TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Surat Peringatan


__ADS_3

"J, akhirnya kau mencariku". Yolanda, nampak sumringah saat mendekati J. Ia sampai tak percaya dengan J, tiba-tiba datang di markasnya.


"Untuk mu". J, menyodorkan sebuah amplop coklat kepadanya.


"Apa ini". Tanya Yolanda, mengambil amplop yang di berikan olehnya.


"Kau buka saja,". Tegas J, kepada Yolanda.


Dengan senyum dan bahagia,saat ia membuka amplop dan membacanya. Senyum di wajahnya berlahan-lahan memudar. "Maksud mu apa J,kenapa? Ini surat peringatan. Peringatan apa".


"Jangan sok tidak tahu,aku memantau mu sudah lama. Sekali lagi,kamu mengganggu ku dan istriku. Kau habis di tanganku Yolanda,ini bukan ancaman tapi peringatan untuk mu.yang sudah lancang mengganggu kehidupan ku, sekali lagi kau berbuat onar. Akan aku pastikan kamu dikeluarkan dari distrik militer dan di cabut menjadi agen rahasia, secara tidak hormat ". Tegas J, menatap tajam ke arah Yolanda.


"Tidak akan bisa,aku susah payah mengejar mimpi ku.sampai di tangan titik ini, jangan harap kamu bisa seenaknya J". Bantah Yolanda,ia tersenyum miring.


"Kau tidak percaya, lakukanlah keinginan mu itu. Tapi, siap-siap kau akan di asingkan. Bukan hanya kau di asingkan,tapi kau juga harus masuk penjara. Apa kamu yakin,bisa bernafas lagi. Jika dirimu,sudah di genggaman tanganku. Sekali centil kau habis, Yolanda". Senyum semerik J. "Jangan kamu mengganggu istri ku,kalau tidak mau apa akibatnya".


J, langsung meninggalkan markas Yolanda. Sedangkan Yolanda,ia sangat marah kepada J.


"Aaaargghhh.....". Teriak Yolanda. Saat kepergian J,dan menghilang di balik pintu.


"makanya,jangan kamu sia-siakan kesempatan kedua ini. Kamu sudah di beri peringatan,yang sangat membahayakan dirimu. Jangan sampai obsesi mu, menghancurkan segalanya yang kamu miliki. Seharusnya kamu sadar,jika tidak bisa memiliki dia. Lupakan saja, percuma kamu berjuang seperti apa? Atau kamu menghabisi nyawa istrinya. Tetap saja,kamu tidak di pilihnya". Ejek Vera,kepada Yolanda.


"Ck,diam kamu Vera...!!! Tidak usah menceramahi aku, paham". Bentak Yolanda.


"Aku hanya memperingati dirimu saja, sebagai teman saling menyadarkan teman yang tidak waras,". Ucap Vera,ia cekikikan menahan tawanya.


"Aku tahu, bahwa dirimu senang. Karena melihat aku sakit hati , bukan? Tidak usah sok munafik kamu Vera" senyum semerik Yolanda.


"Dibilangin ngeyel, terserah apa katamu. Sebelum semuanya terlambat,jangan coba-coba melanggar peringatan yang di beri J". Tegas Vera, langsung.


Yolanda, meremes kertas di tangannya. Wajahnya memerah padam, menahan rasa emosi.


******


Sedangkan Abraham, perusahaannya sedang menurun drastis. Ia gelabakan dengan pekerjaannya, rekan bisnis lainnya. Banyak membatalkan kerja samanya, membuat kepala Abraham semakin ingin pecah saja.

__ADS_1


"Sial,sial,sial....siapa yang sudah berani-beraninya mencuri file di laptop ku". Teriak Abraham,ia mengusap wajahnya dengan kasar.


Kertas berserakan dimana-mana, saat ini kerjaannya semakin kacau.


Ini adalah pertama kalinya, seseorang membuat perusahaan goyah di ambang kebangkrutan. Bisa-bisanya ada seseorang yang meretas di perusahaan nya.


Terutama Ayunda,juga membatalkan kerja samanya dengan Abraham Samad.


Ayunda,juga enggan bertemu dengan Abraham. Saat mengetahui jika Abraham, sering mengikuti dirinya. Ia merasa risih kepada Abraham Samad.


"Aku tidak menyangka jika seorang pak Abraham, tengah mencari ku". Senyum semerik J.


"Kau apakan perusahaan ku J,hanya kau yang sangat mudah meretas data-data perusahaan dimana pun". Tanya Abraham, langsung ke intinya saja. Ia tak suka tipe basa-basi lagi.


J,hanya tersenyum kecil. "Kau menuduh ku, Abraham". Delik mata J.


"Hanya kau yang bisa melakukan hal seperti, jangan berbohong kepada ku J".


"Oh,apa ada bukti? Kalau tidak ada sama saja,kamu menuduh ku macam-macam. Aku bisa menuntut atas pencemaran nama baik,".


"Aku emang tidak memiliki bukti,tapi aku yakin. Kamulah pelakunya,siapa lagi kalau bukan dirimu". Tegas Abraham,kepada J. Mereka saling bertatapan muka, dari sorotan mata mereka sama-sama saling membenci.


Membuat hati Abraham,memanas seketika. "Aku akan mencari bukti yang kuat,agar kamu kehilangan semuanya. Termasuk Ayunda,J". Senyum semerik Abraham.


"Oh, lakukan lah. Aku menunggu hal itu,hanya beberapa saja. Kau sangat takut rupanya kehilangan perusahaan mu, seharusnya kamu tidak mencurigai aku saja. Padahal kamu banyak memiliki rekan bisnis,juga. Siapa tahu, mereka salah satunya. Aku hanya takut,jika kamu menyesal di kemudian hari. Susah payah, menuduh pihak B. Saat kehilangan semuanya, ternyata pihak A yang berulah. Aku yakin, kamu langsung gila saat itu juga". J, meremehkan kemampuan Abraham.


"kau jangan mengelabui diriku,J. Seakan-akan aku sibuk dengan cari bukti lainnya,terus aku lalai kepadamu dan kamu lolos begitu. Oh... jangan harap,aku Abraham Samad. Tidak akan satu pun,yang lolos dari genggaman ku". Tegas Abraham.


"Semoga kamu berhasil, apa yang kamu inginkan. Aku pergi dulu, ingin menikmati keindahan tubuh Ayunda". J, sengaja memanasi Abraham.


Brakkk....


Abraham, menendang meja. Ia begitu kesal mendengar kalimat terakhir J.


"kau ingin bermain-main dengan ku, J. Lihat saja,kamu akan kalah denganku,". Gumam Abraham,ia mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


******


Saat ini Ayunda, tengah sibuk menjawab pertanyaan dari teman-temannya. Kepalanya nyut-nyutan, belum lagi kerjaan menumpuk juga .


Itupun juga di bantu Alex dan Kevin,sisanya barulah dirinya.


"Huuuff...besok saja aku lanjutkan lagi, kepala ku hampir pecah". Gumam Ayunda,ia bersiap-siap untuk pulang.


Ia langsung keluar dari ruangan menuju lift dan masuk ke dalam menuju lantai bawah. Sesampai di lantai bawah,ia langsung menuju ke parkiran mobil.


Beberapa menit kemudian. Ia baru saja sampai di rumah, terlihat seorang pria tengah menunggu dirinya.


Ayunda, tersenyum kecil saat keluar dari mobil. Hatinya sangat bahagia,jika sang suami menyambut kepulangan Ayunda.


"tumben-tumbenan kamu pulang,lebih dulu dariku". Tanya Ayunda,ia masuk ke dalam rumah. Di iringi oleh sang suami.


"Karena aku merindukan Al dan kamu,". Jawabnya tersenyum kecil.


"Aku mandi dulu,gerah" Ayunda, melepaskan pelukan dari suaminya.


Sedangkan J, keluar rumah sambil melihat anaknya tengah bermain di teras.


Ibu-ibu tengah berbisik-bisik saat melihat wajah tampan Suaminya Ayunda, tubuhnya begitu kekar dan berotot.


Saat ini Fitri, tengah jalan-jalan ke sana sini. Saat melihat wajah tampan Suaminya Ayunda,ia berniat untuk berbincang.


"Suaminya Ayunda,yah". Tanya Fitri,ia duduk di teras rumah bu Sumi.


"Tumben kamu cari Ayunda,bilang saja mau berbicara dengan suaminya". Decak bu Sumi, langsung.


"Apaan sih,bu. Yah, terserah aku dong,". Jawabnya Fitri, dengan kesal. Bisa-bisanya Bu Sumi, mengganggu kesenangannya.


"ngapain kamu cari-cari aku" jawabnya Ayunda,baru saja keluar yang masih kepalanya di lilit handuk.


"Ehh...cuman cari kamu aja, habisnya gak kelihatan". Alibinya Fitri.

__ADS_1


"Huuu... modus tu,". Sahut tetangga lainnya.


"Aku serius lo, ngapain juga modus". Kata Fitri,yang kesal. Ngapain juga sih, tiba-tiba nongol Ayunda. aku kan pengen ngobrol sama suaminya yang tampan,huuuu hidupnya selalu beruntung heran deh, gerutu Fitri.


__ADS_2