
"Masukkkk....". Teriak Ayunda,di dalam ruang kerjanya.
Lilis, langsung membuka pintu. "Bu,ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda. Tapi, seorang ibu-ibu. Gak tau siapa".
Ayunda, sempat bingung dengan perkataan sekertarisnya itu. Ibu-ibu ingin bertemu dengan ku,tapi di kantor. Kira-kira siapa yah? "Oke,aku akan segera ke sana".
Ayunda, langsung bergegas dan meninggalkan pekerjaan dan pergi ke ruang tunggu.
Sesampai di ruang tunggu. Ayunda, menatap intens ke arah seseorang di depannya.
Walaupun terlihat sudah berumur tapi masih cantik bahkan terlihat muda,sudah pasti perawatannya sangat mahal.
Hemm... sepertinya ibu ini,bukan sembarang ibu-ibu.aku yakin beliau ibu-ibu sosialita,bisa saja beliau seorang konglomerat, batin Ayunda.
Ia tersenyum manis dan duduk di seberang ibu tersebut.
"Ternyata kamu orangnya,yang bernama Ayunda. Janda dua kali dan memiliki satu anak, perkenalkan nama saya Ivanka Elizabeth Samad. Mendengar nama saya, kamu pasti sudah tahu bukan. Tidak usah sungkan, panggil saja bu Ivanka". Senyum semerik bu Ivanka,ia juga menatap intens ke arah Ayunda. Mulai ujung rambutnya sampai ujung kaki.
"Hemm...iya bu Ivanka,saya paham. Senang berkenalan dengan anda". Jawab Ayunda. Walahhh....ibunya pak Abraham.
__ADS_1
"silahturahmi bu,di minum tehnya". Ucap Lilis, meletakkan satu gelas teh di hadapan bu Ivanka dan Ayunda. Lilis,menunduk untuk pergi.
"Bagus,kalau kamu sudah paham,". Sahut bu Ivanka. Kalau di lihat-lihat memang cantik sih. "Saya terpaksa langsung menemui dirimu di kantor,kalau di tempat lain.pasti kamu tidak bisa, secarakan kamu sibuk dengan harta warisan dari suamimu ini. saya juga kagum dengan kecerdasan dirimu, sangat menarik. Sampai-sampai anak saya Abraham, terpesona dengan dirimu. Satu hal yang harus kamu ketahui Ayunda. Jauhi anak saya,kamu memang Janda. Seharusnya jangan ge'er an terhadap anak saya,aku tidak sudi jika Abraham. sampai memiliki hubungan apa-apa dengan mu ini". Ucap bu Ivanka, seolah-olah beliau mengejek apa status Ayunda.
Ayunda,hanya menyungging senyuman kecilnya. "Seharusnya ibu ngaca dulu,siapa yang dekat-dekat sama anak ibu. Asal ibu tau,harga diriku lebih tinggi jangan asal bicara bu. Walaupun status ku Janda. Aku juga tidak tau bu,kenapa pak Abraham selalu menemui ku. Padahal kami hanya rekan kerja,tidak lebih. Anak ibu saja yang baperan". Ayunda, memutar bola matanya dengan malas.
"jaga ucapan mu Ayunda..! Untung saja malam tadi dia tak mengajak dirimu, bisa-bisa harga diri kami malu. Kehidupan kita berbeda Ayunda,kami terlahir dari keluarga ternama. Derajat kami jauh lebih tinggi,gak seperti kamu. Tuan Zense, memungut dirimu di bak sampah.sehingga derajat mu tinggi,tetap saja dari sampah akan tetap sampah". Ketus bu Ivanka,ia sedikit geram kepada Ayunda.
Ia juga sangat membencinya,kenapa anaknya sampai-sampai kepincut janda anak satu ini.
Huuuu... sabar Ayunda,jangan terbawa emosi. "Alhamdulillah,aku juga tidak tertarik dengan anak ibu. Setara aku dan anak ibu jauh beda. Aku memiliki beberapa perusahaan besar terlebih lagi kedudukannya paling atas,dalam bidang bisnis . Sedangkan perusahaan anak ibu,masih di bawah kami. Jadi aku tidak rugi, walaupun warisan dari mendiang suami ku. Tapi aku juga berperan dalam bisnis ini,jadi kesimpulannya. Upik abu menjadi berlian yang sangat berharga," senyum merekah Ayunda.
"Lagian aku juga menolak ajakan anak ibu,apa salahnya. Atau ibu, tidak terima anaknya di tolak mentah-mentah oleh seorang wanita Janda anak satu. Yang sabar yah,bu. Karena kesal ibu Ivanka, seolah-olah melempiaskn amarahnya kepadaku. Makanya bu, lebih baik tidak perlu mengintai anak sendiri. Takutnya seperti ini, mendapatkan hasil yang sangat mengecewakan. Tenang bu, orang-orang juga gak ada yang tau. Aku juga tidak menyukai anak ibu". Senyum semerik Ayunda. Ia masih tetap tenang, walaupun di hadapannya sudah marah padam sekuat tenaga menahan diri.
"wanita licik kamu Ayunda. Jangan sok-sokan jual mahal kamu, bilangnya tidak tertarik dengan anak saya. Padahal kegatelan kan,ngaku aja kamu Ayunda. Mana bisa menolak pesona Abraham".
"Hahahah....ibu lucu deh,ada kok yang menolak. Buktinya aku,bu. Pak Abraham,nya aja. Sering kali menemui ku,membuatkan nasi goreng dan sebuket bunga. Di tambah lagi pak Abraham,malah datang sampai ke halaman rumah. Sampai-sampai di samperin ibu RT,loh. Pak Abraham,yang selalu mengejar ku bu. Padahal pak Abraham,tau jika diriku sudah memiliki tunangan. Ingat bu,aku sudah memiliki tunangan". Tegas Ayunda,ia menekan kata tunangan.
Apa? Ayunda, memiliki tunangan. Tidak, mungkin anakku mengejar-ngejar wanita ular ini. "Kamu kira saya percaya, begitu. Jangan harap Ayunda,trik seperti dirimu ini. Sudah
__ADS_1
basi,saya hapal banget".
"Ok, terserah apa kata bu Ivanka Elizabeth Samad. Nanti aku akan mengundang ibu, sekalian aku akan memberikan undangan lebih besar. Agar ibu, percaya apa yang aku katakan". Ucap Ayunda.
"Ckckck, seperti inikah dirimu berbicara yang lebih tua. Selalu ngegas,tidak ada sopan santunnya. Tak sudi saya memiliki menantu seperti mu". Decak bu Ivanka, matanya melotot memandang wajah Ayunda
"Lah,yang ngajak ngegas ibu. Kalau di ajak ngegas,aku sih. Ayok,ayok aja.aku juga tidak sudi, memiliki mertua seperti ibu. Ingin selalu menang sendiri,tapi tidak menilai dengan kebenaran dan kenyataan. Kenyataan karena anak ibu,yang selalu bikin kesal. Pepet-pepet sama tunangan orang". Ketus Ayunda,ia sedikit komat-kamit di bibirnya.
"Eleh,kamu itu tidak ada bandingannya sama menantu saya. Sekarang dia jadi model terkenal,yang naik daun lagi". Bu Ivanka,tak mau kalah. Sial,mana mungkin aku kalah sama janda ini.
"Mantan menantu bu, kalau menantu mana mungkin pak Abraham pepet-pepet sama saya,". Sahut Ayunda, dengan santai.
"Kamu...!!!!" Bu Ivanka, menunjuk ke arah Ayunda. "Walaupun mantan,tetap saja saya mengakui dirinya sebagai menantu,"
"Masa,apa ibu gak curiga. Siapa tau menantu kesayangan ibu, memiliki skandal. Sampai-sampai pak Abraham,cerai dengan menantu kesayangan ibu,". Delik mata Ayunda, ke arah bu Ivanka.
Benar juga,tidak. Tidak mungkin, menantu kesayangan ku itu. Memiliki skandal,aku lebih percaya dengan nya. Apa lagi selama ini, baik-baik saja. Tidak memiliki masalah apapun, karirnya lancar-lancar saja,batin bu Ivanka. "Jangan mempengaruhi pikiran saya Ayunda. saya lebih percaya dengan menantu ku,selama ini dia tidak ada masalah apapun. Karir nya di bidang model baik-baik saja, tidak memiliki masalah apapun".
" Hemmm...kita lihat saja nanti, sekuat-kuatnya menyimpan bangkai. Pasti akan ketahuan bu". Senyum semerik Ayunda.
__ADS_1
Membuat perasaan bu Ivanka, menjadi campur aduk. Ia mempertimbangkan ucapan Ayunda.