
Al, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sudah satu minggu Laila, masih marah kepadanya.
"Lai,sudah seminggu kamu marah sama aku. Akukan sudah minta maaf,". Rengeknya Al, dengan mata sendu.
Namun Laila,acuh saja. Ia asyik menata kue-kue siap di titipkan ke warung-warung langganan,tak menghiraukan rengekan Al.
"Iiiss...malah diam,gak lucu lai,". Tegur Al,ia tersenyum kecil.
"Kamu sudah tahu,kalau aku gak suka di pegang-pegang.kitakan bukan muhrim,". Sungutnya Laila, dengan wajah cemberut.
"Kan aku gemes sama kamu Lai,sampai kapan kamu marah. Apa perlu aku nikahin kamu sekarang,". Al, mencoba menggoda Laila. Ia memainkan kedua alisnya.
Laila, melirik ke arah Al. Terlihat jelas mata indahnya, sedang melirik Al. "Apaan sih, sekolah aja belum lulus". Jawab Laila.
Tak berselang lama ibu Fatimah,ibu kandung Laila keluar dari rumah dan membawa kue.
"Ehh..ada nak Al,mau ambil pesanan ibumu". Tanya bu Fatimah,ia memberikan tempat kue tersebut kepada anaknya.
"Gak bu,tapi sudah seminggu ini. Laila, marah sama aku bu. Karena aku,sudah memegang tangannya di sekolah. Jujur, itupun di saksikan para murid-murid di kelas". Senyum manis, terpampang di wajah Al.
"Astagfirullah Laila,kamu gak boleh gitu dong. Gak baik,musuhan sama orang. Mungkin nak Al,hilaf. Kamu maafin lah, gak usah kaya anak kecil". Sang ibu,malah membela Al.
Iihhh...ibu,malah belain dia sih. Aku apa dia,anak ibu, gerutu Laila. "Aku gak marah bu,sudah aku maafin juga. Tapi,aku masih ngambek sama dia. Males,ngomong pokoknya males aja". Jawab Laila,tanpa ba-bi-bu lagi. "Aku pergi dulu,bu. assalamualaikum". Laila, langsung menancapkan gas motornya dan meninggalkan ibu dan Al.
"maafin anak ibu yah,nanti ibu bakalan bicara pelan-pelan. Kamu yang sabar,yah". Bu Fatimah, memberikan tempat kue kepada Al. "Ini pesanan ibumu".
"Makasih yah,bu. Pamit pulang dulu, assalamualaikum". Kata Al,ia langsung mengambil pesanan kue ibunya dan melangkah pergi.
*****
Saat ini Al dan teman-temannya,tengah nongrong di parkiran sekolah.
"Hust...hussst.... Yulia,kayanya ke sini". Bisik Herman,kepada Al.
"Hai...Al dan semuanya". Kata Yulia, menghampiri mereka.
"Hai juga...". jawab temannya Al, sedangkan dia hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
"Al,boleh gak?hemm...temanin aku jalan-jalan,". Yulia, langsung bergelut mesra di tangan Al. Namun, secepatnya di tepis oleh dia.
Kini Al, sedang duduk di atas motornya. "Gak usah pegang-pegang deh,aku gak suka". Bentak Al, menatap tajam ke arah Yulia.
Laila, bergidik geli menatap ke arah Al. Seakan-akan Al,di ejek oleh Laila. Mau-maunya di tempelin oleh perempuan lain,padahal dia barusan putus dengan kekasih.
"Lepas Yul,aku gak mau ada orang salah paham di antara kita". Tegas Al,ia langsung berdiri dan tidak duduk di atas motornya.
Dari kejauhan Annisa, mengepalkan kedua tangannya. Ia langsung menghampiri Yulia,yang tengah berani mendekati Al. Di hatinya masih ada cinta,ia sangat cemburu pada Yulia.
"jadi cewek itu,gak usah murahan". Annisa, langsung mendorong Yulia.
"yang murahan siapa ha? aku atau kamu,ngaca dong.Oh, kenapa aku dekat-dekat dengan Al. Kamu cemburu ha? Tapi sayang,kamu hanyalah mantan pacar. Wajar dong,aku dekat-dekat bahkan cewek-cewek lain juga". Kata Yulia, sambil menunjuk ke arah Annisa.
"Ck, jangan harap Al mau sama kamu,". Kata Annisa,ia tersenyum semerik.
"murahan teriak murahan,". bisik Dion. yang lainnya hanya cekikikan.
"maaf,aku hilaf mas". sahut Herman, lagi.
"Gak usah ribut-ribut,apa lagi soal merebutkan diriku. Ingat,aku tidak pernah menyukai kalian berdua. Terutama kamu Annisa,jangan sok-sokan berbicara kepada orang-orang. Wajarlah perempuan lain, dekat-dekat dengan kum setara aku jomblo,mau berteman. Kalau masalah suka denganku,itu wajar karena aku manusia". Kata Al,ia tersenyum kecil. "Ayo,kita ke kelas. Males,lihat perempuan debat gak ada habis-habisnya,".
Al dan teman-temannya, langsung meninggalkan mereka.
"Ini semua gara-gara kamu Annisa,dasar tukang selingkuh. Heran...masih aja kamu punya muka,". Senyum semerik Yulia,ia juga meninggalkan Annisa.
Annisa,geram sekali kepada Yulia. "Jangan harap kamu atau siapapun yang memiliki Al,maka dia akan berhadapan denganku Langsung". Gumam Annisa,ia manatap tajam ke arah Yulia
Teman-temannya Al, sudah sampai ke kelas mereka. Sedangkan Al,masih terdiam sejenak di dalam toilet.
"Ehh...sepulang dari sekolahan jadikan kita". Kata zakir,kepada Dion.
"Jadilah,tapi kata Al kita harus ke kantor dulu". Sahut Herman.
Namun pembicaraan mereka, di dengar oleh Laila.
Kayanya ini kesempatan untuk membalas Al,aku yakin mereka akan Adu ayam,batin Laila.
__ADS_1
"Jadikan pulang sekolah ini". Tanya Herman, kepada Al yang baru datang.
"Jadi,tapi kita ke kantor lah dulu. Ambil berkas-berkas,biar gak numpuk amat pekerjaan kita". Jawab Al, merapikan pakaiannya.
Al dan teman-temannya sedang asyik bergurau lepas,namun mata Al tak luput memandang Laila.
"Ciyeee.....yang kemarin, berduaan". Kekehnya Shelly,yang baru datang.
Mendengar perkataan Shelly,raut wajah Al seketika berubah. Sontak dia dibuat diam, berduaan dengan siapa Laila kemarin.
"Hussssttttt,diam. Kami cuma kebetulan ketemu". Jawab Laila, tersenyum kecil.
"Ahhh...masa sih? Aku jadi ragu tau,tuuhhh...wajah kamu memerah,kamu malu yah... sudah ketahuan juga". Kekehnya Shelly, membuat Laila malu-malu.
Laila,tidak sengaja bertemu dengan ustadz Zulkifli yang sedang berbelanja di minimarket. Laila, langsung senang tiba-tiba kebetulan seperti ini. Jujur saja hatinya dag-dig-dug serrr, sampai sekarang.
"Emang kemarin Laila, berduaan dengan siapa". Sahut Al,ia juga penasaran. Walaupun di hatinya, sangat cemburu. "Ck,di pegang tangan ngambek gak ke tolongan. Tapi,malah berduaan dengan pria". Senyum semerik Al.
Kenapa Al, berbicara seperti itu? seakan-akan dia merendahkan diriku, gerutu Laila.
"Maksud kamu apa Al, menuduh ku yang bukan-bukan,". Laila, langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Buktinya itu,aku cuman pegang tangan. Tapi,kamu malah berduaan dengan pria lain. Sama aja,dosa juga. Apa lagi,bukan muhrim ". Al, menyeringai tajam.
"Hussssttttt....gak usah di dengarin apa kata Al,dia cuman bercanda kok". Shelly, menenangkan hati Laila.
"Aku gak terima dia ngatain aku kaya gitu Shell. Kamu sadar dong Al,aku ketemu sama dia gak sengaja. Lagian kami, berbelanja di minimarket. Banyak orang-orang,gak pegang-pegang segala". Bentak Laila,ia menahan emosinya.
"Aku tahu,kamu cemburu. Tapi, jangan asal tuduh yang enggak-enggak dong. Takutnya Laila,malah benci sama kamu". Bisik Dion, sontak membuat Al jadi gusar mendengar ucapan Herman.
"Maafkan aku Lai". Kata Al, dengan nada melemah. sial,nih mulut. main ceplas-ceplos aja,kaya mulut perempuan. kamu memang bodoh Al,gak mikir dlu. sama aja,kamu nyakitin Laila.
Laila, menoleh sekilas ke arah Al. Walaupun hatinya,sakit mendengar tuduhan dari Al. Ia sadar, bahwa manusia tidak luput dari kesalahannya. Laila, menghembuskan nafas beratnya. "Lain kali jangan di ulah,jangan sampai aku benci sama kamu,". Ancam Laila,ia duduk kembali di kursinya.
"Makasih Lai,atas permintaan maafku.satu Minggu aku traktir kamu makan di kantin,ajak juga shelly,". Kata Al, ia tersenyum kecil.
"Makasih,gak perlu". Jawab Laila,ia langsung membuka tas dan mengambil bukunya. Seakan-akan dia sedang membaca,hanya mengalihkan perhatian Al.
__ADS_1