
"kita mau kemana sih, Hans,sudah hampir sore tidak sampai-sampai,". Ucap Ayunda.
"Sabar,nona. Sebentar lagi kita akan sampai,". Kekeh Hans.
Zense, tengah sibuk dengan laptopnya. "Ck, liburan tapi gak bisa pisah dari laptop,". Sindir Ayunda.
"Sebentar lagi sayang,aku sibuk. Ini penting sekali untuk perusahaan,". Jawab Zense,tanpa menoleh ke Ayunda.
"gilaaa...apa benar di ponselmu hanya ini saja nomornya,banyak pria dari pada wanita. Wanitanya hanya aku dan bibimu saja,pasti adakan rekan bisnis wanita,sama saja di ponsel spesial rekan bisnis tidak ada nama wanita,". Ayunda,nampak heran nomor di ponsel suaminya. "Apa jangan-jangan kamu ganti jadi nama pria Zen,". Mata Ayunda, mendelik ke arah suaminya.
"Tidak penting menyimpan nomor ponsel wanita lain,cukup kamu sayang,". Senyum manis Zense.
"Biasanya aku disuruh Zense, jika menghubungi rekan bisnis wanita," sahut Hans.
"apa segitunya kamu benci sama wanita sayang,". Tanya Ayunda.
"Aku hanya tidak suka,apa lagi liat gayanya seperti wanita tidak memiliki harga diri," decak Zense.
"Oh... seandainya aku seperti itu, pasti kamu menjauhi ku kan sayang,"
"Hmmmm...tidak, malah aku suka. Karena kau beda saat di dekatku,". Bisik sensual Zense dan menjilat telinga Ayunda.
"Mesum,". Ayunda, segera menjauhi kepalanya.
Mesin mobil berhenti saat di dekat pelabuhan.
Terlihat begitu banyak kapal pesiar mewah dan kapal-kapal lainnya.
"Kita mau berlayar sayang,". Ucap Ayunda.
"Hemmm,aku pergi sebentar dengan Hans,ada hal penting.baru kita berlayar,sayang. Apa tidak masalah kamu tinggal di kafe, aku mau ke sebelah sana ada pertemuan dengan seorang bisnis,ingat jangan kemana-mana sebentar lagi mereka akan datang,". Jelas Zense.
"Hmmmm...aku akan menunggu di sini, lagian kamu tidak jauh dariku. Masih terlihat dari sini,". Ujar Ayunda. Ada kecupan singkat di bibir Ayunda.
Sambil menunggu para teman-teman nya. Ayunda,tengah santai di sebuah kafe dengan pemandangan laut dan di penuhi kapal-kapal besar dan lainnya.
Ia juga memesan beberapa menu makanan. "Uuuhh.. enak juga santai-santai begini,". Gumam Ayunda, sambil menikmati hidangan yang di pesannya.
"Maaf,mba.ini ada pesanan bunga untuk anda,".
__ADS_1
Deggg....
Bunga?apa dari Zense,batin Ayunda. Ia ingin mengambil bunga mawar berwarna putih tapi dia ragu."mungkin anda salah orang,". Ujar Ayunda. Ia mengurungkan niatnya.
"Tidak, orang di sana yang menyuruh saya,mba,". Tunjuk pelayan itu kebawah.
Seseorang berbaju hitam seperti jubah menggunakan kacamata hitam dan topi. Sehingga tak jelas siapa orang itu.
Dengan hati penasaran Ayunda, segera pergi untuk menghampiri seseorang misterius.
Ia meninggalkan buket bunga tersebut beserta menu makanan yang sudah ia bayar.
Sampai akhirnya Ayunda, keluar dari kafe. Semakin cepat Ayunda,berjalan. Semakin cepat juga orang misterius itu berjalan. Dengan langkah berlari namun orang misterius itu juga berlari.
Hingga pada akhirnya Ayunda,masuk di sebuah keramaian orang-orang begitu are padat seperti pasar kuliner dan lainnya.
"Astagfirullah,aku cukup,". Ayunda,baru sadar jika mengejar orang misterius itu cukup jauh dan di tambah lagi dia kehilangan jejak.
"Sial,aku kehilangan jejak.siapa dia sebenarnya,apa dia yang meneror ku selama ini,". Lirihnya. "aku harus kembali, sebelum Zense, mencariku,".
Ternyata Ayunda,cukup jauh meninggalkan kafe tersebut. seharusnya dia tak boleh kemana-mana.
namun alhasil mereka tidak menemukan Ayunda,bahkan ada pelayan mengatakan jika wanita yang di maksud mereka pergi seperti mengejar seseorang.
Zense, meremas buket bunga mawar putih. ia juga mengarah kan semua anak buahnya.
"Ayunda..,". teriak Zense.
dari kejauhan Zense, melihat istrinya tengah berlari. dengan langkah cepat ia juga berlari,benar saja itu Ayunda. saat mereka bertemu langsung saling berpelukan.
dengan masih ngos-ngosan Ayunda, sudah di pelukan Suaminya begitu juga anak buahnya mendekat mereka. "air..air,". ucap Ayunda.
anak buahnya Zense, langsung memberikan air botol mineral.
Suasana mulai tenang, terlihat Ayunda juga sudah membaik. Mereka juga sudah masuk ke dalam mobil menuju pelabuhan, untuk berlayar.
"Kemana saja kamu ha,kami semua khawatir saat mengetahui kamu tidak ada.bukankah aku sudah bilang jangan kemana-mana,". bentak Zense,emosinya sudah keluar. ia juga begitu kesal karena ucapannya tidak di turuti Ayunda.
Deggg...
__ADS_1
sungguh nyeri di hati Ayunda, mendengar bentakan sang Suaminya. air matanya mengalir di pipi mulusnya.
"maafkan,aku sayang! bukannya aku membentak mu atau apa. maafkan aku, aku sangat takut kehilanganmu. apa lagi saat aku mengetahui jika kamu tidak ada, sumpah pikiran ku entah kemana,". Ayunda, langsung di bawa ke pelukannya.
tangis Ayunda, semakin pecah di dalam pelukan Zense.
"maafkan aku,sayang," lirih Zense.
saat Ayunda,ingin melepaskan pelukan sang suami namun Zense, memeluk nya semakin erat.
saat sampai di pelabuhan dengan sigap Ayunda,di gendong oleh Zense.keluar dari mobil menuju kapal pesiar mewah.
banyak orang-orang tercengang, bahkan Regan, Vivian, Farhan, Melisa dan Hans. hanya diam saat Zense, mengangkat tubuh Ayunda. dengan tatapan dingin mereka tidak berani bertanya ada apa dengan Ayunda.
Zense,membawa Ayunda menuju salah satu kamar di kapal. ia juga mengunci pintu kamar dan membaringkan tubuh Ayunda.
"maaf,aku sudah membuatmu marah,". ucap zense.kini Ayunda berbaring membelakanginya.
isak tangisnya terdengar di telinga Zense. berlahan-lahan Zense, berbaring di samping Ayunda dan memeluk dari belakang.
"aku ingin sendiri, keluarlah,". ucap Ayunda, tiba-tiba.
"baik,". jawab cepat Zense,ia bangun dan beranjak pergi meninggalkan Ayunda,yang masih berbaring.
"maaf,aku membentak mu.sebentar lagi kita akan tiba di pulau,". ucap Zense, sebelum menutup pintu kamar. namun ia urungkan untuk pergi,ia mencoba lagi mendekati istrinya.
"bicaralah baik-baik sayang, jangan seperti ini. jangan saling marah, bukankah kita bulan madu,". Zense,duduk di tepi ranjang.
"Ck,bicara baik-baik katamu, sedangkan kamu saja langsung membentak ku zen,". jawab Ayunda.
"maaf,aku langsung emosi sayang," Zense, menghapus air mata istrinya.sekaligus mencium bibir Ayunda, awalnya hanya ciuman biasa namun pada akhirnya. Zense, ******* bibir Ayunda.
Ayunda,terbawa suasana yang nyaman. apa lagi tangan Zense,sudah menyusup ke dalam rok Ayunda.
pada akhirnya Zense, melempar sembarangan benda berbentuk segitiga.
jarinya masuk ke dalam milik istrinya,ia juga memaju mundur jarinya.
"shhh...hhmmm..ahhh,". desahannya.
__ADS_1
yes,aku yakin setelah ini Ayunda, tidak marah lagi,batin Zense. ia tersenyum puas saat melihat wajah Ayunda,sudah merem melek.