TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Expart (05)


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Pagi hari yang cerah, menyinari semesta. Pantulan cahaya,masuk di celah-celah tirai.


Tok....Tok....Tok....


"Non Ayunda,tuan....Non,Tuaaaann......". Bi Inah,sudah berteriak-teriak memanggil majikannya.


"Iya,bi". Jawab Ayunda, matanya masih merem.


Tubuh Ayunda dan J, mengeliyat. Karena hari ini libur,tidak ada beraktivitas bekerja. Mereka sesuka hati menikmati tidur yang masih pagi.


"Non,ada tamuuuu....". Teriak bi Inah,lagi.


"Yang,ada tamu tuh. Cepetan bangun,dong. Aku males banget tau". Rengeknya Ayunda,masih menutupi tubuh dengan selimut.


"Siapa sih? Pagi-pagi sekali ada tamu,". Decak J,ia bangkit dari ranjang yang masih duduk. Matanya masih merem melek, rambut acak-acakan hanya menggunakan boxer saja.


"Tamunya siapa bi,". Teriak Ayunda,lagi.


"Gak tau,Non. Tapi ada hal penting sama Non dan Tuan,". Jawab bi Inah


Dengan terpaksa lah. Ayunda, bangkit dari ranjang. Ia menuju ke kamar mandi dan mencuci wajahnya, begitu juga J.


Beberapa menit kemudian. Ayunda dan J,sudah duduk santai di ruang tamu.


Benar saja Ayunda dan J, nampak bingung siapa mereka. Ada sepasang suami-istri yang bertamu,yang sudah berumuran kayanya.


"Kamu kenal yang,". Bisik J,kepada Ayunda.


Ayunda,hanya mengangkat kedua bahunya. "Maaf,ada perlu apa yah? Dan kami tidak mengenali kalian,". Tanya Ayunda, tersenyum kecil.


Sepasang suami-istri itu,saling menoleh. "Kenalkan saya pak Ilham, tetangganya Johan. Kami dengar-dengar Johan, meminjam uang kepada kalian dengan jumlah yang banyak,". Jawab pak Ilham,dan di angguki istrinya.


"Jadi, maksud anda. Mau meminjam uang kepada kami,". Tebak J, langsung.


"Ahh...benar sekali Tuan,kami ingin meminjam uang kepada kalian. Tidak banyak,hanya 100 juta. Kami tergiur karena tidak ada bunganya kata Johan,". Pak Ilham, tersenyum merekah.

__ADS_1


"Kerja apa Anda,apa kalian memiliki tanah atau hal lainnya,". Tanya J,ia tak mau sembarangan orang yang meminjam uang kepadanya.


"Sebenarnya saya bekerja di peternakan sapi Johan,kami juga ngontrak,". Jawabnya, membuat J geleng-geleng kepala.


"Saya akan meminjamkan uang tanpa bunga. Asalkan ada jaminannya, seperti sertifikat rumah atau tanah peternakan hal lainnya. Kalau tidak ada,maaf kami tidak bisa meminjamkan uang. Karena tidak ada jaminan apapun,". Tegas J, pasti Johan sudah menyebar berita tentang dia meminjam uang kepadanya.


"memang tidak ada jaminan,tuan. Tapi,kami meminjam uang kepada kalian. Untuk modal usaha kami,kalau sukses pasti akan kami bayar. Uang 100 juta,pasti kecil lah bagi kalian. Saya dengar-dengar masih 500 juta lo,yang di tolak Johan,". Kata pak Ilham, dengan pedenya.


"Makanya sayang,aku ngajakin kamu tinggal di mansion. Kaya gini, orang-orang berdatangan untuk meminjam uang. Lama-lama aku jadi penagih hutang, nantinya,". Bisik J, kepada Ayunda.


"Biar aku saja, menghadapi orang seperti ini. Kamu diam sayang,biar bumil beraksi,". Jawab Ayunda,ia menarik nafas dalam-dalam. "Maaf pak Ilham,kami memerlukan jaminan. Karena itu sangat penting,siapa tahu suatu hari nanti. Kalian lupa dengan hutang,atau bisnis yang kalian jalani tidak sukses. Kami perlu uang juga,pak. Biasanya orang yang berhutang,di zaman sekarang sangat susah di tagih,".


"Tapi,kami tidak memiliki apa-apa. Tolonglah, Ayunda,". Mohon istri pak Ilham, yang sudah tahu dengan Ayunda.


"Kalian bisa saja, berhutang dulu ke bank. Dengan jaminan motor kalian,".


"Di bank bunganya sangat besar,apa lagi hanya jaminan motor. Mana mau pihak bank, meminjamkan uang kepada kami dengan nilai 100 juta. Kalau di tempat kalian,tidak ada bunga". Jawab pak Ilham.


"Sama dengan kami,kalau tidak ada jaminan sertifikat rumah atau tanah peternakan dan apalah. Jangan harap kami bisa meminjamkan uang kepada kalian,harus ada jaminan,". Ayunda, mencoba menekan kata jaminan.


Berbagai cara membujuk agar Ayunda dan J,mau meminjamkan uang kepada mereka. Namun jawabannya tetap sama,tidak bisa tanpa ada jaminan. Terpaksa sepasang suami-istri itu, langsung pamit pulang dengan raut wajah begitu kesal.


Besok harinya. Ayunda, sedang menuju ke kafe. Ia ingin bersantai-santai di sore hari, mungkin bawaan si utun pengen nongrong.


"Ayundaaa...". Seseorang memanggil namanya.


"Hey... Abraham,apa kabar? Lama kita tak bertemu,". Ayunda, langsung menerima uluran tangan Abraham. "Siapa nih? Kekasihmu? Kenalkan Ayunda, rekan bisnis Abraham". Kini Ayunda, berjabat tangan dengan seorang wanita di sampingnya Abraham.


"Nikki, temannya Abraham". Nikki, tersenyum ramah.


"Heemmm...teman apa teman..!! Keliatan kalian cocok". Ayunda, mengedipkan mata sebelahnya.


Sedangkan Abraham,hanya menggaruk kepalanya. Begitu juga Nikki, tersipu malu-malu. "Keliatannya kamu sudah hamil besar. Semoga lancar sampai lahirannya,dan kalian berdua sehat," Abraham, menghilang rasa canggung.


"Semoga lancar sampai lahirannya Ayunda,". Kata Nikki,ia juga mengucapkan selamat.


"Makasih, Abraham dan Nikki. Silahkan duduk,". Ayunda, menyuruh mereka duduk di meja yang sama.

__ADS_1


"Tidak perlu,kami sudah memesan meja di sana". Tolak Abraham. "Terimakasih,atas tawarannya. Kami ke sana dulu". Abraham, langsung pamit dan menarik lengan Nikki. Ayunda,hanya tersenyum dan mengangguk pelan.


Beberapa menit kemudian. Pesanan Abraham dan Nikki, akhirnya datang juga.


Nikki, tersenyum kecil melihat Abraham. Yang sering memandang wajah cantik Ayunda,dari kejauhan.


"Aku lihat-lihat kamu sering juga memandang wajah wanita itu,apa kamu menyukainya. Ingat dia adalah istri orang, hamil besar lagi". Nikki, terkekeh melihat sikap Abraham.


Abraham,hanya tersenyum saja. "Dari sorotan matamu,aku tahu kau menyukainya,". Nikki,terus menggoda Abraham.


"Aku hanya mengagumi saja". Alibi Abraham.


"Benarkah..? Apa dia menolak mu atau dia mencintai suaminya, sehingga teman priaku ini tidak di pandangnya,". Senyum semerik Nikki. "Kau sangat betah menduda,bahkan Angel memohon kepadaku untuk meminta bantuan agar Kalian rujuk,".


"Ck,aku tak Sudi bersamanya. Lebih baik,aku menikahimu". Kini Abraham,menggoda Nikki balik.


"Apaan sih,gak usah ngaco deh". Sungutnya Nikki,ia memalingkan wajahnya dan tersenyum kecil.


Abraham, mendekati kursinya sehingga sedikit menempel pada Nikki. "Aku serius Nikki, jadilah istriku. Besok aku akan melamar mu,".


"Apa?? Kau jangan macam-macam Abraham,kita hanya sahabat,". Kata Nikki,ia merasakan degup jantungnya sudah dag-dig-dug serrr.


"Kau tidak percaya,". Abraham, langsung mengambil ponselnya di saku celananya. Ia mencari-cari nomor kontak ayahnya Nikki.


Deriiing....ponsel beberapa saat, akhirnya panggilan Abraham di angkat oleh ayahnya Nikki.


"Apa yang kau lakukan,". Kata Nikki, nampak heran. Ia ingin merebut ponselnya Abraham.


(Hallo.. nak Abraham,kenapa menelpon ku. Bukankah kamu sedang jalan-jalan dengan Nikki)


"Paman, siapkan besok. Karena besok aku akan melamar Nikki" jawab Abraham, sambil menahan lengan Nikki yang mau mengambil ponselnya.


(Benarkah nak, baiklah kalau begitu. Paman, sangat bahagia. Kami tunggu kedatangan mu besok ,paman tutup dulu ponselnya. Masih di acara resepsi pernikahan anak teman,paman) . Ayahnya Nikki, langsung memutuskan panggilan.


"aku sudah membuktikannya Nikki,". Kata Abraham, menoleh ke arah Nikki. Tentu saja, wajah Nikki sekarang memerah seperti kepiting rebus. Malu, sangat malu saat ini. Namun di sangat bahagia, jika sang sahabat akan menjadi suaminya.


Ayunda, tersenyum kecil. Melihat Abraham,sudah menemukan cinta lagi. Cinta boleh, memperjuangkan boleh. Asalkan jangan melebihi batas,kita berhak mencintai,kita berhak untuk memiliki. Namun jika cinta kita tak terbalaskan,jangan terobsesi sampai menaruhkan nyawa seseorang. Padahal Tuhan,sudah memberikan setiap manusia ditakdirkan berpasangan. Kalau belum ketemu, mungkin pasangan anda belum lahir atau masih bersama dengan orang lain. intinya sabar dan berdoa,agar sang jodoh cepat putusan.

__ADS_1


Terimakasih,sudah membaca cerita receh author. Para pembaca yang saya cintai, ummaahhh...


__ADS_2