TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Ancaman (S2)


__ADS_3

"Annisa,kamu di suruh Al katanya temuin dia ke belakang sekolahan". Kata Dion, menghampiri Annisa ke kantin.


Annisa, langsung senyum sumringah. Bahkan para murid-murid di kantin,tengah berbisik penasaran.


"Benarkah Dion, apakah Al mau balikan sama aku". Tanya Annisa,ia menyunggingkan senyumnya ke arah Yulia.


"Tidak tahu,lebih baik kamu secepatnya ke sana,". Kata Dion, dengan suara tegas.


"Hemm....tentu Dion,bahkan aku tidak sabar lagi bertemu Al" hati Annisa, seperti berbunga-bunga. Sudah pasti Al,mengajak dirinya balikan. Buktinya tiba-tiba mengajak dirinya, ketemuan di belakang sekolahan. Kini tatapan para murid-murid perempuan,nampak tak suka mendengarnya.


Brakkk...


Yulia,menggebrak meja kantin. Dengan hati kesal, karena mendengar ucapan annisa. "Tidak mungkin Al,mau balikan dengan mu Annisa. Tidak usah kepedean dulu, takutnya malah malu tujuh turunan". Senyum semerik Yulia,ia sebenarnya geram kepada Annisa.


"bilang saja kamu iri Yulia,bay". Annisa, mengikuti langkah kaki Dion.


Beberapa menit kemudian. Akhirnya Annisa, menatap mantan kekasihnya kini mereka saling tatapan.


Al, mendekati Annisa. Dengan tatapan tajam,yang sulit di artikan. Annisa, tersenyum manis. Akankah seperti adegan di film,sang pria berlutut meminta balikan dan minta maaf.


"Aaauuukkk....". Ringis Annisa,saat Al mencengkram tangannya. "Aauuukk....sakkiittt Al". kenapa Al,semarah ini. aku salah apa?.


"Apa kamu memberitahu video,kepada mamahku tentang adu ayam". Seringai tajam Al,mampu tubuh Annisa bergetar. "Kalau kau tidak mengaku,bukan hanya kamu yang hancur. Tapi, keluargamu juga".


"Ak-aku tidak tahu,Al. Aku mana berani, melakukan hal itu. Sakiit Al, lepasss kan". Pinta Annisa, pergelangan tangannya sangat sakit karena Al terlalu kuat mencengkram. Astaga,ini masalahnya. tapi,siapa yang sudah melakukan tindakan ini.


Al,tahu dengan sorot mata Annisa. Jika dia bukan pelakunya,ia melepaskan cengkraman tangannya. "Jika terbukti bahwa kau,maka siap-siap untuk hukuman dariku," senyum semerik Al


"Walaupun aku sakit hati,kamu memutuskan hubungan kita. Aku juga tidak berani, melakukan hal itu Al". Jawab Annisa, angan-angannya pupus sudah. Ia sudah mengira, bakalan balikan dengan Al. Nyatanya malah dapat ancaman, begitu mengerikan.


"Zakir,bawa Yulia ke sini". Kata Al, langsung di angguk zakir. "Dan kamu Annisa, pergiiiiii".


Annisa, langsung pergi dengan keadaan kecewa. Bisa jadi dia akan di bully,karena dia tak balikan dengan Al. Sial,pasti aku di ejek-ejek lagi sama murid lainnya.


Benar saja di sepanjang jalan, menuju jelas di olok-olok para murid lainnya. "Kasian banget deh,sok kepedean. Mana mau Al, balikkan sama tukang selingkuh".


"Percuma cantik,tapi tukang selingkuh. Mana kepedean lagi,". Ejek lainnya.

__ADS_1


"Tebal juga muka kamu Nis,gak cukup masalah kemarin". Kekeh lainnya.


"Diaaaammm....ini hidupku,jangan usah sok ikut campur,". Bentak Annisa,ia sangat kesal kepada lainnya.


Tetap saja murid-murid lainnya, mengejek-ejek harga diri Annisa. Bahkan ada tertawa lepas dan senang karena mereka tidak balikkan.


Sedangkan Yulia, tersenyum merekah. Saat mendengar ucapan zakir,jika Al ingin bertemu dengannya.


"Sepertinya Al,mau nembak aku deh". Gumam Yulia. Mengikuti langkah kaki zakir, dengan kesenangan luar biasa.


Al, memperlakukan Yulia seperti Annisa. Ia mencengkram tangan Yulia dan mengancamnya. Namun jawabannya sama, mereka tidak melakukan hal tersebut.


Al,mengusap wajahnya dengan kasar."Sial,siapa sebenarnya melakukan hal ini,".


"Aku punya ide,kita cek cctv jalan raya. Mulai dari berangkat ke kantor,aku yakin orang tersebut mengikuti kita". Ucap Herman, temannya tercengang mendengar ide.


"Kenapa gak bilang dari tadi". Kata Al, dengan kesal. "Kita cek, cctv jalan raya. Semoga kita dapat informasi yang bagus, siap-siap untuk hukuman ku". Senyum semerik Al.


Bahkan teman-temannya,juga tidak sabar ikut menghukum. Mereka sangat dendam,karena ayam jagonya sudah jadi opor.


******


Sesampai di ruang kerja. Al,di kagetkan dengan sesosok perempuan yang dia kenal.


"Emily, tumben kamu ke sini". Kata Al,kepada Emily anak Vivian sahabat Ayunda.


"Al,huuuu....huuuu...huu". Emily, langsung memeluk Al dan menangis kesegukan.


"Ehh..kenapa kamu nangis,coba kamu ceritakan,". Tanya Al,namun pelukkan Emily semakin erat.


Al, langsung mengajaknya duduk. "Kenapa kamu menangis,hemm...coba kamu katakn". Al, menghapus air matanya Emily.


"Liam, selingkuh Al. Sekarang dia mutusin aku". Isak tangisnya Emily.


Liam Neeson,anak dari Melisa dan Farhan. Sahabatnya Ayunda dan Zense.


"Kan aku sudah bilang,kalau Liam playboy sejak SMP. Kamunya aja ngeyel, ngejar-ngejar dia". Kini Al,malah mengejek Emily tengah patah hati.

__ADS_1


Plaakkk....


Emily, menampar lengan Al. "Kesel deh, kamu ejekin aku terus. Enak,kamu gak pernah patah hati ". Sungut Emily, terbilang perempuan manja.


Aduhhh...bisa berabe kalau Emily,ada di sini. Kerjaan banyak, bahkan dia sering nempel kaya perangko lagi. Jangan sampai Laila,liat. Takutnya tambah ilfil dia, gerutu Al. "Aku mau kerja Emily, banyak tuh tumpukan berkas. Kamu mau bantuin aku,biar cepat kelar. Kalau mau nemenin kamu,hari minggu saja".


"Iiiss...sebel,aku ke sini. Berharap kamu bisa nenangin perasaan ku, tapi malah ngajakin kerja lagi. Ahh....bikin pusing,aku pulang saja. Ingat dengan janji kamu Al,kau dengar-dengar kamu putus sama Annisa. Baguslah,dia perempuan tukang selingkuh". Emily, langsung menyambar tas nya dan melangkah pergi.


"Hemmm... hati-hati Emily, jangan sampai nabrak tiang listrik". Kekehnya Al, sebelum Emily menghilang di balik pintu.


Al, menghembuskan nafasnya panjang-panjang. akhirnya anak manja itu,telah pergi dari ruangannya. ia juga bisa tenang, menyelesaikan pekerjaan yang sudah menantinya.


*********


Di tempat lainnya. Laila,tengah mengikuti acara pengajian di masjid. Laila dan Hafizah, sedang duduk bersebelahan.


ustadz Zulkifli, tersenyum ke arah Laila. tentu saja Laila,membalas senyuman ustadz Zulkifli. Bahkan Hafizah,juga ikut tersenyum manis.


selesai acara pengajian. Hafizah,mengajak Laila duduk ada yang dia bicarakan.


"kamu kenapa senyum-senyum dari tadi,fizah". tanya Laila,mampu membuat Hafizah malu-malu.


"senyuman ustadz Zulkifli,manis sekali kan Laila. bukan hanya itu,dia memberikan kertas ini kepadaku isinya ada surat". Hafizah, memberikan kertas kepada Laila.


Hafizah,yang lulus sekolah pesantren. kini dia mengajar di tempat sekolahnya dulu, Hafizah terbilang wanita Sholehah.


Laila, membuka kertas tersebut dan berisi surat. saat membacanya, seakan-akan jantungnya berhenti berdetak. seluruh persendian otot tubuhnya, seketika melemah. nafasnya merasakan sangat sesak, bagaikan ribuan pisau menancap di hatinya.


"Aku sangat bahagia,jika ustadz Zulkifli. mengajak aku ta'aruf,aku menyetujuinya. karena aku sudah lama menyukai ustadz Zulkifli, ternyata kami sama-sama suka". kata Hafizah, dengan penuh kebahagiaan.


"selamat Hafizah,aku mau pergi dulu. lupa,ibuku tadi nitip belikan tepung". Laila, langsung bergegas pergi dan memberikan surat itu kepada Hafizah. sekuat tenaga menahan bendungan air matanya,agar tidak mengalir di hadapan Hafizah.


"Ahhh... Laila,tunggu...iiisss...akukan belum selesai cerita semuanya,aku tahu kamu menyukai ustadz Zulkifli. maafkan aku Laila,ini demi kamu juga yang tidak mungkin selalu mengharapkan ustadz Zulkifli,". gumam Hafizah.


karena cukup jauh dari Hafizah, barulah Laila menumpahkan air matanya. ia menangis sesenggukan,hingga sampai ke rumah dan masuk ke dalam kamar.


sang ibu,hanya diam. tiba-tiba anaknya, pulang tidak mengucapkan salam dan langsung masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Laila, langsung membenamkan wajahnya di bantal. agar suara tangisnya tidak di dengar oleh sang ibu, cinta pertama kini berakhir sudah.


__ADS_2