TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Nasi goreng spesial


__ADS_3

Flashback


Prankk....prankkk..


Hendri, mengobrak-abrik isi kantor Ayunda. Walaupun perusahaan cabang di pimpin oleh Bimo.


Hendri, sangat marah. Dia baru saja tau jika Ayunda, memperkejakan di perusahaan salah satu cabangnya bukan di tempat Ayunda bekerja.


Semua orang-orang sekitar kantor. Mereka semua tercengang melihat Hendri, menghancurkan vas bunga. mereka hanya diam tak berani berkata apa-apa.


semua karyawan di sana juga bisik-bisik, berani-beraninya menghancurkan harta benda di sekitar kantor.


Bimo, langsung ke lantai bawah karena ada pemberitahuan jika seorang cleaning service tengah mengamuk.


Buugghhh..... Buugghhh...


Bogem mentah yang sudah di layangkan oleh Bimo. Ia sangat marah, karena kekacauan ini semua.


semua orang-orang bergidik ngeri, melihat keganasan Bimo.


"Aaaargghhh.....,". Desis Hendri,ia terkapar di lantai. bogeman begitu kuat sehingga ia tersungkur.


"Keluaaaarrr.....mulai sekarang kamu saya pecat. Jangan harap datang lagi ke sini,aku juga sudah mengabarkan kepada Ayunda,". Senyum semerik Bimo. Ia membenarkan jasnya. mata elangnya menyeringai tajam ke arah Hendri.


"Ck,dasar sombong..!!!siapa juga yang sudi bekerja di tempat ini ha...!!! berani-beraninya menampar wajah ku,aku ke sini hanya bekerja untuk Ayunda. bukannya malah kau," sengit Hendri.


"apa kamu lupa? ini juga perusahaan Ayunda. salah satu cabangnya,apa kamu menyesal sudah menyia-nyiakan bidadari seperti Ayunda. dasar pria lemah,tidak memiliki harga diri,". ejek Bimo,ia sangat suka mengolok-olok orang.


"maksud mu apa ha? jangan-jangan kamu menyukai Ayunda.Ck, menyukai bos sendiri


kami tidak pantas untuknya,". kata Hendri


"Dasar pria payah,aku sebagai pria malu melihat kondisi mu yang sangat menyedihkan," senyum semerik Bimo.


orang-orang sekitar juga ketakutan melihat atasannya begitu menyeringai tajam.


Dua orang pengawal berbadan besar. Menyeret Hendri, dengan paksa.


"Lepas....lepas...,". Hendri, memberontak namun kekuatannya nyata kalah kelak.


Sesampai di luar kantor. Hendri, langsung di lempar dan tersungkur ke bawah.


Darah segar mengalir di hidung Hendri,dan ada bengkak lembam di wajahnya.


"Dasaaaarrr... brengseeeek.... Awas kamu yang telah menamparku,". Teriak Hendri. Ia langsung berjalan meninggalkan kantor Ayunda, dengan gontai dan menahan rasa sakit di hidungnya.


Saat asyik berjalan,ia langsung di hadang beberapa mobil hitam.

__ADS_1


"Siapa kalian ha...? Lepaskan aku.... Lepaskan aku..hemmmm...hmmmm,". Hendri, langsung di tangkap oleh orang-orang yang bertubuh besar dan menggunakan topeng tengkorak.


Ia di masukkan ke dalam kain penutup kepala. Serta di bius agar tidak memberontak.


******


Byuurrrrr..... Byuurrrrr....


"Uhukk...uuhhuukk...uuhukk..,". Hendri, terbatuk-batuk saat di siram air ke kepalanya. Ia baru sadar namun keadaannya sudah di ikat.


Ia tengah berdiri di atas lantai dengan keadaan di ikat. Kaki dan tangannya di rentang menggunakan rantai.


"Lepaskan aku... siapa kalian ha???... berani-beraninya menculikku,aku tidak pernah berbuat salah,". Teriak Hendri,yang memberontak sekuat mungkin.


Beberapa orang-orang berbadan besar, wajahnya tertutup topeng. seseorang tengah duduk di hadapan Hendri,yang di kelilingi anak buahnya.


Hendri,tau jika yang sedang duduk itulah bos mereka. Sial, kenapa nasipku malang sekali. Siapa mereka? Kenapa aku di ikat seperti ini,batin Hendri.


"siapa kamu ha? Apa mau mu... lepaskan aku,". Teriak Hendri. "Cuiihhhh...pengecut,". Hendri, meludah sembarangan arah.


"Hajar dia habis-habisan, patahkan kaki dan tangannya. Jangan buat dia mati, setelah itu lempar tubuhnya ke jalanan,". Tegas pria yang duduk itu, menyuruh anak buahnya menghajar habis-habisan.


"Dengan senang hati,bos,". Jawab salah satu anak buahnya.


"Tidak...tidaaaakk...tidaakkk..lepaskan aku....aku mohoooon...jangan sakiti aku,". Teriak Hendri. Namun teriakkan membuat orang-orang tertawa lepas.


Buugghhh....Buughhhh...


"Aarrrghhh.... berengseeeekkk....kalian,". Teriak Hendri,ia menahan rasa sakit luar biasa di bagian wajah dan perutnya.


"Kreakkkk...kreakkk....


"Aaaaahhh....aaaahhh...


Sakiiiiitt... hentikan....


Kakiii ku...tidaaakkk...


Aaaaaarggghhh....,". Hendri, meringis kesakitan. Air matanya mengalir di pipi.


Kreakkkk....kreakk....


"Aaaaaarggghhh..tanganku.... hentikaaaann,".


Buuuuughhhhh... Buughhhh....


Bogem hantam di wajah Hendri. Membuat penglihatannya kabur dan tal sadarkan diri,di sudut bibirnya keluar darah segar.

__ADS_1


"Buang di pinggir jalan,". Perintah pria itu.


Beberapa menit kemudian. Perjalanan cukup jauh dan melempar tubuh Hendri,yang tidak ada penghuninya.


Tubuh Hendri,di lempar begitu saja tanpa belas kasihan apapun.


Mobil hitam itu, meluncurkan dengan kecepatan tinggi.


Entah keberuntungan yang berpihak kepada Hendri, seseorang tengah lewat di jalan dan melihat tubuhnya. Orang itu langsung menepikan mobilnya dan memasukkan Hendri,ke dalam mobil langsung menunju rumah sakit terdekat.


_Flashback off_


******


"Apa kamu yang sudah menghajar mantan suami ku J,dia malam tadi menghubungi katanya di rumah sakit dan habis di hajar habis-habisan," tanya Ayunda. "Aku curiga dengan dirimu," delik mata Ayunda. Ia masih memperhatikan kakak iparnya,tengah membuat sarapan pagi. Terlihat seperti nasi goreng.


"Kalau iya,kenapa? Apa kamu tidak terima,masih hidup ternyata,". Jawab J.


"Kenapa kamu hajar dia habis-habisan,kenapa gak di buat mati saja. Agar dia tak menganggu diriku lagi,". Ketus Ayunda.


"Makanlah, spesial untukmu,". Kekeh J, menyodorkan sepiring nasi goreng.


Wangi menggoda tercium di hidung Ayunda."makasih banyak, mumpung aku lapar,". Ia langsung menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya, sesaat dia mengunyah namun wajahnya sulit di artikan.


Uhukk...uhuukk...


Ayunda, langsung memuntahkan makanan di mulutnya.


"Kenapa? Kenapa di muntahkan,". Tanya J, mendekati Ayunda. Dan menepuk belakangnya. ia juga membersihkan mulutnya menggunakan air. hampir dua gelas Ayunda, meminum air putih. namun rasa asin itu masih terasa.


"Gilaaa.... asiiiinn, banget J,sumpah,". Decak Ayunda,ia langsung mengelap mulutnya.


"Masa sih,". J, nampak tak percaya. Ia langsung menyuap sesendok nasi goreng buatannya.


"Uuekkk...asiin,". Ujar J,ia memuntahkan makanan yang di mulutnya. untuk buatan aku sendiri,kalau buatan mereka. sudah pasti aku akan memecat mereka langsung, gerutu J.


rasa asin masih terasa di tenggorokannya dan langsung meminum air putih hingga dua gelas.


"Hahahahaha....Cik,dasar payah. Membuat nasi goreng saja kamu tidak bisa ja,beda dengan kembaranmu yang enak selalu makanan buatannya,". Decak Ayunda,ia sedikit meremehkan kemampuan J.


"asing banget J, sumpah. aku penasaran berapa sendok kamu menaruh garam di nasi goreng spesial kamu tadi. iya, sepesial. spesial terlalu asin melebihi ikan asin,"


Sedangkan J, tersenyum kecil di sudut bibirnya. "Aku memang tidak bisa masak,tadi saja aku tidak merasakan bagaimana rasanya,". ucap J. "lagian aku lupa berapa sendok menaruh garam,".


"untung nasi goreng spesial nya untuk ku. kalau untuk ibu mertua mu,behhh... langsung di pecat kamu jadi menantunya,". ejek Ayunda.


"Ck, pikiran mu terlalu jauh Yu,". jawab J. ia masih memandang wajah cantik adik iparnya.

__ADS_1


"Hemmm...aku ke atas dulu,siapa tau Al sudah bangun,". Ayunda, beranjak meninggalkan meja makan.


"Aku akan menyuruh koki,untuk membuat sarapan kita,". Kata J, kepada Ayunda.


__ADS_2