TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Hanya Haluuuu (S2)


__ADS_3

"Al,aku dengar-dengar kita di jodohkan sama orang tua kita". Ucap Yulia,yang baru datang ke kantin.


"Uuhukk.... Uuhhuukk...". Al dan teman-temannya, langsung terbatuk-batuk saat mendengar ucapan dari Yulia.


"Apa dijodohkan...!!!!". Teriak Herman, Zakir dan Dion. Syok itulah yang di rasakan oleh temannya, sedangkan Al hanya menjadi beban ia menggeleng kepala.


Laila dan Shelly,juga kaget mendengar ucapan dari Yulia. Bahkan Annisa, langsung menghampiri mereka.


"Kalau ngomong jangan ngada-ngada". Kata Annisa, tersenyum kecil.


"Oh,pantesan kemarin aku lihat kedua orangtuanya Yulia keluar dari rumah Al. Ternyata mau jodohin kamu,sama anaknya ". Sahut Laila,mempengaruhi keadaan.


"Apa...? Gak mungkin kan Al,kenapa harus dia". Annisa, menunjuk ke arah Yulia. Sedangkan Yulia, tersenyum merekah.


"Benar sekali Laila, kemarin yang kamu lihat". Jawab Yulia, penuh kemenangan.


"Hehehehe... selamat yah,Al". Kekehnya Shelly,ia cengengesan. "Sumpah aku,gak percaya Lai". Bisik Shelly.


"Hussssttttt...kita lihat saja, bagaimana pendapat Al". Jawab Laila, dengan santai.


"Wouy,loh di pelet sama ulet keket ini". Tanya Zakir, menepuk bahu Al.


"Namanya juga jodoh gak kemana,yakan Al. Calon suamiku". Ucap Yulia, sambil tersenyum mengejek ke arah Annisa.


Tentu saja seisi kantin, menatap ke arah mereka dan berbisik-bisik tentang berita ini. Al,hanya diam belum saatnya berbicara. Biarkanlah mereka dulu,yang bertanya-tanya.


"Al,gak nyangka kalau sama dia". Ejeknya Dion.


"Al,kenapa diam? Jawab dong,gak terima kalau sama Yulia. Yang ada dia morotin kamu,setara dia matre". Sial,kenapa juga nih ulat keket. Ngaku-ngaku segala, mana mungkin Al mau menikah dengan kmu, gerutu Annisa.


"Masa sih? Sama Yulia".


"Beruntung banget, Yulia. Selama ini dia,memang suka dengan Al. Akhirnya terwujud".


"Gak ikhlas aku,kalau sama Yulia. Kalau sama aku,ikhlas banget".


"Kenapa sama dia,gak sama aku. Patah hati lagi...."


Banyak lagi cibiran dari murid-murid lainnya, tidak menyukai berita ini.


"Al,jelasin dong. Kok bisa kamu do jodohkan sama dia,kepo nih". Rengeknya Laila,ia tersenyum seakan-akan meremehkan diri Al.


"Oke, sudah puas? Kalian bertanya-tanya, apakah memang benar aku di jodohkan dengan dia dan kenapa orangtuanya ke rumah ku? Baiklah akan aku ceritakan, sebenarnya". Senyum semerik Al, menatap ke arah Yulia.


Yulia, nampak gelisah. Ia takut dibongkar jika orangtuanya ke rumah Al,hanya meminjam uang. "Al,jangan katakan sejujurnya. Aku terpaksa melakukan hal ini,agar terlepas dari William". Bisik Yulia, dengan mengiba.

__ADS_1


William,tidak macam-macam. Kecuali kau,yang membuat salah. Jangan harap aku, membantumu. Kau kira,aku tidak tahu? Bagaimana licikmu, Yulia,". Ucap Al, dengan tegas. "Apa yang kalian dengar adalah bohong semata-mata,aku ataupun keluargaku. Tidak ada melakukan perjodohan,antara kami".


"huuuuu....gak tahu malu, ngaku-ngaku...huuu...". Teriak murid-murid lainnya.


"Ckckck,dasar gak tahu malu". Decak Annisa, sambil tersenyum mengejek.


"Huuuuu....huuu...payah..".


"Diaaaam..... sebenarnya aku hanya mendengar ucapan kedua orangtuaku saja, tidak tahu apa maksud dan kebenarannya". Alibi Yulia, dengan gugup saat ini.


"Ck,dasar murahan". Kata Annisa, meremehkan diri Yulia. "palingan hanya halu, Yulia. pengen banget,nikah sama Al".


Dengan rasa malu, Yulia langsung meninggalkan kantin. Bahkan yang lainnya,masih mengejek-ejek dirinya. Ada juga yang nekad, mendorong tubuh Yulia.


"Ahhh... namanya juga ulat keket,makanya kegatelan banget". Cibir lainnya.


"Mungkin saja orangtuanya Yulia, terobsesi memiliki mantu kaya raya seperti Al". Sahut lainnya.


"Hahahaha...mana mungkin Al,mau sama ulat keket". Kekehnya Herman,ia tertawa lepas. Namun Shelly, melempar kacang ke arahnya agar sang kekasih diam.


"Tapi,aku penasaran. Ngapain magrib-magrib, bertamu ke rumah mu Al? Pulang pas selesai Magrib, herankan". Kata Laila,ia masih penasaran.


Al, menghampiri mereka berdua."kalian berdua pengen tahu". Dengan cepat Laila dan Shelly, mengangguk serempak. "Sini, telinga kalian masing-masing. Tapi,ini rahasia". Dengan patuhnya Laila dan Shelly, mendekati kuping masing-masing ke arah Al. "Ini rahasia, orangtuanya Yulia kerumahku. Ingin meminjam uang 100 juta."


"Aiiissshhh.... kupingku,jadi korban ". Gerutu Al. "Kalau teriak,jangan di dekat telinga ku,dong".


"Yah...maaf,kami ripleks terkejut mendengar ucapanmu. Sumpah, hampir copot nih jantung". Kekehnya Laila.


"Habisnya,kaget banget. Kaya gak percaya,gitu". Sambung Shelly,ia juga tak kalah terkejutnya.


"ingat ini rahasia,jangan di beritahu oleh siapapun". Tegas Al, langsung melangkah kakinya menuju ke kelas dan di oleh temannya.


"Iiissshhh... percaya gak sih? Apa yang di katakan Al". Ucap Shelly, sambil menunju ke kelas.


"Laila, tungguuuuu...". Annisa, menghentikan langkah kaki Laila. "Beritahu aku,apa yang di bisikkannya. Aku janji,tidak akan memberitahu yang lainnya. Percaya deh". Rengeknya Annisa, sambil menyentuh tangan Laila.


"Maaf,aku sudah janji kepada Al. Agar tidak memberitahu yang sebenarnya,maaf Annisa. Kami permisi dulu". Jawab Laila,ia melepas cengkalan Annisa.


"Lai,plisss...aku gak bakalan beritahu siapapun". Rengek Annisa,kenapa sih? Laila,malah tidak memberitahu Kepadaku. Ahhh sial, padahal sangat bagus untuk senjataku.


"Maaf,aku tidak bisa. Kalau kamu,mau tahu. Tinggal bilang saja dengan Al,gampangkan". Laila, langsung menarik lengan Shelly.


"Benar,lebih akurat lagi". Kekehnya Shelly. "Bay...."


******

__ADS_1


Sepulang sekolah. Laila, langsung berangkat ke tempat kerja. Tak lupa juga,dia membawa baju ganti.


Ia langsung masuk ke supermarket dan berganti pakaian di belakang. Setelah semuanya siap, barulah dia menjaga di bagian kasir. Karena shif pagi sudah selesai dan di ganti dengan shif siang, giliran Laila.


"Berapa mbak". Ucap seseorang pria. Cantiknya, batin pria tersebut menatap ke arah Laila.


"30 ribu mas,". Senyum manis, membuat candu untuk pria tersebut.


"Manis banget,mbak. Senyumannya,jadi candu". Kedip mata mata pria itu,kepada Laila. Ia menyerahkan uang pas, Kepada Laila. "Ambil saja, kembaliannya". Ia langsung pergi dan melambaikan tangan.


Laila,hanya geleng-geleng kepala melihat uang yang pas. Ia juga membalas lambaian tangan pria, tersebut. Bagaimana lagi, pelanggan adalah raja. Ia harus melayani pelanggan dengan sepenuh hati


Pria tersebut langsung masuk ke dalam mobil dan menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang. "Ck, membuatku semakin penasaran. Ingin selalu dekat dengan perempuan itu,cantik sekali". Gumamnya. Ia tersenyum cengar-cengir, seakan-akan dia jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Laila,ganteng banget yah. Pria tadi,iiissss... kayanya suka sama kamu, dari pandangan pertama". Kata Tiara,teman kerjanya Laila.


"Apaan sih? Wajarlah mereka seperti itu, buat kita senyum dan semangat bekerja. Kitanya aja, jangan baperan". Jawab Laila, dengan santai.


"Yeeehh...siapa tahu,dia datang lagi besok. Hemmm..aku yakin,dia pasti senyum-senyum lihat kamu". Kekehnya Tiara, dengan menggoda dirinya.


"Apaan sih? Buat kamu aja,". Laila, menyenggol lengan Tiara.


"Aku orangnya setia Laila,sebab aku sudah punya pacar. Aku kebelakang dulu, kebelet". Kata Tiara, meninggalkan Laila di kasir sendirian.


Sedangkan yang lainnya, mondar-mandir di tempat masing-masing. Merapikan bahan-bahan sembako dan lainnya.


"Laila, kamu kerja di sini". Ucap Hafizah,ia tersenyum merekah. Sepertinya dia,mau belanja. ternyata dia kerja di sini, pantesan gak ada di rumah.


"Ehh... Hafizah,ia aku kerja di sini,". Aduhh.... kenapa malah Hafizah,yang datang.


"Pantesan aja,di rumah gak ada. Ternyata kamu kerja, nomor ponselmu juga hilang. Soalnya aku ganti nomor,hehehh....terus ibumu, bilang kalau kerja di sini. Jadi aku ke sini, karena penasaran". Kekehnya Hafizah,ia tersenyum kecil. Baguslah aku, menemukan dia. Ahhh...semoga saja dia mau, menemani aku.


"Oh,kenapa cari aku? Ada hal penting kah". Tanya Laila, palingan mau manas-manasin aku.


"Hemmm...gini Laila,akukan sudah membeli semua seserahan pernikahan kemarin. Kamu mau gak, bantuin aku. Hemmm...apa gitu,plisss yah" Hafizah, bermohon-mohon kepada Laila.


"Gak bisa,aku sekolah. Pulang sekolah, langsung kerja. Ngapain ribet-ribet segala, tinggal kamu serahkan ke bu Minah. Beliau adalah seorang menyiapkan seperti seserahan pernikahan seperti itu. Malah bagus, tempatnya ada hiasan. Palingan tinggal kamu,bayar untuk upahnya. Beressss.. gak capek-capek". Jawab Laila,entah kenapa tiba-tiba Hafizah. Selalu mengaitkan dengan pernikahan dia dan Laila. Apa Hafizah,sengaja melakukan ini.


"Aku gak tau masalah begituan,kamu mau gak anterin aku ke situ". Iiissshhh....kenapa susah sekali sih? Selalu saja menolak.


"Gak bisa,aku gak ada waktu". Jawab Laila, sambil bekerja dan melayani pelanggan membayar belanjaan. "Aku kerja dulu, Fizah. Maaf, jangan ganggu aku".


"Iya,mbak. Seharusnya paham dong, sama temannya". Sahut ibu-ibu tersebut.


Membuat Hafizah,kesal dan pergi meninggalkan supermarket tempat Laila bekerja. "Awassss... kamu Laila". Decaknya.

__ADS_1


__ADS_2