
"Na..Na..Na..Na...yeahh". Al, berlari-lari kecil saat turun dari motornya menuju pintu rumah.
Sekitar jam sembilan malam.Al,baru pulang dari kerja katanya.
Ceklekk....
"Aaaaaaahh.....". Teriak Al,ia sangat terkejut dan menutup wajahnya. saat membuka pintu rumah. Seketika saja menampakkan wajah sang ibu, terlihat sangar mata melotot di tambah lagi wajahnya penuh masker warna putih.
"Al,kamu kira mamah ini hantu ha". Bentak Ayunda, kepada anaknya.
Waduhhh...mati aku, bisa-bisanya aku berteriak-teriak,gumamnya dalam hati.
"Mamah sih, ngapain juga malam-malam di depan pintu rumah. Pakai masker wajah lagi,serem mah. Ini malam Jum'at, ngadi-ngadi". Decak Al,apa lagi sang mamah memakai pakaian Piyama jubah berwarna putih. Berasa bulu kuduk seketika berdiri,Al bergidik ngeri.
Ia masuk ke dalam rumah dan memeprlihatkan J, tengah asyik menonton televisi. Mampus kau Al, kena amukan singa betina.batin J, ia tersenyum semerik menatap ke arah Al
"Mau kemana kamu ha". Ayunda, menjewer telinga anaknya.
"Mah...ampun mahhh... sakitttt.....aku bukan anak kecil lagi". Teriak Al,ia meringis kesakitan karena jeweran sang ibu sangat kencang.
Kai,yang tengah asyik belajar. Ia terganggu dengan teriak-teriakan sang kakak,ia langsung pergi menuju ruang tamu kekepoannya yang mencoba melangkah kakinya.
Terlihat jelas sang kakak,di hajar habis-habisan oleh Ayunda menggunakan sapu. Kai, langsung duduk di samping ayahnya. Melihat Kai,duduk di sampingnya. J, langsung merangkul pundak anaknya dan membisikkan sesuatu.
"Papah,harap kamu tidak seperti kakakmu". Namun dengan cepat Kai, mengangguk kepala.
__ADS_1
"Auuu....Auuu...Auuu.... Saaakkiiitt mah.... stoooopppp....salah Al,apa mah? Tolooong aku pah,". Rengeknya Al,di pojokan sofa. Al, bingung kenapa tiba-tiba,sang ibu menghajarnya seperti ini. apa dia melakukan kesalahan besar,tapi apa. kalau Masalah perusahaan, tidak mungkin seperti ini.
sesekali Al, minta pertolongan kepada sang ayah,namun J hanya tersenyum kemenangan. membuat Al,kesal kepada sang ayah. bertubi-tubi Ayunda, memukul anaknya menggunakan sapu.
"Huuuuu.....kamu bikin malu keluarga Al,badan kamu Sudah besar. Percuma pintar,tapi otak gak di gunakan ha? Bisa-bisanya kamu selama ini main adu ayam,dosa Al. Benar-benar nakal kamu, Al. Mamah, sampai bingung jadinya. Keturunan siapa kamu ha? Sampai melakukan hal yang tidak wajar". Bentak Ayunda,sapu masih di genggam tangannya. Didikan Ayunda, memang keras. Namun masih wajar, daripada J. "rasakan ini,dasar anak nakal,bandel,".
Mamah,tau aku main adu ayam? Tapi,siapa yang memberitahu semuanya. Bukankah,aku bermain cantik. Atau jangan-jangan ada yang membocorkan masalah ini,batin Al. "Ak-aku tidak melakukan itu mah,pasti ada yang memfitnah diriku,". Bantah Al, mencoba membela diri dengan cara berbohong.
"Oh,mulai berbohong kamu ha? Jawab dengan jujur,jangan sapi sapu di tangan mamah sampai patah Al. Sejak kapan kamu mulai bisa berbohong kepada,mamah? Siapa yang berani sudah mencuci otakmu ha". Ayunda, benar-benar geram kepada anaknya. Entah mulai darimana, anaknya sudah berani berbohong.
Al, menatap ke arah ayah dan adiknya. Sang ayah, langsung memberikan kode agar mengaku saja. Daripada berbohong,sudah pasti akan di hajar habis-habisan oleh ayunan.
"Maaf,mah. Aku jarang kok main adu ayam,lagi gabut aja. Maafin Al,mah. Sudah berbohong sama mamah, janji gak lakuin lagi". Al, bersimpuh di kaki Ayunda dan mendongak kepalanya ke atas menatap sang ibu.
Ayunda, menghembuskan nafasnya panjang-panjang. Sebenarnya tidak tega, dengan tatapan iba di mata anaknya. Namun ini semua demi kebaikan bersama, walaupun hati sang ibu kecewa. "Baiklah mamah,akan memberikan kamu kesempatan satu kali lagi. Jangan sampai terulang kembali,jika itu terulang lagi. Mamah,akan menikahkan kamu dengan seorang perempuan pilihan mamah. Tanpa penolakan sekalipun,". Tegas Ayunda.
"Baguslah,mamah pegang perkataan mu dan janji-janji mu. Jangan sampai janjimu hanya kepalsuan semata dan 24 jam kamu di awasi oleh mamah. Ancamkan itu Al,makanya jangan kelewat batasan ". Ayunda, menyeringai tajam ke arah anaknya.
Peluh keringat bercucuran di keningnya Al. "Mamah,tau darimana Al main adu ayam ". Tanya Al,ia sangat penasaran sekali.
Ayunda, tersenyum semerik. "Ada seseorang yang mengirim video bersama mamah,". Jawab Ayunda, langsung meninggalkan mereka. Huuuu... sepertinya sudah waktunya,aku cuci muka. Aahhh...puas sekali rasanya menghajar Al,biar dia jera sekalian.
Al, langsung duduk di sofa. Walaupun pukulan ibunya,tidak seberapa baginya. Namun paling sakit adalah jeweran sang ibu, telinganya sampai memerah mungkin berbekas sampai esok. Apa jangan-jangan papah, memberitahu semuanya atau kai? Ahh..tidak mungkin,aku harus interogasi besok yang tahu tentang ini. Batin Al,namun menatap tajam ke arah ayah dan adiknya. Ia mencari-cari sesuatu siapa yang sudah, memberitahu kepada sang ibu.
"Kenapa kamu lihat-lihat papah dan adikmu, seperti itu ? Apa kamu mencurigai kami ha? Oh,salah sekali. Kalau kami pelakunya,sudah dari dulu kami memberitahu semuanya,". Ucap J, dengan tegas.
__ADS_1
"Aku hanya menilai dengan tegas pah,siapa tahu kalian pelakunya". Senyum semerik Al.
"Rasain emang enak,sudah gede tapi di jeweran,". Ejek J, membuat Al jadi kesel.
"Ck, sok-sokan mengejek-ejek segala". Al, beranjak pergi meninggalkan ruang tamu.
"Makanya insaf kak". Kata Kai, sambil cekikikan dan di susul oleh J.
Terdengar jelas suara cekikikan tertawa J dan kai,sudah pasti mereka merasa senang karena Al dapat hukuman dari sang ibu.
"Sial...awas saja,jika aku tahu siapa yang melakukan ini. aku harus menyelidikinya,akan aku beri pelajaran sudah berani bermain-main dengan ku,". Al, menggeretakkan gigi-giginya karena mode singa nya sedang on.
*******
Braakkkk......
Al,mengrebek meja pelajar terlihat jelas di wajahnya penuh amarah. "katakan siapa yang memberitahu video,tentang aktivitas aku kemarin kepada mamahku. mengakulah, jangan sampai aku tahu sendiri. jika sampai aku tahu,siapa yang melakukan? siap-siap akan habis di tanganku,". seringai tajam Al.
Shelly, menyenggol lengan Laila. sebenernya Laila,saat ini merasakan sangat-sangat gugup. seisi kelas terdiam tidak berani berbicara apapun, mereka hanya menunduk saja.
"sabarlah Al, kita akan menyelidiki masalah ini. sampai saatnya,kita tahu sendiri siapa? lebih baik kita interogasi kepada lainnya juga". Dion, menenangkan pikiran Al.
"seremm...banget Lai, tatapan Al. jadi takut aku". bisik Shelly, langsung.
"Tenang,jangan takut. gak bakalan ketahuan kok". senyum manis Laila, mencoba menenangkan perasaan was-was Shelly.
__ADS_1
sebenarnya dia juga takut, pikirannya tertuju tentang kemarin.
flashback.....