
"Maukah kamu menikah dengan ku Ayunda,". Ucap pak Tejo, sambil memegang sebuah kotak berisi cincin.
semua orang-orang tercengang melihat pak Tejo, melamar Ayunda. akad nikah Ambar,menjadi heboh,karena kejadian ini mereka di sana sudah menganggap sebagai hiburan terbaru. pak Tejo, sebagai juragan sapi terkenal sudah memiliki istri dua dan dia melamar Ayunda,yang status Janda.
Kedua istri pak Tejo,mata mereka terbalalak melihat cincin berlian yang mengkilat.
bahkan orang di sekitar sangat tercengang melihat cincin berlian yang mengkilat tak terbayang jika cincin itu melingkar di jari manis Ayunda.
aku yakin Ayunda, pasti menerimaku apa lagi aku membelikan sebuah cincin berlian, batin pak Tejo. ia tersenyum manis tak lupa dengan mata genitnya.
melihat wajah pak Tejo,saja.membuat Ayunda,merasa jijik. apa lagi jika menjadi istrinya.
Nampak sekali wajah kedua istri pak Tejo, sangat murka dan menatap Ayunda, dengan tajam.
"sial,aku selama ini selalu mengabdi menjadi istri Tejo,bahkan rela di madu,tak pernah dia seromantis ini kepada ku,". gumam Arum. namun masih didengar oleh Sila.
"benar Rum, dulu waktu kami PDKT saja tak pernah seperti itu. mana cincinnya terlihat sangat mahal,". balas istri kedua pak Tejo.
"jangan sampai Ayunda,jadi istri Tejo.bakalan tersingkir kita berdua olehnya. pasti Tejo, selalu membela istri mudanya itu,". bisik Arum.
"sudah jelas terlihat jika Ayunda,lebih susah di taklukkan. mana tatapannya seram,". balas Sila.
Ayunda, tengah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu taukan yu,kalau aku tidak suka penolakan,". Ucapnya lagi .
"Wah,bakalan jadi mertua ku bu,". Bisik Ambar.
"Magin susah ini ceritanya,". Bisik bu Sari.
"masa sih Ayunda,mau,". bisik yang lainnya.
"kayanya mau deh, soal nya pak Tejo. cukup terkenal karena juragan sapi,". ucap yang lain.
"mana mau Ayunda, jadi istri ke-3 pak Tejo,". timpal yang lainnya.
"kamu yakin mau yu,". bisik bu RT.
"mana mau Ayunda,mana tua lagi, keriput ada uban,aku yakin pasti udah loyo kaya terong kukus,". balas bu Sumi.
"ada-ada aja kamu sum,". kekeh bu RT.
"kenapa juga mertua kak Jenita,mau sama ayunda,". gumam Neli.
__ADS_1
gak nyangka pak Tejo,nekat juga lamar Ayunda,saat acara akad nikah anaknya. kalau di tolak mentah-mentah malunya gak ketolongan,hihihi, batin Hendri. di dalam hatinya tengah cekikikan tertawa melihat nekat pak mertua kak Ambar.
"ayo Ayunda, jawab dong. masa diam saja,". teriak ibu-ibu rempong.
"terima saja yu,biar kita jadi keluargaan,". ucap salah satu ibu-ibu keluarga besar pak Tejo.
"benar yu,". timpal yang lainnya.
"gila benar kalau Ayunda,menerima pak Tejo,masa mantan istri anakku jadi besan,". kata bu Sari.
"bisa-bisa anakmu jadi bahan percobaan sar,". bisik tetangga bus Sari.
"haa,gak bisa di biarin ini,malah dia yang berkuasa nantinya,mana istri-istri pak Tejo,tak berani menghalangi lagi,". sengit bu sari
masa sih,bapak mau nambah istri lagi. mana cantikan istri bapak dari pada istri ku.bisa-bisa aku yang hilaf punya ibu tiri seperti Ayunda,batin Johan. ia melirik ke arah Ambar,yang barusan telah menjadi istrinya.
"ayo yu,jawab,". senggol bu Sumi.
Astaga, mimpi apa aku malam tadi. tua-tua keladi ngajak nikah,batin Ayunda. nampak tak nyaman semua orang melihat ke arahnya.
"Maaf pak Tejo,saya menolak,". Ujar Ayunda. Ia menjawab dengan santai.
"Kenapa-kenapa menolak ku yu,apa karena istri-istri ku. Kamu tenang selama ada aku selalu di sampingmu akan aman. Jika mereka berani macam-macam akan aku beri mereka pelajaran,". Decak pak Tejo. ia tak percaya jika Ayunda, menolaknya.
"Tapi yu,aku jatuh cinta saat pertama melihat mu,aku janji akan menjadi mu ratu di istana kita nanti," ucap pak Tejo. ia juga merasa malu sudah di tolak Ayunda. apa lagi banyak orang di sekelilingnya saat ini.
"Maaf pak saya tidak bisa, Permisi,". Tolak Ayunda. Ia melenggang pergi meninggalkan rumah bu sari. ia sudah muak menjadi bahan tontonan gratis di acara akad nikah mantan kakak iparnya
saat pak Tejo,ingin mengejar Ayunda,namun di halang Oleh bu RT.
"jangan di paksa pak Tejo. Kalau Ayunda,tak mau,". Ujar bu RT.
"Gak usah di kejar besan, nanti harga dirimu tak berharga di depan orang-orang hanya satu wanita saja,". Timpal bu sari.
"masa bapak mau sama Ayunda,dia terlalu muda sama bapak,". decak Johan.
Bagus, ternyata Ayunda,tak mau dengan pak Tejo. Berarti aku masih ada kesempatan, batin Hendri.
Syukurlah kalau Ayunda,tak menerima mertuaku,batin Ambar
mungkin tipe Ayunda,lebih tinggi,batin Neli.
"Kamu apa-apaan sih,". Sahut bu Arum, kepada besannya.
__ADS_1
"jaga ucapan mu besan,jangan sampai tersinggung sama pak Tejo,". tegur Sila.
Pak Tejo,terdiam sejenak. Saat melihat sekeliling banyak orang tengah berbisik dan dia pun meninggalkan rumah besannya itu dengan hati kesal vs malu.
"tuhkan bu,mana mau Ayunda.walaupun pak Tejo,banyak uang,". ucap bu-ibu di situ.
"iya,mana mau Ayunda,jadi istri ke-3 pak Tejo,". kekeh yang lainnya.
"kaya gak ada laki-laki lain saja kalau Ayunda, sampai menerima pak Tejo. aku yakin Ayunda, pasti sudah punya apa lagi dia kerja di kantoran,". kata yang lainnya.
bahkan lebih banyak lagi guncingan orang-orang disitu.
pak Tejo, tergesa-gesa menaiki mobilnya.
Sebelum dia menancapkan gas,ia sempat melirik ke rumah Ayunda, dengan tatapan tajam.
"Pak,buka pintunya,". Sang istri menggedor kaca mobil dan membuyarkan tatapannya.
"Ck, makanya pak,gak usah sok-sokan lamar Ayunda. Seharusnya bapak sadar sendiri lah. Tipe Ayunda,lebih tinggi,". Ucap Arum.
Hanya istri pertama saja yang berani berucap seperti.
"Lebih baik diam, seperti Sila. Apa kamu tak jera aku tampar lagi ha,". Bentak sang suami.
Arum,hanya diam tak lagi pipi mulusnya jadi sasaran seperti tadi.
"Diam,nanti suami kita malah marah,". Bisik
Sila.
"Ck,aku sudah malu Sil,di depan semua orang suamiku telah berani menampar demi seorang wanita,baguslah jika Ayunda,tak menerimanya itu karma karena sudah bermain kasar kepada istri sahnya,". sindirnya lagi
pak Tejo,ia memilih diam saat sang istri menyindir dirinya. dengan perasaan campur aduk karena tak dapat memiliki Ayunda.
saat ini Ayunda,tengah duduk santai di sofa.
"Dasar tua-tua keladi,buat malu aja jadinya,". Gerutu Ayunda.
Kepalanya terasa berdenyut-denyut saat mengingat kejadian tadi.
"semoga saja pak Tejo,tak mengganggu ku lagi. biar aku tenang,".
"Gak enak juga jadi Janda. Serba salah gitu, dari pada mikir gak jelas mending aku istirahat mumpung libur,bobo ha,". Gumam Ayunda.
__ADS_1