
Beberapa hari kemudian.
"Aku ingin berbicara padamu,". Ucap J,yang tiba-tiba muncul di ambang pintu kamar Ayunda.
"Hemmm...bicaralah,apa ada hal yang penting,". Delik mata Ayunda, memandang wajah tampan J.
"Hemm...apa kamu mengenal pria yang di jodohkan bibi,apa kamu nyaman bersamanya kemarin,". J, mendekati Ayunda.
"Yah... dia teman sekolah dan kuliahku dulu,sudah saling akrab. Keluarganya juga aku kenal,". Jawab Ayunda.
"Apa kamu serius,jika bersamanya,". Terlihat jelas di wajah J, sedikit cemas.
"Mungkin? Apa lagi keluarganya sangat menyukai Al. Kemarin saja orang tuanya tak mengijinkan kami pulang, beruntung bukan. Jika aku jadi salah satu keluarga baru mereka,". Kata Ayunda.
Bibi Viana, sengaja mengajak Ayunda dan Al. Bertamu di rumah temannya bibi Viana. Tak menyangka jika yang di jodohkan dengan Ayunda,dia adalah temannya dulu. Bibi Viana,tak perlu capek-capek untuk mendekati mereka. apa lagi Ayunda, begitu senang karena bertemu dengan teman lama. selama ini temanya begitu sibuk bahkan los kontak juga.
Ariestya,yang sering di panggil Ayunda adalah Tya. Ayunda,sering mengolok-olok namanya karena persis nama wanita. Sedangkan Aries,hanya menerima apa yang di ucapkan Ayunda. dia seorang polisi yang bertugas sekitar kota. Aries, begitu senang bertemu Ayunda. Aries, dulu juga menaruh rasa kepada Ayunda. namun rasa itu pupus saat mengetahui jika sang pujaan menikah.
"Ck,kalian hanya sebentar bertemu. Tidak tau lama-lama bakalan keliatan belangnya,". Decak J.
"Beberapa hari lagi aku dan Al,akan pulang ke rumah ku sendiri," pinta Ayunda. ia melirik sekilas ke J
J, mengerutkan keningnya. "Apa kamu lupa ha? Jik aku ada di mansion ini,kamu dan Al. Harus tetap tinggal bersama ku,apa kamu lupa dengan ancamanku dulu,". J menatap tajam ke arah Ayunda. ia nampak tak suka dengan permintaan adik iparnya itu.
Ayunda,hanya menghela nafasnya dengan berat. "Kita tidak baik satu atap J, lagipula kapan kamu pergi. Aku tidak enak dengan Aries,jika kita tinggal bersama hanya status ipar saja,". berharap sang kakak ipar memahami posisinya saat ini.
"Itu bukan urusannya, kalau dia menerima mu apa adanya. Seharusnya dia memahami segalanya,". Bantah J
"Apa kata keluarganya J,aku tidak enak. Umur mu sudah tua,apa tidak menikah. Sudah lama kamu melajang,jika kamu menikah. Akan memiliki anak berapa pun kamu mau dan tidak mengganggu ku dengan Al,". Ucap Ayunda, dengan tegas.
"Menikah adalah urusanku Ayunda, kamu tidak berhak mengatur hidup ku,". Mata elang J, menyeringai tajam.
"Lepaskan tanganku,". Pekik Ayunda. "Kamu juga tidak ada hak, mengatur hidupku J,".
"Aku berhak Ayunda,aku adalah kakak iparmu. Yang menikah dengan adik kembaranku sendiri. Darah kami mengalir dengan sama,jadi aku juga berhak mengatur segalanya,". J, menyeringai tajam. "Ck,hapus air mata buayamu itu,".
__ADS_1
J, menghempaskan tangan Ayunda.
"Sekali lagi aku katakan, jika aku masih ada di mansion ini. Jangan harap kamu dan Al,akan pergi. Kecuali aku tidak ada,". Ucap J, meninggalkan kamar Ayunda.
Ada air bening mengalir di pipi mulusnya Ayunda.
Ia segera menghapusnya,betapa posesifnya memiliki kakak ipar seperti J.
*****
"Maafkan aku Tya,aku masih tinggal satu atap dengan kakak iparku.aku harap kamu memahaminya. Aku sudah semampu mungkin,untuk pulang kerumah ku. Tapi J, melarangnya. Katanya dia ingin bersama Al, sebelum dia pergi,". Ayunda, berharap Aries memahami keadaannya.
"Tidak apa. Mungkin dia sangat menyayangi keponakannya, ngomong-ngomong emangnya dia mau pergi kemana? Apa kamu tau,". Tanya Aries.
"Masalahnya itu Tya, kami semua tidak tau dia pergi kemana? Sudah hampir dua tahun kami tidak bertemu. Bahkan Kevin,saja tidak bisa melacak dia dimana? Dan nomor ponselnya, waktu itu di lacak. Malah di mansion,tidak kemana-mana,". Jawab Ayunda,ia menggaruk kepalanya.
"Apa kamu tau? Dia kerja apa ? Apa tidak ada merasa aneh dengan gelagatnya,". Aries, sambil menyuapkan makanan ke mulut Al.
Saat ini mereka sedang jalan-jalan keliling Mall dan bermain Timezone, mumpung hari libur.
"Aku hanya tau dia memiliki perusahaan. Setiap aku tanya dia kemana namun di jawab hanya ada sedikit masalah dan kepentingan lainnya,"
"Masa sih? Aku malah takutnya dia seorang ******* atau agen bom bom gitu,selama ini dia tak pernah keluar dari mansion. Kau bisa saja tanyakan kepada Al,"
"Hemmm... Oke,nanti aku minta bantuan dengan temanku.semoga tau,apa sebenarnya pekerjaan kembaran suamimu itu. Setauku Yu,kalau seseorang kembar. Pasti mereka mengetahui satu sama lainnya,apa kamu yakin dia kembaran suamimu atau suamimu sendiri,". Kata Aries, membuat Ayunda kaget .
Deggg....
"Gak,gak Tya. Aku tau mana suamiku dan orang lain,memang benar jika aku tidak terlalu banyak tanya tentang kepribadian suamiku. Huuuu....jadi nyesal," gerutu Ayunda.
Aries,hanya manggut-manggut mendengar perkataan Ayunda.
Tingg...
Sebuah pesan masuk di ponselnya Ayunda.
__ADS_1
"Dari siapa? Apa dari J,". Tanya Aries. Namun Ayunda, menggeleng kepala.
"Dari mantan suamiku,". Jawan santai Ayunda.
"Pasti suamimu masih menyayangimu kan,apa tidak rujuk saja,".
"Hahahaha...nanti aku ceritakan tentang kelakuan mantan suamiku itu. Aku tidak menyangka jika kamu menjadi seorang polisi,pantes aku baru bertemu dengan mu,". Kekeh Ayunda.
"Hemmmm...saat aku beberapa bulan menjalankan misi menjadi polisi,aku patah hati saat mengetahui kamu menikah. Aku telat,namun ada kesempatan untuk ku,". Senyum merekah di wajah Aries. "Bahkan kamu masih ingat nama panggilan spesial untukku,".
"Heheh... kamukan tau aku janda sudah dua kali,apa kamu tidak apa-apa. Takutnya apa kata orang-orang nanti,". Ayunda, merasa minder kepada Aries.
"Tidak apa,ini hidupku tak ada gunanya mereka mengatur,". Jawab Aries, dengan santai.
Ayunda, membuka pesan dari mantan suaminya tadi.
[Ayunda,apa kamu tidak kerumah mertua Ambar. Ibuku sudah meninggal dunia,pagi tadi di rumah sakit. Sudah di antar juga]. Hendrik.
"Innalilahi wainailaihi rojiun,". Ucap Ayunda.
"Si-siapa yang meninggal Ayunda,". Tanya Aries.
"Hemm...ini mantan ibu mertuaku meninggal dunia Tya,kita ke sana. Yuk..,". Ajak Ayunda.
Secepatnya Aries, membayar tagihan dan menggendong Al.
Di perjalanan Ayunda, menceritakan tentang masa lalunya.
Sampai lah dirumahnya dulu, untuk berganti pakaian.
Senyum merekah di wajah Aries.saat melihat Ayunda, menggunakan gamis panjang berwarna hitam polos dan menggunakan hijab.
"Kau sangat cantik Ayunda, menggunakan gamis panjang dan berhijab,". Aries, terpukau memandangi wajah cantik Ayunda.
" Hahahaha....biasa Tya,akukan setengah kunti setengah ukhti,". Kekeh Ayunda.
__ADS_1
"Ada-ada saja,kamu ini," senyum kecil Aries.
Mereka pun langsung pergi meninggalkan perkarangan rumah dan menuju ke rumah mertua Ambar. Hanya beberapa menit, mereka sudah sampai.