak tawa Al, bersama bi Ijah.
"Bu, apa-apaan ini? Main siram saja,ini sudah yang kedua kalinya bu. Bajuku sangat mahal,tidak sembarang asal siram saja". Bentak Hendri, dengan sombongnya
"Ckckck, sok belagu kamu Hendri. Baru kaya sebentar sudah mulai sombong,aku yang sudah lama kaya tak seperti mu". Sahut tetangga Ayunda.
Bu Sumi dan tetangga lainnya hanya cekikikan, sedangkan Fitri ternganga melihat kejadian.
"Apa kamu mau juga Fitri" ucap tetangga Ayunda,yang menyiram tubuhnya Hendri.
Tidak ambil pusing lagi. Ayunda, langsung masuk ke dalam mobil. "Makasih,bu. Atas bantuannya". Ucap Ayunda, langsung menancapkan gas mobilnya.
Ia meninggal Hendri dan lainnya.
"Ehh... Fitri,jangan macam-macam kamu sama Ayunda. Bisa habis kamu di tangan kami". Kata bu Sumi, mengancam Fitri. Sebelum dia meninggal perkarangan rumah Ayunda.
Ia juga tak menjawab perkataan ibu-ibu di sana. Sedangkan Hendri,ia langsung pulang. bajunya yang basah kuyup, niatnya untuk menghalangi Ayunda pergi malah dia kena semprot oleh tetangganya.
******
Sesampai di kantor.
Ayunda, langsung masuk ke ruang kerjanya. Ini adalah pertama masuk bekerja, setelah libur panjang.
Padahal badannya pegal-pegal semua,tiap malam ia di hajar habis-habisan oleh suaminya.
Ceklekk.....
Pintu ruang kerjanya terbuka lebar-lebar. Mata Ayunda, terbalalak siapa yang ada di dalam.
Terlihat jelas di wajah Melisa, Vivian, Regan, Kevin, Alex dan Farhan.
"Hehehehe,". Ayunda,hanya cengengesan. Tatapan mereka, sudah bisa Ayunda tebak.
"Ayundaaaaaaaa.....". Teriak Melisa dan Vivian, bersamaan. Sedangkan lainnya,hanya menutupi telinga masing-masing.
********
makasih banyak sudah berkenan mampir untuk membaca tulisan receh author.
__ADS_1
Author mengucapkan Dirgahayu republik Indonesia HUT ke-77. 🙏🙏🙏🙏 Merdekaaaa......pulih lebih cepat bangkit lebih kuat 💪💪💪💪