
Hari demi hari berganti. Kini Ayunda,sudah terbiasa satu atap dengan kakak iparnya. Ayunda,sering kali menghindari J. Ayunda, lebih sering mengurungkan diri dalam kamar bersama anaknya.
Pagi hari ini Ayunda,sudah tidak menampaki anaknya di tangan baby sitternya.
"Dimana anakku Shella,". Tanya Ayunda, kepada baby sitternya.
"Itu bu,di bawa tuan J. Berjemur di luar,tenang saja bu. Berjemur di pagi hari malah bagus untuk kesehatan bayi,". Senyum kecil Shella.
Tanpa menjawab perkataan baby sitternya. Ayunda, langsung melangkah kakinya keluar. Untuk melihat anaknya yang sedang berjemur bersama J.
Benar saja ia melihat J sedang menggendong Al, anaknya.
Melihat kehadiran Ayunda, ia tersenyum kecil. "Apa kamu sudah sarapan pagi,hemm..," tanya J, walaupun Ayunda. Masih di belakangnya,setiap hari J selalu perhatian kepada adik iparnya. Walaupun Ayunda, selalu menggubris pertanyaannya.
"Aku sarapan atau tidak,bukan urusanmu J. Jadi aku harap kamu tidak usah, khawatir atau sok perhatian," sinis Ayunda. Ia mendekati J,ingin mengambil alih anaknya.
J,hanya tersenyum mendengar ucapan Ayunda. Ia menatap tajam ke Ayunda,tanpa berkata-kata.
"Tidak perlu kamu menatapku dengan tajam J,siapa tau matamu suatu hari nanti akan melompat ke luar," ejek Ayunda. " Berikanlah anakku,aku ingin menyusuinya,"
Ayunda, langsung mengambil alih anaknya dan membawa ke dalam.
J,hanya tersenyum melihat kepergian Ayunda.
tanpa menjawab perkataan Ayunda,ia juga membiarkan pergi.
****
"Ganteng banget anakmu Ayunda, semoga aja anakku cewek. Biar anak kita bisa di jodohin," kekeh Vivian.
"Gak biasa gitu dong,Vi. Aku juga pengen lah,besanan sama Ayunda,". Timpal Melisa
Saat ini mereka berdua sedang menjenguk keadaan Ayunda. tentunya di ikuti para suami siap siaga kepada bumil.
"Yang duluan lahiran itu aku Mel,siapa yang duluan berarti aku lah," sungut Vivian.
"Semoga aja anakmu cowok Vi,biar berantem sama anak Ayunda. rebutan anakku yang cewek," balas Melisa. ia tak mau kalah juga.
Ayunda,hanya cengengesan mendengar ucapan mereka.
"Gimana satu atap dengan kembaran suami, kamu gak hilafkan Yu,". Tanya Vivian.
"Iya,aku juga penasaran lo sama kalian satu atap. Kamukan pasti kangen sama sentuhan suami,apa lagi mirip suami kamu beneran,". Sambung Melisa.
__ADS_1
"Apaan sih,norak deh kalian. Mana mungkin aku hilaf,sama si soang itu," ketus Ayunda.
"Hati-hati lo, ngatain orang. Bisa-bisa kamu hilaf Ayunda,apa lagi kamu udah lama gak di belai-belai sedap,". Ucap Vivian, membuat tubuh Ayunda,ser ser tak karuan.
"Jangan iri lo, dengan kami yang tiap malam gagepin laki,". Sindir Melisa.
"Bisa gak sih? Kita gak usah ngomong masalah itu,kalian sadar lah. Status kita sudah berbeda,". Ujar Ayunda.
"canda Yu,candaaa...gak usah baperan deh," Melisa dan Vivian. Mereka saling cekikikan melihat Ayunda, terlihat cemberut.
Lambat laun kalian akan jatuh cinta Ayunda,batin Vivian.
"Siapa juga yang baperan, kalian aja kali," jawab Ayunda.
"nah,kalau gak baperan. aku punya video hot ni,di ponsel. tapi masalahnya aku takut aja,malam nanti J malah di perkosa kamu Yu. apa lagi nonton video beginian bikin ser...ser...pengen,". kekeh Melisa.
"semenjak hamil,gak bisa gaya-gayaan. takut anakku kenapa-kenapa,". keluh Vivian.
"iya, mana mainnya harus pelan juga. maaf yah, Yu. kamu yang sabar,kalau anumu pengen. gampang minta sodokin sama J,anggap saja suamimu,". tanpa basa-basi Melisa, berucap seperti itu.
Plakk....
Ayunda,menapak paha mulus Melisa. "ngaco kamu Mel, ngomong begituan. aku gak juga kali segitunya mau di nganu-nganu. aku sudah biasa lah,". apa-apaan sih, mereka ngomongin nganu-nganu. dulu enak ada suami tinggal pancing-pancing langsung dapat, sekarang mancing siapa? mancing berondong,batin Ayunda.
"langsung cap lima pahamu Mel, makanya mulut di rem dong Mel. kasian Ayunda, takutnya nanti malam dia malah nganu sendiri,". Vivian,malah ikut meledak Ayunda.
"sabaaaarr...punya teman somplak seperti ini,". Ayunda,memusut dadanya.
"Vi,gak mungkin juga Ayunda. malah nganu-nganu sendiri,diakan lagi masa nifas. tapi takutnya aja sih,malah J di per-kosa Ayunda. siapa tau aja Ayunda, tiba-tiba meresahkan,". timpal Melisa.
Ayunda,hanya menepuk keningnya. mendengar perkataan Melisa.
"Wesss...lagi ngomongin apa nih,". Ujar Regan,masuk ke kamar Ayunda. Juga di ikuti oleh kevin, Farhan.
"Ngapain kalian ke sini,ha? Ikut-ikutan urusan wanita," decak Melisa.
"Kami juga pengen gendong,anak Ayunda. Sini aku gendong duluan,biar nambah ilmu sebentar lagi akukan jadi seorang ayah," kekeh Regan.
"Gantian yah,nanti aku lagi,". Ujar Kevin. terlihat tak sabar untuk menggendong Al.
"Hemmm...aku juga," sahut Farhan. ia tak mau ketinggalan.
Ayunda, Melisa dan Vivian. Melihat sikap suami masing-masing,saat menggendong baby Al.
__ADS_1
Al Negredo,nama yang di berikan oleh J.
"Kevin, sepertinya kamu pantas untuk menjadi seorang ayah," ucap Melisa, tiba-tiba.
"Haaa...aku,hahahaha...masa,". Jawab Kevin,ia tengah asyik menggendong Al.
"Jangan bilang begitu sayang, Kevin itu jomblo sejati,". Ledek Farhan.
Seseorang masuk kedalam kamar yang di tepati mereka yang tengah asyik berbincang hangat. Ia adalah Jack, sekertaris pribadinya J.
"Maaf, tuan-tuan dan nona-nona. Waktu kalian sudah habis,tolong pergi dari mansion ini," tegas Jack.
"Siapa kau, seenaknya menyuruh kami pergi," jawab Farhan, begitu menantang.
"Tunggu,aku ingin bertemu J. Kalian tunggu lah di sini," kata Kevin.
Kevin, langsung mengikuti sekertaris pribadinya J. Ia menuju ke ruangan berbeda, terlihat seorang pria tengah duduk santai.
"Sampai kapan kamu mengurung Ayunda,di mansion ini,". Ucap Kevin, tanpa basa-basi.
"apa kau Kevin? Ahhh...apa kau sudah menanyakan Ayunda? Apa aku mengurungnya di mansion ini, tentu tidak Kevin,". Ucap J, dengan tegas. "Aku tidak pernah mengurung Ayunda,aku memberanikan dirinya bebas. Asalkan dia kembali lagi ke mansionku,tenang saja aku tidak sejahat yang kau pikirkan Kevin. Pergilah, waktu kalian sudah habis. Ayunda, membutuhkan istirahat banyak,". Ucap J, terlihat jelas ia tak suka dengan Kevin.
"maaf Tuan,anda silahkan keluar bersama dengan yang lainnya," ucap jack.
Dengan berat hati. Kevin, terpaksa meninggalkan Ayunda. Diikuti dengan yang lainnya.
"Kapan-kapan ke sini lagi yah,". Senyum merekah Ayunda."nanti kita kumpul-kumpul di luar, kalau anakku sudah umur beberapa bulan,". Kekeh Ayunda.
"Kamu jaga kesehatan yah,jangan terlalu lelah Ayunda,". Kevin,mengelus bahu Ayunda.
"Ciyeeee....,". Ucap mereka bersamaan melihat sikap Kevin.
Ayunda,hanya mengulum senyum merasa malu.
"Huhuuuyyy...ayee..ayee," ujar Regan.
"ada yang uwuwuwan nih,". kekeh Melisa.
Mereka cengengesan melihat sikap Kevin,yang sudah berani menyentuh bahu Ayunda.
Perlakukan Kevin, terhadap Ayunda. Membuat J, menahan rasa amarah. Ia tidak suka jika ada seseorang menyentuh adik iparnya.
Selepas kepergian teman-teman Ayunda. Ia membaringkan tubuhnya,ia merasa lebih baik.
__ADS_1
Entah kenapa ia merindukan rumah lamanya, dengan ibu-ibu dan tetangganya. Ia juga berniat untuk pulang kerumahnya,apa J akan mengijinkan dia pergi.