
"maaf,ada hal penting apa? Sampai-sampai pak Abraham,ke kantor saya. Tanpa ada buat pernjanjian dulu,". Tanya Ayunda,ia duduk di sebrang pak Abraham. Ayunda,juga nampak heran padahal mereka tidak ada janji apapun,apa lagi masalah pekerjaan.
Abraham, tersenyum kecil saat mendengar ucapan Ayunda.
"Maaf,jangan terlalu formal begitu bicara sama aku. Seperti biasa saja Ayunda".
Huuuuff....sabar Ayunda, namanya juga rekan bisnis.anggap saja kamu ketimban sial. "Ini kantor pak Abraham,saya tidak enak dengan yang lainnya". Alasan Ayunda.
Abraham, langsung memahami maksudnya Ayunda.
"Mungkin ini mendadak makanya aku langsung menuju perusahaan mu kalau lewat pesan sepertinya kurang enak,apa kamu mau membantu ku". Pintanya
Nah, pasti ada maunya ni duda."membantu apa dulu,pak? Saya juga tak bisa sembarang membantu". hemmm... asalkan jangan aneh-aneh deh.
"Hemmm...begini Ayunda. Sebenernya aku ingin kamu menjadi partner ku nanti malam,ada acara ulang tahun pernikahan orang tuaku. Jadi apa kamu mau, menjadi pasangan ku nanti malam tidak enak kalau hanya sendirian. tidak akan lama hanya sebentar". Ucap Abraham,tanpa ba-bi-bu lagi.
Ayunda, langsung melirik ke arah Lilis. Ia juga gelisah kenapa lama sekali kevin dan Alex,tak kunjung datang.
Ayunda, langsung menyenggol lengan Lilis.
"Tapi pak. Bu Ayunda, sudah memiliki tunangan. Apa kata orang-orang diluar sana". Sahut Lilis, mencoba memberikan alasan.
"Orang-orang lain juga belum banyak tau, kalau Ayunda sudah memiliki tunangan. Apa lagi masih di rahasiakan,hanya tunangan bukan suami". Jawab pak Abraham,ia harus bisa meluluhkan hatinya Ayunda.
"Maafkan aku pak Abraham,aku tidak bisa. Aku seorang wanita yang sudah memiliki tunangan,mana mungkin aku harus pergi ke pesta dengan pria lain. Apa kata orang-orang nanti,aku juga memiliki anak. Tak mungkin aku tinggalkan,jika ada acara kolega bisnis di malam hari. Aku hanya bisa di wakilkan dengan Kevin atau Alex". Alasannya Ayunda.
Mendengar perkataan Ayunda. Abraham, mendengus kesal. "Kali ini aja Ayunda,aku mohon. anggap saja orangtuaku mengundang dirimu dan kita datang sama-sama".
__ADS_1
Huuu....kenapa gak lewat kirim pesan aja sih, kalau begini ribet amat. Aku harus berbelit-belit mencari alasan, gerutu Ayunda. "Maaf,aku tidak bisa pak. Bukannya menolak tapi,aku merasa tidak enak. Seharusnya pak Abraham,paham jika aku sudah memiliki tunangan. Seandainya pak Abraham, memiliki tunangan.ada seorang pria mengajak pergi ke acara pesta besar,tanpa meminta izin kepada anda. sedangkan tunangan anda, langsung mengiyakan ajakan pria tersebut. Bagaimana perasaan anda pak? Begitu juga perasaan pasangan saya,". Jelas Ayunda,ia menarik nafas dalam-dalam. "Lebih baik, anda pergi dengan sekertaris saya. Dia jomblo". Ayunda, mencoba menawarkan sekertarisnya.
Mendengar perkataan bosnya. Lilis, hanya cengengesan. Sebenarnya dia tidak nyaman,demi bos apapun di lakukan. Ha..?kenapa bu Ayunda, malah menawarkan aku.hemmm..tidak apa asalkan tambah bonus.
"tenang saja,aku akan memberikan kamu bonus dua kali lipat," bisik Ayunda kepada Lilis.
Lilis,merasa tak nyaman. Dengan tatapan tajam dari pak Abraham.
Saat pak Abraham,ingin berbicara. Tiba-tiba saja kevin dan Alex,datang.
"Ehh...ada pak Abraham," senyum merekah Kevin. ia menyelonong masuk ke dalam ruangan tersebut.
Alhamdulillah, kalau mereka sudah datang.
"duduklah Kevin dan Alex". Ajak Ayunda. ia tersenyum sumringah atas kedatangan mereka,tentu saja dirinya selamat dari pak Abraham.
"Hemm...tidak apa-apa pak Abraham,malah aku senang anda memahami saya". Senyum semerik Ayunda. Yeeeehhh... setidaknya aku selamat untuk kali ini.
"Lo,mau pamit aja. Gak ngobrol-ngobrol dulu pak". Kata Kevin.
"Iya,anggap aja kita ini teman-teman nongrongan". Sahut Alex,juga.
"Lain kali,aku masih ada urusan. Permisi". Abraham, langsung beranjak pergi meninggalkan ruang tersebut. dengan raut wajah begitu kesal.
Ayunda,lilis, Kevin dan Alex. Mereka menatap kepergian Abraham,hingga hilang di balik pintu. barulah mereka semua cekikikan tertawa melihat kepergian pak Abraham.
"Kita pindah ke ruangan aku saja" ajak Ayunda. "Dan kamu Lis, silahkan kembali ke ruang kamu. Makasih yah,sudah nemenin saya".
__ADS_1
"Iya,bu. Saya pamit dulu". Ucap Lilis. huuu... selamat,gak jadi pergi bareng pak Abraham.
Sedangkan Ayunda, Kevin dan Alex. Langsung menuju ruang kerjanya Ayunda.
Saat sampai di ruang kerjanya Ayunda. Mereka duduk di sofa panjang.
"Ada apa dengan pak Abraham? Apa kalian ada janji lain,". Tanya Kevin, kepada Ayunda. ia menaruh rasa curiga kepada Ayunda.
"Jangan-jangan kamu belok Yu". Sahut Alex. ia cekikikan.
"Apaan sih,kalian. Jangan mikirin aneh-aneh deh,aku sama pak Abraham. Tidak memiliki janji lainnya,dianya saja tiba-tiba ke sini". Ucap Ayunda,ia sedikit kesal
"Oh,terus apa lagi". Tanya Alex. ia memainkan kedua alisnya turun naik.
"Hmmmm...dia mau ngajak aku jadi pasangannya nanti malam,buat menghadirkan acara ulangtahun pernikahan orangtuanya. Sudah pasti aku tolak toh,apa lagi aku memiliki tunangan. Heran deh, ngajak orang sembarangan banget. Gak lihat segi mananya dulu, sudah tahu punya pasangan. Masih aja ngeyel,di embat. Emang aku wanita apaan". Gerutu Ayunda.
"Kayanya dia ngajak kamu karena kamu orang istimewa, walaupun janda. Tapikan kedudukan kamu jauh lebih tinggi daripada wanita lainnya. Sudah pasti,dia mencari pasangan tak sembarangan. Dia pikir-pikir yang pas itu,siapa lagi kalau bukan Ayunda berarti kamu". Kata kevin.
"Hemmm..benar juga,bisa aja. Buat manas-manasin mantan istrinya,yang seorang model itu. Tengah naik daun,sudah pasti pak Abraham. Ia tak mau kalah sama sekali,untung kamu gak mau Yu. Bisa-bisa berabe,aku yakin banyak orang menggosipkan tentang dirimu yang tidak baik. Apa kata J,nanti Ayunda. Jangan sampai kepala kami jadi korbannya ". Ucap Alex,ia sambil menyentuh lehernya. "Iiiihhh...ngeriiii". Alex, bergidik ngeri.
"Tenang saja,aku masih bisa mengatasinya hal ini. Jadi kepala kalian sudah pasti aman,". Kekehnya Ayunda. "Apa kamu bisa kevin? Menyelidiki apa maksud dan tujuan pak Abraham,yang tiba-tiba berubah seperti itu. Aku risih lo,entah dimana aku berada. Bisa-bisanya dia tau,". Pinta Ayunda.
"Hemmm...oke,aku usahakan untuk menyelidiki masalah ini.kamu tenang saja,kamu harus hati-hati". Ucap Kevin.
Ayunda, langsung mengangguk pelan.
"ciyeeee...punya fans berat" ledeknya Alex, dengan cepat ia mendapat lemparan bantal ke wajahnya oleh Ayunda.
__ADS_1