
Tak kerasa sudah setengah bulan, sejak kepergian J untuk bertugas.
Al, sesekali menanyakan kepada ibunya. Namun ada saja alasan Ayunda, untuk menjawab pertanyaan anaknya.
Artinya tinggal setengah bulan lagi. J,akan pulang. Namun di dalam hati Ayunda. Ia merasa was-was,datang apa tidaknya.
Ting.....
Sebuah pesan masuk di ponselnya. Terlihat nomor tak dikenal.
[Aku Yolanda,pasti kamu tau siapa aku. Aku ingin bertemu dengan mu,kita bertemu jam dua siang. Di kafe kenangan]
Ayunda, hanya tersenyum kecil saat membaca pesan dari Yolanda.Ia juga langsung membalas pesan tersebut.
Seperti biasa,jika hari libur. Ayunda,bu sumi dan tetangga lainnya.selalu ada acara kecil-kecilan, seperti masak bersama dan lainnya.
"ibu-ibu sekalian yang selalu ibu RT sayangi. Ada berita hangat nih,kalian tau gak? Kalau rumah Alm. Siti. Gak lama lagi ada yang menempati,pasti kalian penasaran kan,". Ucap bu RT,ia tersenyum merekah.
"Haa..? Serius bu,ada yang mau menempati". Tanya ibu yang lainnya.
"Wahh...bagus dong,semoga satu sohib dengan kita. Bisa tambah anggota,". Timpal lainnya.
Ayunda, hanya mendengar ucapan lainnya saja. Ia tak ikut bersuara.
"Katanya hari ini, mereka akan pindah. Biasa sepasang suami-istri dan Nama prianya Reyhan,kalau istrinya Safitri panggil saja Fitri. Namanya kalian harus ingat yah,". Kekeh bu RT.
Tunggu dulu Safitri,kok namanya kaya gak asing. Apa jangan-jangan teman sekolah ku dulu,gumam Ayunda. Ahh... palingan namanya saja kebetulan sama.
"Owalah, sepasang suami-istri toh. Palingan gak mau gabung sama kita-kita,apa lagi muda. Hanya Ayunda,yang mau gabung sama emak-emak,". Gerutu yang lainnya.
"Hehehe...aku juga ibu-ibu loh,anak satu lagi,". Sahut Ayunda.
"Tapikan,kamu kaya masih anak gadis. Masih muda, cantik dan wanita karir lagi. Mana gak sombongnya,". Puji yang lainnya.
Ayunda,hanya cengengesan mendengar ucapan ibu-ibu yang sudah memuji dirinya. "Jangan terlalu memuji diriku bu, nanti aku terbang ke awan. Kalau jatuh sakit,". Canda Ayunda.
"Ahahhaa..bisa aja kamu Yu,". Bu Sumi, sedikit mendorong bahu Ayunda.
"Wahh...bu sumi,main dorong-dorongan aja. Balas Yu,jangan kalah sama Bu sumi". Kata yang lainnya. Namun Ayunda,hanya menggeleng kepala.
__ADS_1
"Canda Yu,canda". Bu Sumi, mengedipkan sebelah matanya.
"Ehh...ehhh...liat ada mobil hitam,yang singgah di perkarangan rumah Siti. Apa jangan-jangan mereka sudah datang,". Kata salah satu ibu,yang melihat.
"Kita ke sana yuk, penasaran siapa". Ajak ibu yang lainnya.
Mendengar ada pendatang baru. Ibu-ibu lah yang paling utama karena kekepoannya melebihi tingkat dewa.
Bu Sumi,juga menarik lengan Ayunda. Agar ikut serta bersama ibu-ibu lainnya.
Ayunda,hanya mengikuti apa kata bu sumi. Ikut ahh...akukan kepoan juga,hihihi....
Apa lagi yang dekat rumah Siti,kepala mereka calingukan melihat kedatangan penghuni baru. Bisik-bisik tetangga mulai terdengar,bahkan bu RT langsung turun serta.
Sesampai di pekarangan rumah Siti. Bu RT, langsung menyapa Reyhan dan Vera.
"Selamat datang,di tempat baru kalian,".
"Ahh...bu RT,bisa saja. Makasih banyak,atas infonya". Kata Fitri
Ayunda, langsung melihat siapa penghuni barunya. Ternyata benar, penghuni baru ini adalah teman sekolah dulu.
"Ay-ayunda,wahh...kamu tinggal di sekitar sini juga, kebetulan sekali". Fitri, langsung mendekati Ayunda. Namun terlihat jelas di wajah Fitri, nampak tak suka
"Wah....kalian saling kenal to, kapan-kapan gabung sama kita yah. Biar rame gitu,". Ucap ibu lainnya.
"Boleh kok,itu masalah gampang,". Jawab Fitri,ia juga menyambut yang lainnya. sebenarnya ia juga risih kedatangan ibu-ibu dan tetangganya. huuuu...bikin enek aja,nih emak-emak.
Ternyata Fitri berubah tak Seperti dulu, batin Ayunda.
Oke,juga Ayunda. senyum semerik Fitri.
Fitri,juga mengajak ibu-ibu lainnya berkumpul di depan rumah. Hanya ada minuman dan beberapa cemilan. Dengan senang hati ibu-ibu menyapa Fitri.
Sampai akhirnya ibu-ibu lainnya pamit pulang ke rumah masing-masing.hati Fitri,terasa plong atas kepergian para emak-emak.
Ayunda,juga pamit pulang. Karena dia ada janji dengan seseorang.
Sesampai di rumah Ayunda, bersiap-siap dan pamit kepada bi Ijah dan anaknya.
__ADS_1
Perlu 20 menit,ia sudah sampai di kafe tersebut. ia terlihat calingukan mencari tempat duduk yang sudah di janjikan.
saat ketemu,ia langsung menuju meja yang sudah di janjikan. Benar saja ada seorang wanita yang tengah duduk, mungkin dia sudah menunggu kedatangan Ayunda.
Dia sudah datang duluan,padahal aku lebih awal, batin Ayunda.
Wanita itu, tersenyum manis kepada Ayunda. Ayunda,Yang baru datang lalu menarik kursi. Dia juga tersenyum manis saat menatap wanita tersebut. tepat di seberang kursinya.
"Yolanda,senang bisa bertemu dengan mu langsung,". Yolanda, langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Dengan senyum merekah. Ayunda, langsung menyambut uluran tangan Yolanda.
"Ayunda,senang berkenalan dengan anda,". Senyum semerik Ayunda.
Yolanda, seorang agen rahasia wanita. Dia begitu dekat dengan J,dan sudah bertahun-tahun menyimpan rasa cintanya kepada J. Walaupun mereka hanya tim kerja, sesekali jika J membutuhkan bantuan.
"langsung saja ke intinya" ucap Ayunda, terlihat lebih dingin.
Yolanda, langsung memanggil pelayan kafe. "santai saja,pesanlah dulu". Senyum kecil di sudut bibirnya.
"Hemm... baiklah" Ayunda, langsung memesan minuman dan beberapa cemilan.
Sepertinya apa yang di katakan Vera,memang benar. Kalau Ayunda,susah di taklukkan,batin Yolanda.
"mungkin aku tidak perlu menjelaskan semuanya siapa aku, intinya aku tim kerja J. Pasti kamu tau jawabannya aku siapa,". Ucap Yolanda,ia memancing ke arah Ayunda.
Ayunda,hanya mengangguk pelan.
"Hemm...aku mengerti,jadi ada hal apa yang membuat dirimu ingin bertemu dengan ku,". Delik mata Ayunda.
"Aku mencintai J,dia begitu dingin. Saat mengenal dirimu,dia juga berubah sangat berubah. Kau tau J, adalah seorang pemeran penting dalam agen rahasia. Kami semua sangat sedih atas J, mengundurkan diri dari agen rahasia ini. Dia meninggal jabatan dan lainnya.aku tidak menuduhmu atau hal lainnya,aku mohon bujuk J. Agar dia tak meninggalkan semuanya,ini penting untuk masa depan kita dan negara,". Pinta Yolanda.
Ayunda, langsung paham apa maksudnya. "Aku tidak bisa, melaksanakan hal ini. Apa lagi pekerjaan ini sangat bahaya,dia sudah cukup lama dan bertahun-tahun mengabdi kepada negara. Sudah waktunya dia berganti peran, bukan ".
Yolanda, mengepalkan tangannya di bawah meja. Ia menatap tajam ke arah Ayunda, sebenernya ia tak ingin berpisah dengan J.
Sekarang J,sudah mengurus semuanya atas pengunduran dirinya sebagai anggota militer dan agen rahasia.
"aku mohon, mungkin saja dengan bujukkan mu dia langsung berubah. pliss.. jangan jadi wanita egois,". pinta Yolanda.
Ayunda,hanya tersenyum kecil saat Yolanda. mengatakan bahwa dia egois.
__ADS_1