TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Menahan Cemburu Buta (S2)


__ADS_3

Sudah beberapa hari. Al,tidak pernah berbicara kepada Laila. Ia hanya menatap sekilas, seakan-akan cuek saja. karena kecewanya jauh lebih besar, terhadap Laila.


Laila, tahu jika Al marah kepadanya. "Al, maafin aku. Ini semua demi...".


Seketika perkataan Laila, terhenti saat Al mengangkat tangannya agar berhenti berbicara.


Laila, menyingkirkan tubuhnya saat Al melongos pergi meninggalkannya. Laila, nampak sedih melihat sikap Al.


"Masih marah Al,sama kamu". Tanya shelly, menghampiri Laila.


"Yah, begitulah shell. Aku ada janji sama Arya,nanti jam 4 sore. Mau ikut gak,". Ajak Laila.


"Gak ah,aku mau jalan-jalan sama yayang". Kekehnya Shelly, mengedipkan matanya. "Lagian gak asyik,ahhh...aku gak tapi hobi baca,kamu ajalah. Jangan-jangan bakalan ketemu sama ustadz Zulkifli, nanti di toko buku,".


"Apaan sih,ingat calon suami orang. Aku move on dong,". Jawab Laila, dengan semangat.


"Baguslah kalau move on, cowok lain banyak kaleeeee....so ngapain sedih-sedih,ngarepin gak pasti. yeee kaaaan...". Kata Shelly, cengengesan. Di ikuti oleh Laila,juga.


"Aku masih bingung,kenapa kamu bisa jadian sih sama Herman". Laila, mengangkat kedua alisnya. "Cerita lah,kamu gak ada cerita-ceritanya kapan dia nembak kamu".


"Heheheh....soal itu,karena kami sama-sama suka. Jelaslah kalau Herman,yang nembak aku duluan". Jawab shelly,jangan sampai Laila tahu. Bagaimana kejadiannya,kami jadian.sorry banget Lai,aku rahasiain ini semua.


"Hemm....aku sudah lama tahu,kalau kalian sama-sama suka. Aku pernah memergoki kalian,saat saling pandang-pandangan. Waktu jam pelajaran, senyum-senyum gak jelas". Kekehnya Laila.


"Lai, kamu buat aku malu lo". Shelly, tersipu malu-malu. Namun hatinya senang jingkrak-jingkrak, kegirangan tak terkira.


"ngomong-ngomong kayanya Arya,suka sama kamu. Dari sudut pandang dia itu, berbeda Lai". Kata shelly, menebak-nebak.


"Gak mungkin lah, Arya itu ketua Osis. Apa lagi ketua tim basket,mana adek kelas lagi. Banyak penggemarnya,lagian aku gak mau pacar-pacaran. Sakit hati, kalau di tinggalkan pas lagi sayang-sayangnya". Elak Laila, sebenarnya dia terpaksa menerima ajakan Arya. Hanya mengisi kegabutan semata,di toko buku.

__ADS_1


Shelly,hanya menggeleng kepalanya. Saat Al dan teman-temannya masuk ke kelas, mereka langsung menghentikan pembicaraan. "yeeeey... seakan-akan aku tersindir". ucap Shelly, dengan manyunnya.


Shelly dan Herman, curi-curi pandang. Shelly,meminta merahasiakan hubungan mereka di sekolahan. Melihat aksi shelly, senyum-senyum nengok ke arah kiri. Tentu saja di senggol oleh Laila, dengan ejekkan.


"Ciyeee....bucin akut...huhuyyy". Bisik Laila, langsung dapat cubitan dari shelly. Masih seperti biasa Al,cuek saja. Laila,juga merasakan perubahan Al.


*******


Jam pelajaran telah selesai. Semua murid-murid, berhamburan untuk pulang.


Al dan teman-temannya, terkejut melihat sesosok perempuan melambaikan tangan ke arah mereka. Bahkan berlari-lari kecil dan memeluk erat tubuh Al. di saksikan oleh beberapa murid-murid, parkiran. bisik-bisik terdengar dari mulut mereka.namun Al hanya acuh saja.


"Al,hari ini pokoknya jalan-jalan sama besok hari minggu. Aku sudah bawain baju ganti, termasuk kalian. Gak usah ngantor juga,aku sudah minta ijin sama mamah Ayunda dan mamah kalian". Rengeknya Emily, kepada Al dan teman-temannya. perkataan Emily,memang tidak main-main. bahkan ia terang-terangan menyatakan kepada ibu kandung mereka masing-masing.


"Asyikkk... jalan-jalan makan-makan nih,". Kekehnya Zakir, langsung di angguki Emily.


Bagi Al, sudah menganggap Emily sebagai adiknya yang imut. Al, tersenyum manis kepada putri.


"Hai... kenalkan aku putri". Putri, langsung bersalaman tangan dengan mereka saling bergantian. Gak nyangka temannya Emily, ganteng-ganteng banget. apa mereka sudah punya pasangan yah? kalau Al,gak mungkin.


"Baiklah kalau begitu,aku hanya nurut saja. Kalau kalian bagaimana". Tanya Al,kepada teman-temannya.


"Aku gak bisa,aku mau jalan-jalan sama yayang. Gak mau di ganggu,ini adalah pertama kali kami jalan-jalan,". Herman, langsung menolak ajakan Emily.


"Yah... Herman,gabung aja. Biar rame gitu". Rengeknya Emily, dengan wajah cemberut.


"Gak bisa Emily,imut. Kapan-kapan aja,". Kedip mata Herman,ia tersenyum cengir kuda.


"Hemmm..kita saja yang berangkat,biarkan Herman dengan pacarnya". Kata Al,menarik lengan Emily, seperti bergandengan.

__ADS_1


Seakan-akan mereka sepasang kekasih, Annisa melihat langsung. Cemburunya memuncak, ingin sekali mendorong Emily. Seperti biasanya Annisa,sering memberikan jarak kepada Emily. Hanya Emily,yang mampu bergelut manja dengan Al. Tanpa,di bantah Al sekalipun. Lain dengan Yulia,ia acuh saja. karena dia tahu,apa hubungannya mereka.


Laila,hanya melihat dari kejauhan. Ia mengira itu adalah kekasihnya Al. "Cantik" gumamnya,ia hanya tersenyum kecil.


"Lai, nanti jadikan". Teriak Arya,di atas motor sport nya. Arya, juga terbilang anak orang kaya.


"Hemmm... Jadi,nanti aku chat kalau mau berangkat". Jawab Laila,ia berteriak juga. Karena tempat parkir motor mereka saling berjauhan.


Arya, langsung mengangkat jempolnya bertanda setuju.


"hemm..hemm...ada hubungan apa kak Laila dengan kak Arya? apa kalian pacaran". tanya salah satu murid di samping Laila.


"Ahh...gak dek,kami temanan aja. kalau gak percaya tanya saja dengan Arya,". jawan Laila, tersenyum manis.


Al, mendengar ucapan mereka. Membuat rasa cemburunya, seakan-akan ingin meledak. Dalam hatinya bertanya-tanya, apakah mereka jalan-jalan juga. Apa mereka menjalin hubungan,atau apa.


Al, melihat Laila juga tersenyum manis kepada Arya. Sedangkan Emily,tahu jika pria di sampingnya tengah cemburu.


Jangan-jangan Al, menyukai perempuan itu. Tapi,kenapa perempuan itu malah senyum-senyum kepada pria lain. Astaga.... jangan-jangan pria itu pacarnya,kasian sekali kamu Al. Cintamu bertepuk sebelah tangan,hihihihi,batin Emily. "Ayo ..kita berangkat,kenapa malah bengong,".


Zakir dan Dion,tahu apa maksud dari raut wajahnya Al. sampai kapan kamu,menahan amarah Al? bisa-bisa Laila, malah berpaling ke pria lain,batin Dion. ia terkekeh melihat raut wajah Al, segitu kecewanya kepada Laila. namun di hatinya tidak terima,jika ada pria lain mendekatinya.


Hahahaha....mampus,makan tu cemburu, batin Zakir. ia malah mengumpat Al,dalam hatinya. Dengan langkah gontai Al, menaiki motornya.


Emily dan putri, mengikuti mereka dari belakang. "aku tahu,kamu jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Al. aku harap kamu paham putri,tak sanggup mendapatkan cintanya. jujur aku juga menaruh rasa cinta kepada Al, tapi dia hanya menganggap diriku seorang adik. sampai sekarang aku,masih memendam rasa kepadanya. aku sadar,dia tak mencintaiku. daripada aku kehilangannya,lebih baik jadi teman atau menjadi seorang adik imut untuknya". senyum manis, Emily. namun terpampang terlihat rasa kecewanya.


Putri,kaget mendengar perkataan Emily. "aku kira,kamu murni menjadi seorang adik imut baginya. tapi,kamu memiliki rasa lebih. aku salut, kepadamu tidak terobsesi terhadap Al. kamu juga rela, menyimpan rasa cinta demi kebaikan bersama,". kata putri, menoleh ke arah Emily.


"Hemmm....aku masih punya rasa bersalah kepada Dion,dulu dia sangat perhatian Kepadaku. saat aku jadian dengan Liam,sekuat tenaga dia menasehati ku. agar jangan membalas cintanya, karena dia playboy. tapi,aku terlanjur jatuh cinta kepada Liam. mengabaikan perkataan Dion, semenjak aku jadian. Dion, berubah menjadi dingin. lihatlah dia tadi,sangat acuh seakan-akan kami tidak kenal. padahal dulu,kami sangat dekat seperti urat nadi. namun tidak memiliki hubungan apa-apa,aku tahu dia mencintaiku,". entah kenapa Emily, tiba-tiba curhat kepada putri.

__ADS_1


__ADS_2