
"serahkan anakku..!! J,".teriak Ayunda, kedua lengannya di cekal oleh anak buah Zense.
J,tengah berdiri membelakangi Ayunda. Ia sedang menggendong bayi di tangannya.
"Ahhh... akhirnya kau datang juga," senyum semerik Zense. ia membalikkan badannya. "kau lihat Ayunda. anakmu Sangat mirip sekali denganku,".
Ayunda, melihat anaknya yang masih di gendongan tangan J. Dasae gila..!! tentu saja mirip kaliankan saudara kembar.
"anakku,berikan anakku J,".
Air matanya mengalir di pipinya. Ia masih ingat beberapa jam lalu, ia baru melahirkan seorang bayi laki-laki.
Selesai melahirkan Ayunda,harus berpindah ke ruangan berbeda. Anaknya pun langsung di bersihkan oleh perawat lainnya, selesai di bersihkan. J, langsung membawa bayi Ayunda. Ia juga menyewa seorang dokter,perawat dan baby sitter yang terbaik. Semua orang-orang di sana tidak bisa mencegah J.
Tentu saja Ayunda,yang baru saja melahirkan ia langsung tergesa-gesa pergi ke mansion J.
sok jiwanya berasa melayang saat anaknya sudah di bawa pergi.
Paman, bibi dan lainnya mencoba mencegah namun tidak bisa. Ayunda,terus meraung-raung ingin bertemu anaknya. Bagaimana tidak sakit hati untuk seorang ibu,baru saja melahirkan namun anaknya di rampas dan di pisahkan begitu saja.
Tak memperdulikan rasa sakit sehabis bersalin, tujuannya hanya satu yaitu anaknya.
"Aku mohon,J. Jangan pisahkan aku dengan anakku, biarkanlah kami bebas jangan ganggu kami,". Isak tangis Ayunda. "Lagipula kau tidak berhak atas bayiku,aku yang melahirkan J. Dia darah dagingku dan suamiku,kamu tidak ada berhak sama sekali,". Bentak Ayunda, matanya memerah menahan amarahnya.
cengkalan lengannya di lepas oleh pengawal J."kau tidak berhak J,kau jahat,". Teriak Ayunda. ia langsung menghampiri J,ia melempiaskn amarahnya.
__ADS_1
Bugh... bugh....bugh...ia menampar dada bidang J, secepatnya tangan Ayunda di cekal agar berhenti memukulnya.
"Diam..!!!!apa kamu lupa ha...aku dan suamimu adalah saudara kembar,tentu saja aku ada hak anak kalian. Karena darahku juga mengalir kepada anakmu Ayunda,". Ia mencekal dagu Ayunda,sehingga wajah mereka begitu dekat. Kedua lengan Ayunda,di cekal ke atas kepalanya dan tubuhnya di himpit oleh J.
keadaan Ayunda, begitu memperihatinkan rambut acak-acakan.air mata terus mengalir di pipinya,peluh keringat juga membasahi keningnya. wajahnya juga terlihat sangat pucat, namun ia tetap cantik alami. mata Ayunda dan J,saling bertemu. Ayunda, menatap intens ke mata saudara kembar suaminya. sesosok seorang yang di rindukan Ayunda,namun ia sadar jika di hadapannya bukanlah Zense.
Ayunda,mulai melemah. Cengkalan dan himpitan langsung J lepas. "Ck,kau hanya wanita lemah Ayunda. Lemah,kau paham ha..!!! Apa kamu lupa kejadian penculikan beberapa bulan lalu. Aku yang menolong mu,kalau tidak ada aku maka aku juga akan kehilangan keponakan ku yaitu anakmu Ayunda. Keturunan Alvaro,aku juga sudah memberikan nama untuknya yaitu
Al Negredo,". Senyum semerik J.
J, memberikan nama Ayunda. sesuai kemauannya ia ambil nama saudara kembar lalu di tambahkan dengan nama belakangnya.
Ayunda, tersenyum getir saat mendengar pemberian nama anaknya. "jadi kau menyelamatkan ku dulu. Ck,aku Sudah menduga hal itu,".
"kau jahat J, biarkanlah kami hidup bebas. Aku sanggup menghidupi anakku,ambil lah Semua harta kekayaan suamiku. Tapi tolong jangan pisahkan kami,". Ayunda, memohon di kaki J. Ia mendongak ke atas dengan air mata mengalir.
"Kapan aku berkata kepadamu? Jika aku memisahkan kalian ha..!!! Aku mempunyai pilihan untukmu," J, menatap tajam ke arah Ayunda. "kau kira aku seorang pria miskin yang merebut harta kekayaan saudara ku sendiri. Ck,aku bukan penjilat harta Ayunda,".
Deggg...
Pilihan? Apa-apaan ini, batin Ayunda. "Katakan apa pilihan itu,". Ayunda, langsung menjauhi kaki J. Namun ia masih berlutut di lantai."kau jangan macam-macam J,jangan mengambil keuntungan dari nasip ku saat ini,".
Aku suka dengan sifatmu Ayunda, batin J
"Pertama,kamu bisa pergi kemana pun yang kamu mau. Kamu bebas terserah kemana dan kamu juga berhak membawa semua aset-aset perusahaan suamimu. Tapi kamu tidak bisa membawa anakmu,". Seringai tajam J. Ayunda,hanya menggeleng kepala.
__ADS_1
"Ambillah harta dari Alm. Suamiku J,aku tidak butuh asalkan anakku bersama ku," sengit Ayunda. Sial,pria ini begitu licik. brengsek, kenapa dia tiba-tiba datang di hidupku.
"Pilihan kedua,kamu harus tinggal di mansion ini tidak boleh kemana. Jika keluar kau bisa, tapi harus di kawal oleh anak buahku dan tidak bisa lengah dari pandanganku. Kau juga bisa selama mungkin bersama anakmu,kau juga bisa menikmati kekayaan dari suamimu biarkan aku menghandlekan semuanya,bukankah ini semua demi kebaikan bersama Ayunda.pilihlah ,". Aku yakin,kau akan memilih yang kedua Ayunda.
Tidak,tidak. Aku harus tetap bersama anakku, apapun itu. Dia satu-satunya hartaku,batin Ayunda. "Aku memilih yang ke dua,". Setidaknya aku tetap bersama anakku, urusan lainnya bisa aku atur lagi. Ayunda,sudah mantap dengan pilihannya
"berikan kertas itu Jack,". Sebuah kertas perjanjian antara J dan Ayunda. "Kau tanda tangan ini,agar kau menyetujui pilihan mu,". J, memberikan kertas dan pulpen kepada Ayunda.
Ayunda, langsung mendatangani surat perjanjian tersebut."sudah aku duga,kau begitu licik J. membuat diriku terikat denganmu,".
"Wow...kau tidak membaca dulu apa perjanjiannya Ayunda,". Baguslah dia tidak membacanya,batin J.
"Tidak perlu. Cepat,aku ingin bertemu anakku.aku juga sudah mendatangani surat ini,apa kamu puas j. Anggap saja aku mainanmu di bawah ketiakmu,". Sinis Ayunda.
"Bawa dia kekamar anaknya,". Suruh J, kepada salah satu pengawalnya. "wanita lemah, sok-sokan mau melawanku,". gumam J
Ayunda, mengikuti langkah pengawal pribadi J dari belakang. ia tak sabar untuk segera bertemu dengan sang buah hati. ia begitu berjuang bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya.
Sesampai di pintu kamar anaknya. Ia langsung membuka,air mata Ayunda luruh begitu saja. Saat melihat anaknya di gedongan seorang baby sitter,ia langsung mengambil alih anaknya.
"Maafkan mamah,nak. Cup...cup...kamu haus yah,". Ayunda, langsung menghapus air matanya. Ia memberikan ciuman bertubi-tubi kepada wajah anaknya. Saat ini dia begitu bahagia,apa lagi saat melihat anaknya menyusu begitu lahap sampai-sampai gunung kembarnya membengkak.
"lucu sekali kamu nak,sudah kenyang yah,".
Ayunda, merebahkan Anaknya di samping tubuhnya. ia mengelus lembut rambut halus anaknya. "sayang, lihatlah anak kita sudah lahir. seandainya kamu ada, pasti sangat bahagia,bukan. dia lucu,mirip denganmu. aku sangat merindukan kamu sayang,". isak tangis Ayunda.
__ADS_1
Ia memejamkan matanya hari ini dia begitu lelah, tenaganya terkuras habis.
J,sudah memerintah para pelayannya untuk memasak. ia tau saat ini keadaan Ayunda, sangat lemah. "tenang saja Zense,aku akan menjaga istrimu,". ia mengusap wajah foto saudara kembarnya.