TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Penutup kepala (S2)


__ADS_3

Bukan hanya J,yang datang. Namun beberapa orang di belakangnya terutama Dion Zakir dan Herman.ada juga beberapa orang kepala mereka di tutupi dengan kain hitam. Bukan hanya anggota militer, melainkan anggota kepolisian juga.


J, yang masih menggunakan baju dinasnya. Terlihat sangat tampan dan gagah, maupun umur seorang wanita tua dan muda. Saat memandang wajah tampan J, tentu saja terpesona meskipun sudah berumur.


J, menghampiri Ayunda. Tentu saja Ayunda,sok tidak tahu sama sekali. Ia cuek dan memalingkan wajahnya.


"Maaf,aku terlambat sayang. Kami makan dulu, soalnya lapeeerrr". J, mengelus rambut Ayunda.


"Hemmm... sudah biasa sayang". Jawab Ayunda, terlihat cemberut. "Cepat, selesaikan dulu drama ini. nanti aku, bakalan kasih bonus malam ini". kedip mata Ayunda, terlihat menggoda. sudah pasti J, mengangguk kepalanya dan tersenyum sumringah.


"Baguslah,jika kalian semua masih berkumpul di sini". Senyum smrik J, menatap tajam ke arah Hamzah dan keluarganya. J, juga mendekati mereka beberapa langkah.


"maksud semua ini apa? Sedangkan Anda,siapa? Bawa-bawa pasukan segala,emang di sini kami melakukan tauran apa? Asalkan Anda, tahu. Jika kami, sedang melakukan akad nikah". Bu Romlah,angkat bicara.


Tentu saja Hamzah, Wulan dan Hafizah. Terlihat gelisah dan pucat pias, mereka merasakan ada sesuatu yang akan terjadi.


"Aku yang yang menculik Laila dan menyembunyikan di suatu tempat". Ucap J, dengan tegas menyatakan bahwa dia pelakunya. Terlihat wajah J, nampak tak bersalah sedikitpun.


Tentu saja Hamzah, langsung angkat bicara. "Oh, seorang anggota militer. Menculik calon istri orang, berarti anda melakukan kasus penculikan. Bahkan Anda,bisa masuk kedalam penjara. Jika saya tuntut atas penculikan, calon istri ku".


"Hamzah,tenang dirimu. Tuan J,suaminya bu Ayunda. Yang sudah lama tinggal di sini, mereka bukan sembarang orang". Tegur ustadz Zulkifli, mencoba menenangkan sepupunya.


"Ustadz Zulkifli,jangan diam saja.ini tidak boleh di biarkan,kasus besar ini. Atas penculikan Laila, kembalikan dia jangan seenaknya menculik Seseorang". Sambung Wulan,juga.


"Ehhhh... Wulan,kami setuju dengan perkataan J. Kami, semua senang jika Laila di culik oleh suaminya Ayunda. Mampus kalian, gak bakalan ketemu". Ucap salah satu ibu-ibu di tempat,dia tersenyum mengejek.


"Benar,banget ibu-ibu. Mau nuntut suaminya Ayunda,sudah menculik Laila ha? Walaupun Hamzah, menyatakan bahwa yang di culik adalah calon istri situ. Asalkan kalian tahu,jika kami semua memberikan sebuah bukti jika suaminya Ayunda tidak bersalah". Sahut ibu-ibu lainnya juga.


"Seharusnya sadar diri,kalian itu cuman pendatang di sini. Mentang-mentang punya ikatan dengan ustadz Zulkifli,jadi sok belagu". Timpal lainnya.

__ADS_1


"Ibu-ibu, mohon tenang sebentar dulu. Aku akan memberikan sebuah bukti, jika Hamzah dan istrinya. Sudah melakukan hal ini, adalah rencana licik mereka. Agar Laila, terjebak dalam masalah ini". Kini J,menggertak mereka.


Ibu-ibu lainnya, langsung berbisik satu sama lainnya. Entah kenapa mereka,jadi penasaran dengan ucapan J.


"Wahhh...nah,benarkan? Kalau kasus ini hanya jebakan semata,pasti ada udang di balik bakwan". Ucap ibu-ibu lainnya.


"Enak tuh,udang campuran bakwan panas-panas. Terus di temanin sama kopi panas,beeehhh... sensasi sedap-sedapnya dapat". Sambung bapak-bapak lainnya.


"Di tambah lagi, sambil nonton bola nangkring di pos ronda. Behhhh...sedaaappp... Yang bikin bu RT,lagi". Sahut bapak-bapak lainnya.


"Wouy, ngapain kalian jadi bawa Istri-istri ku juga". Tegur pak RT, dengan geram. Walaupun body, serba XL doble Xl. Hati pak RT,tetap klepek-klepek dengan istrinya.


"Bapak-bapak, sekalian. Mohon diam, biarkan J melanjutkan pidatonyaaaaa......!!!". Teriak bu RT,yang suaranya menggelegar.


Seketika hening, tidak ada yang berbicara lagi.


"Terimakasih,bu RT yang tercinta. Baiklah,aku akan melanjutkan yang sempat tertunda oleh bapak-bapak". Ucap J, masih dengan mode serius. " Hamzah dan istrinya,telah berbohong kepada kita tentang rahimnya rusak karena menolong Laila".


"Kami tidak berbohong, bukankah sudah ada bukti. Hemm...apa itu semua kurang". Bantah Hamzah, dengan nada tinggi. "Ingat,saya tidak pernah memiliki masalah dengan Anda".


"Memang jika kamu tidak memiliki masalah apapun Kepadaku. Tapi, aku harus membasmi orang-orang yang jahat. Seperti kalian, tentu saja kalian akan kaget. Jika aku,membuka semua penutup kepala ini". Tunjuk J,kepada orang-orang yang kepalanya tertutup dengan kain hitam.


Tentu saja Dion, Herman dan Zakir. Mereka ada di tempat,hanya saja Al tidak ada.


"Jangan mengada-ada, bilang saja kalian sama mencegah terjadinya pernikahan inikan". bentak bu Romlah. "beritahu kami,dimana calon menantuku. mentang-mentang memiliki kekuasaan, kami di tindas seperti ini".


"Baiklah, kita mulai permainan ini". seringai tajam J,ia menghampiri seseorang sepertinya orang penting bagi J. "kepada pak Hamzah dan ibu Wulan, apakah benar kalian memberitahu kepada Laila. jika rahimmu rusak atas menolong Laila". tanya J, dengan senyuman kecil.


"Benar, emangnya kenapa". jawab cepat Wulan, dengan sinisnya.

__ADS_1


"Baiklah, apakah dokter tersebut menyatakan jika rahimmu rusak atas kecelakaan yang baru saja terjadi". Tanya J,ia mendekati ke arah mereka.


Wulan, menoleh ke arah Suaminya. "Tentu benar, bahkan Laila langsung mendengar secara langsung oleh dokter yang menangani istri saya". senyum smrik Hamzah.


"Anda salah pak Hamzah,karena kalian sudah bersekongkol dengan dokter tersebut. kalau tidak percaya bagaimana, kita minta penjelasan langsung kepada dokter Anwar ". Ucap J, membuat Hamzah, Wulan dan Hafizah. seketika melotot sempurna mata mereka.


Wulan, dengan tenangnya melwan J. "benarkah,lakukan semau Anda. buktikan secepatnya,mana dokter yang Anda maksud".


"Zakir,buka penutup kepala yang pertama". pinta J, seketika Zakir membuka penutup kepala tersebut.


"Bagaimana kejutannya, Wulandari". seringai tajam J, mampu membuat Hamzah, Wulan dan Hafizah. menjadi gelabakan, karena ketahuan oleh J. orang-orang sekitar, menjadi ricuh namun secepatnya J tangani.


"Baiklah, dokter Anwar. aku meminta penjelasan dari mulutmu sendiri, dengan hasil pemeriksaan medis Wulan ini". J, mengangkat satu lembar kertas di tangannya.


"Hasil tes pemeriksaan medis bu Wulan, memang tidak benar. itu semua adalah rencana mereka, karena mereka ingin menjebak seseorang. sebenarnya bu Wulan, pernah kecelakaan tunggal satu tahun silam dan mengakibatkan rahimnya rusak. namun mereka melakukan skenario terhadap seorang perempuan,entah itu siapa. hasil pemeriksaan medis bu Wulan, dinyatakan palsu. hanya itu saja,aku mengikuti saran dari mereka". dokter Anwar, menjelaskan semuanya.


Tentu saja orang-orang sekitar,malah ngelunjak dan mencaci maki kepada Hamzah dan Wulan.


"Huuuuuuu..... penipuuuuuu.....".


"Tukang fitnaahhhh.....berhati iblisssss ..".


"Masukkan mereka ke penjara...."


"Hukum mereka, seberat-beratnya..."


"Huuuuuuuuu.......penipuuuuuu.....".


"Usiiirrrr mereka......iya....usiiiirrrrr merekaaaa....".

__ADS_1


banyak lagi, cibiran dari orang-orang sekitar. Dengan lekas mereka di tangani oleh polisi sekitar agar tak bertambah ricuh.


jangan di nyatakan lagi, bagaimana wajah mereka. sedangkan bu Romlah,sudah tumbang mendengar ucapan seorang dokter.


__ADS_2