
"masuk ke mobil ku,". Zense, langsung menarik tangan Ayunda.
"Tapi,mobilku bagaimana,". Rengeknya
"Nanti ada orang membawanya,kamu harus di beri pelajaran,berikan kuncinya,". Bisik Zense.
"aku sudah lulus sekolah dan kuliah,tak perlu lagi untuk belajar,".
"Ck, pandai sekali kamu menyahut perkataan ku,baik aku beri kamu hukuman,". gigi Zense menyeringai lebar.
"aku tidak ada salah apapun, kenapa harus di hukum,".
"diam,atau aku hukum kamu di dalam mobil,". Zense, langsung mengemudikan mobilnya. sang sekretaris ditinggal begitu saja.
Mobil mewah berwarna hitam itu, melintas di malam hari dalam kegelapan.
"Ini rumah mu, kenapa ke sini ?,". Ayunda, tengah gelisah karena dia di bawa kerumah Zense.
"Ayo, turun,". Ajak Zense. Dengan tatapan tajam.
"Tidak,aku mau pulang saja,". Bentak Ayunda.
Tanpa ba-bi-bu lagi Zense, menggendong Ayunda. Walaupun dia meronta-ronta.
"Turun kan aku,turunkan aku Zense,". Teriak Ayunda.
Mati aku,dibawa kemana,batin Ayunda.
Perasaannya sudah campur aduk saat Zense,sudah menaiki anak tangga. Wajahnya sudah pucat pias.
Bruukk
Ayunda, langsung dilempar di atas ranjang. "Auuuu,". Ringisnya.
Zense langsung melepaskan jaz yang di pakai lalu melempar pakaiannya sembarang arah. Ayunda, terlihat gelagapan melihat Zense. Sudah bertelanjang dada.
Dengan cepat-cepat Ayunda,turun dari ranjang dan menuju pintu kamar. Alhasil pintu kamar itu terkunci. "Mana,mana kuncinya,". Gumam Ayunda.
Zense, semakin mendekati Ayunda. Dan menahan lengannya.
"Aku mohon jangan lakukan apa-apa denganku Zen,". Kini Ayunda, terduduk lemas di lantai untuk memohon agar Zense,tak melakukan hal terlarang.
"Menikahlah denganku atau aku melakukan hal tak wajar dengan mu,". Bentak Zense.
Tak ada pilihan lain Ayunda, mengangguk kan kepalanya. Tubuhnya sudah bergetar hebat, keringat sudah membasahi keningnya.
Zense, langsung memeluk Ayunda, dengan erat.
"Maafkan aku sayang,maafkan aku. Sudah membuatmu ketakutan. Hanya dengan ini kamu mau menikah dengan ku,". Zense, merasakan hawa dingin di tubuh Ayunda,mungkin karena ketakutan.
"Auuuu,sakit, auuuu,". Teriak Zense. Bagaimana tidak susunya di cubit oleh Ayunda.
"Rasakan itu,kamu sudah membuat ketakutan Zense,". Ayunda, tengah geram ia juga memukul Zense, menggunakan bantal dan guling.
__ADS_1
Bahkan mereka juga berlarian saling mengejar dan menghindar.
Karena sudah lelah Ayunda, berbaring di kasur empuk milik Zense.
Melihat Ayunda,berbaring itu adalah kesempatan emas untuk Zense.
Ia langsung menerkam Ayunda, sehingga dia di bawah Kungkungan Zense.
Lama saling bertatapan namun akhirnya mereka saling berciuman dengan mesra.
Ayunda, terbawa suasana ia juga merasakan hal yang berbeda. Zense, mengakhiri ciuman itu sebelum terjadi sesuatu.
"Aku akan berusaha menahan diri,agar tak terjadi apa-apa aku selalu sabar menunggu kita halal,". Zense, berbaring di samping Ayunda.
Ada air bening mengalir di kedua mata Ayunda. "Terimakasih,". Hanya itu terucap dari mulutnya.
"sebenarnya aku tidak ada berniat untuk menolak kamu jadi suami ku, tapi hati ku masih trauma untuk menjalani rumah tangga lagi,". kata Ayunda
"hussstt,aku tau,".
"Tidur lah,tak usah kamu memikirkan untuk pulang". Ucap Zense.
Kini Mereka saling berpelukan.
*****
Pagi hari, cahaya masuk di sela-sela tirai.
Membuat Ayunda, terbangun saat ia menoleh ke samping. Zense,sudah tidak ada lagi. "Kemana dia,". Kata Ayunda.
Pintu kamar terbuka terlihat seorang wanita seperti pelayan. "Maaf nona,tuan Zense Alvaro. Telah pergi satu jam yang lalu. Tuan menyampaikan sebelum anda pergi sarapan dulu dan kunci mobil anda ada di meja makan,". Jelas pelayan wanita itu.
"Terimakasih, sebentar lagi aku akan turun,". Jawab Ayunda.
"Baiklah nona,saya permisi,". Pamitnya kepada Ayunda.
"Dia pergi, pergi kemana ? Kenapa juga aku gak di bangunin,". Gumamnya.
Tak berselang lama Ayunda, turun dan menuju meja makan itu pun digiring satu orang Pelayan.
Selesai dengan sarapan, Ayunda. Langsung pergi meninggalkan rumah tunangannya itu.
"Astagfirullah,aku baru sadar. Mulai malam tadi Sampai siang aku tidak ada melihat orang tua zense,ini nih punya tunangan mendadak gak tau apa-apa termasuk calon mertua,". Kata Ayunda. Ia tengah menepuk keningnya.
******
Sesampai dirumah Ayunda, menikmati santainya di hari libur.
Ia pun keluar rumah, mencari obrolan the gang ibu-ibu.
Benar saja banyak para ibu-ibu tengah santai di sore hari tepat di depan rumah bu RT.
"Ada kisah terhot yu,". Ujar bu RT
__ADS_1
"Waw, apa tu,". Kekehnya
"Ambar,mau menikah lo tinggal beberapa hari lagi kata bu Sari,tadi pagi,".
"Alhamdulillah, berarti udah sampai jodohnya Ambar,". Ujar Ayunda.
"Kamu kapan nikah lagi yu,". Ucap salah satu ibu-ibu di situ.
"Doain saja bu, semoga cepat,". Jawab Ayunda.
"Aaamminn, semoga dapat jauh lebih bagus dari yang dulu,".
"Aammiin,". Mereka semua mengucap bersamaan.
"Aku dengar-dengar bu sari,gak mengadakan resepsi pernikahan Ambar. Ambar hanya melangsungkan akad nikah saja, alasannya sih sayang uang gitu apa lagi yang datang kita-kita bikin rugi katanya,". Ucap bu RT
"Alah,paling gak ada uang,". Timpal yang lain
"Bisa juga bu sari,mau menikmati uang pernikahan Ambar makanya gak mau mengadakan resepsi pernikahan anaknya,". Sahut yang lain.
"Kejam banget sih bu Sari,kepada anaknya. Padahal itu uang anaknya sendiri,". Gumam yang lain juga.
"Bisa-bisa mantunya bakalan di porotin kaya aku dulu bu,". Ujar Ayunda.
"Aku yakin deh, mereka gak bisa manfaatkan mantunya secara pak Tejo,galak begitu,".
"Iya, emang enak Bu sari, Dapat mantu gak bisa ngasih dia uang lagi,". Kekeh yang lain.
"mana berani suami Ambar, macam-macam apalagi ngasih uang ke mertua. bisa-bisa di cincang pak Tejo,". ucap bu Sumi
Masih banyak lagi guncingan pedas dari ibu-ibu. Bahkan Ayunda,juga menikmati obrolan tak ada untungnya namun bisa membuat dirinya senang dan melupakan beban pekerjaannya.
Ting.
bunyi pesan masuk di ponsel Ayunda.
[Aku keluar negeri selama satu minggu urusan pekerjaan,jangan macam-macam selagi aku tidak ada. ingat aku selalu mengawasi mu 24 jam, walaupun aku diluar negeri]. Zense
[yah,apa aku boleh bertanya]. Ayunda
[tentu sayang,kau mau bertanya apa]. zense
[ngomong-ngomong orang tuamu dimana]. Ayunda.
[orang tuaku sudah meninggal 7 tahun yang lalu dikarenakan kecelakaan tunggal]. Zense.
[maaf,aku bertanya]. Ayunda
[tidak apa,]. Zense
[aku mau istirahat, selamat malam sayang]. Ayunda.
[selamat malam calon istriku]. Zense.
__ADS_1
walaupun hanya lewat pesan,mampu membuat wajah Ayunda, memerah.
"uuuhh, jantung ku lama-lama tidak normal kalau di dekatnya terus,apa ini namanya jatuh cinta kedua. seperti ada yang beda gitu,tapi apa yah,". gumam Ayunda. "ahhh, dari pada mikirin gak jelas, lebih baik tidur. selamat malam calon suami ku,". kekehnya sendiri