TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Drama ala-ala


__ADS_3

[aku pergi dulu kerumah sakit, menemui mantan suamiku kecelakaan. Dia ingin bertemu dengan ku]. Ayunda.


Zense, mengepalkan tangannya saat membaca pesan dari calon istrinya.


Bisa-bisanya besok dia menikah namun hari ini menemui mantan suaminya di rumah sakit.


Praaannnkkkk...


Zense, melempar sebuah vas bunga hingga pecah berkeping-keping.


"Sial...apa dia masih mencintai mantan suaminya,". Zense, mengumpat dirinya.


"Come on..sabarlah Zen, siapa tau itu hanya kata-kata terakhir untuk mantan suami sebelum mati," ucap Regan.


"Percaya lah Ayunda,tidak mungkin mencintai mantan suaminya yang jauh darimu,". Timpal Farhan.


Yah,saat ini Regan, Farhan, Hans,kevin, Bimo dan Alex. Mereka tengah berkumpul di mandi Zense. Katanya Zense,tengah di pingit dan harus memenuhi keinginan teman-temannya katanya untuk melepas masa lajangnya.


"Cinta itu buta,". Timpal Kevin, juga.


"Percuma banyak harta kalau sudah cinta. Tai pun rasa pizza,". Sahut Alex,yang terkekeh.


"Mau kemana kamu Zen,jangan harap kamu melewati selangkah dari rumah ini menemui Ayunda. Kamu itu sedang di pingit,". Cegah Hans.


"Minggir,". Bentak Zense, menatap tajam ke arah Hans.


"Wehh,yakin mau pergi. Ingat yah Zense, sebelum sampai di hadapan Ayunda. Malam pertama aku suruh Vivian dan Melisa, menyembunyikan Ayunda. Puasa kamu,". Decak Regan.


"aku juga punya nomor ponselnya para ibu-ibu rempong sohibnya Ayunda,aku yakin mereka mau bekerja sama,". Ujar Farhan.


"Bakalan gak buka sarung tu burung kamu Zen,". Kata Bimo.


"Ayolah, Zen. Aku yakin Ayunda,tidak akan berpaling dari pria brengsek itu.percaya saja,". Ucap Hans


Mendengar perkataan temannya Zense,memelas duduk di samping Bimo. Ia juga mengusap wajah nya dengan kasar.


"aku punya hiburan ni buat kalian-kalian, Farhan,aku bisikin,". Ujar Regan,lalu membisiki di telinga Farhan.


Farhan,seraya mengangguk kepala yang artinya Setuju.


Sedangkan yang lainnya hanya saling pandang dan mengangkat bahu.


Terlihat Regan dan Farhan, cekikikan tertawa renyah.


"Lempar bantal di pangkuan mu Hans,". Pinta Farhan.


"Buat apa, ganggu aja,". Sungutnya.


"Makanya kalau peluk itu perempuan jangan bantal. Dasar jomblo,". Sahut Regan.


"Eleh...aku ada kok pacar,". Alibi Hans, padahal dia benar-benar jomblo.

__ADS_1


"Percuma punya pacar gak di nikahin,". Sahut Alex.


"Emang kamu punya lex". Tanya Bimo.


"Lah,aku jomblo,hehehhe,". Jawabnya.


"Uuuuhh,". Ejek Bimo dan Hans.


Hans, langsung melempar bantal ke arah Farhan. "Bim,duduk sebelah Zense. Aku mau tebar aksi ni sama Regan,". Pinta Farhan. membaringkan tubuhnya


"Ngapain sih,". Tanya Kevin.


"Liat aja drama kami,". Kekeh Regan.


Farhan, sekarang berbaring di sofa panjang. Sedangkan Regan,di di dekat pintu terlihat mengembas rambutnya.


"kakanda...!,". Teriak Regan dengan berlari centilnya, seakan-akan dia adalah Ayunda, menemui Hendri. Dengan gaya ala-ala perempuan lebay akut.


"Ayunda....,". Teriak Farhan,yang merentang kan tangannya menyambut kedatangan mantan istrinya.


Regan dan Farhan,meragakan seperti apa pertemuan Ayunda dan Hendri. Di rumah sakit tersebut.


"Kakanda, kenapa kamu seperti ini,huuh..uhuu..uuhhu,". Regan ,juga bersuara aneh dan sambil menangis. Hanya akting saja.


Zense, Bimo, Alex,kevin dan Hans. Melongo melihat apa yang dilakukan oleh Regan dan Farhan


"Aku,aku kecelakaan Ayunda. Karena aku ingin menemui mu,ini adalah kata-kata terakhir ku apa kamu bisa mengambulkan nya Ayunda ku,". Ucap Farhan,


"aku mencintaimu Ayunda...maukah kamu menjadi istri ku lagi..aku mohon Ayunda...ini adalah permintaan terakhir,".


"wuwuuw,banget sih kalian itu," ujar Alex, dengan gaya centilnya.


"Kakanda ku... sebenarnya aku juga masih mencintai mu....kau tau jika calon suamiku itu...dia hanya.. memaksa aku..kakanda....aku...aku mau balikan dengan mu..,". Ujar Regan, dengan Suara perempuan palsu.


Sedangkan yang lainnya hanya cekikikan tertawa melihat drama yang mereka buat.


"Apa-apaan kalian ha, mana mungkin Ayunda seperti itu,". Bentak Zense. mencegah aksi mereka, pikiran Zense saat ini sudah Kemana-mana.


Regan dan Farhan, menghentikan aksinya.


"Becanda Zense,gak lucu deh,". Ujar Regan.


Plok..plokk..plokkk .


Bimo dan Hans, bertepuk tangan.


"Lucu, darimana sih kalian dapat ide seperti itu.apa lagi kamu Regan, cocok banget jadi perempuan jadi-jadian,". Kekeh Kevin.


"Aku dukung,". Jawab Zense, dengan singkat


"sudah..sudah..kasian mempelai pria nya jadi melow.kau yakin otak Zense, berkeliaran bagaimana pertemuan dengan mantan suaminya mungkin saja di drama tadi beneran,". Ejek Alex.

__ADS_1


"Dari pada mikir gak jelas, mending kamu masak bos. Kami semua lapar belum makan siang,". Ucap Hans.


"nasi goreng enak nih,". timpal Alex.


"dikasih sosis,ayam,teror ceplok juga enak,". sahut Farhan


"udah lama juga gak ngerasain masakan bos,". kekeh Hans.


Zense, pun beranjak pergi dari tempat duduknya.


"Mau kemana kamu Zen," Cegah Regan.


"Bukankah kalian mau aku buatkan nasi goreng ha,". Jawab tegas Zense.


"Ehh,kira kamu kemana,".kekeh Regan.


Zense,pun melanjutkan langkahnya menuju dapur namun teman-temannya menyusul dari belakang.


"Ngapain kalian ke sini juga,kurang kerjaan,". Tanya Zense.


"Woooii santai bos... kamu itu harus di awasi 24 jam,siapa tau aja tu makanan kamu taruh obat tidur dan kami ketiduran terus kamu menemui Ayunda,". Tebak Farhan.


"Ck,itu hanya pikiran kalian yang labil," Zense, menyungging senyum kecilnya.


saat ini Zense,tengah di sibukkan dengan alat tempur dapur. sesuai permintaan temannya.


"emang beda yah.. orang tampan lagi masak walaupun gak mandi, rambut acak-acakan tetap tampan. pesonanya beda gitu,gak kaya bapak aku,". Kevin, melihat Zense,yang sedang memasak.


"emang kamu gak mandi Zen,". tanya Regan. dengan cepat Zense, mengangguk kepala


"jorok banget,udah jam berapa gak mandi,". timpal Bimo.


"biar besok jadi pengantin jelek tu.kita kan gak pernah liat muka Zense,jelek". ujar Farhan.


"ingat gak waktu kita camping di gunung masa sekolah dulu. siapa sih yang masak telor tapi kompornya sampai kebakaran,". ucap Hans.


"siapa lagi kalau bukan Farhan. herankan bukan telornya doang yang masak tapi sama kompornya,". sahut Bimo.


"ngeri benar kamu masak far,kok bisa sih,". tanya Regan.


"gak tau juga sih. tiba-tiba ikut kebakar,aku aja kaget malah minta tolong sama kalian, teriak-teriak gak jelas,". jawab Farhan.


"untung di hutan,kalau di rumah habis kebakaran semua. bakalan di hapus kamu di KK dan tidak mendapatkan harta warisan,". ucap Zense.


"bilangin sama Melisa,jangan sampai Farhan,di suruh masak. takutnya malah jadi bencana,hahahahahaa,". gelak tawa Kevin


"apaan sih,itu hanya kesialan aku doang lah. bisa saja kompornya sensitif makanya bakar diri sendiri,". ujar Farhan.


yang lainnya hanya cekikikan saja.


mereka menunggu di meja makan sambil menatap aksi Zense,sedang memasak nasi goreng. harum masakannya tercium di hidung mereka.

__ADS_1


Zense,juga ahli dalam memasak bukan bisnis saja. dia sering membuat makanan untuk nya sendiri jikalau di hari santainya, kecuali dia merasa lelah dan banyak pekerjaan barulah dia meminta di masakkan Oleh pelayan. dia tinggal di mansion bersama paman dan bibinya.


__ADS_2