
Alunan musik menggema di ruangan VIP club' dan beberapa minuman wine
Al,Dion, Zakir,Herman dab beberapa rekan bisnis lainnya. Sedang menikmati secangkir minuman wine dan sambil berbasa-basi kepada lainnya.
Beberapa menit lalu, mereka sudah mengadakan rapat tentang bekerjasama dengan sesama perusahaan. Tak luput juga, beberapa wanita ikut bergabung dengan mereka.
"Silahkan di minum,anggap saja merayakan kerjasama kita. Semoga sukses selalu dan semangat". Al, mengangkat secangkir wine dan di ikuti dengan lainnya.
"Terimakasih, kami sangat senang. Bisa bekerjasama dengan anda Tuan Al,". Ucap sala satu di antara mereka.
"Semoga ke depannya,kita bisa bertemu lagi". Ucap Rose, seorang wanita karir yang sukses di usia mudanya. Tampan sekali..!!! Apakah Tuan Al, sudah memiliki kekasih atau tunangan. Aaahh... seandainya aku,bisa memilikinya.
Al, tersenyum melihat Rose begitu cantik dan postur tubuhnya sangat bagus. Dari segi pakaiannya, sangat berbeda dengan wanita di hadapannya. Pakaian terlihat sangat sopan dan tertutup.
Dion, menyenggol lengan Al. Ia tahu,jika Al sedang melihat Rose sangat teliti.
"Senang sekali berbisnis dengan anda,Tuan Al. Bahkan saya, sangat kagum dengan kecerdasan Anda". Ucap Lauren,kulit putih bersih dan pakaiannya sangat terbuka terlihat belahan dada sangat menggoda iman. Rambutnya hitam lurus, bahkan parfum menyeruak masuk ke dalam hidung Al.
"Waw... Dua buah melon hampir keluar,beehhh...". Bisik Zakir, kepada Herman. Ia melihat wanita di seberangnya, begitu besar dua buah melon. Yang bergelantungan di dada nya.
Hanya pandangan pertama,pada wanita langsung terpesona dengan sesosok Al.
Mereka saling berbincang hangat, namun Al sering banyak diam.
Hampir dua jam,Al dan teman-temannya langsung pamit. Mereka harus cepat-cepat, pulang ke kota asal mereka. Mereka juga sepakat untuk pergi, bahkan tidak ada kepikiran untuk jalan-jalan mumpung masih di luar negeri.
__ADS_1
"Al, apakah kalian langsung pulang. Kenapa tidak jalan-jalan dulu, mumpung masih di luar negeri. Tenang saja,aku akan membawa beberapa teman wanitaku". Ucap Lauren,bahkan dia berani sekali dengan satu jeri lentiknya bergerayang di dada Al. Walaupun dia menggunakan jas, tentu membuat Al jijik. Ia langsung menepis tangan Laurent.
"Aku harap kamu,harus menjaga etika sopan santun. Apa perlu aku, membatalkan kontrak kerjasama dengan Anda. Jangan sembarangan, menyentuh diriku". Seringai tajam Al. Membuat Laurent,ciut nyali melihat wajah Al begitu menyeramkan.
"Maaf,aku tidak tahu". Jawab Laurent,ia menunduk meminta maaf. Siaaall...baru kali ini,aku di tolak mentah-mentah oleh pria. Semakin penasaran dan semangat untuk mendekatinya. Tenang, aku harus maju berlahan-lahan.
Laurent, langsung berdiri ke samping. Saat Al, melewati dirinya.
"Aku harap,anda jangan coba-coba melewati batas". Bisik Zakir, begitu tegas kepada Laurent. Sesampai Laurent, mengepalkan kedua tangannya di balik dress yang melekat pada tubuhnya. Ia menatap kepergian Al dan teman-temannya. Ia kagum kepada empat pria, tersebut yang menghilang di pintu lift.
******
"Aaaakkhh... akhirnya sampai juga". Gumam Herman,ia merentangkan kedua tangannya. Saat pesawat mereka,sudah mendarat di kota kelahiran mereka.
"Kalian pulang ke apartemen masing-masing atau menginap di apartemen ku". Tanya Al, kepada teman-temannya.
Mereka langsung masuk ke dalam mobil masing-masing dan membela jalan raya. Mereka berpisah satu persatu, saat di persimpangan jalan. Apartemen mereka,memang terpisah-pisah.
Saat dekat dengan apartemen. Al,di kejutkan dengan kedatangan seorang perempuan cantik. "Kenny Roberts,". Gumam Al.
Kenny Roberts, seorang masa lalu Al. Cinta pertama Al, namun pupus saat Kenny melanjutkan sekolahnya di luar negeri. Kini dia sudah menjadi seorang model terkenal,dia juga berjanji suatu hari nanti akan kembali kepada Al.
"Al....!!!". Teriak Kenny, memeluk erat tubuh Al. Begitu juga Al,ia tersenyum kecil. Aroma parfum cukup familiar,bagi Al. "Akhirnya kita bertemu lagi,kau tahu? Aku sudah menggapai cita-citaku, sebagai model"
"Benarkah, selamat untuk mu. Ayo, kita masuk dulu. Aku tidak menyangka,kau begitu tahu dimana apartemenku? Apakah ini, kejutan". Tanya Al,ia tersenyum kecil. Entah kenapa Al,tak serindu dulu. Huuuff...kenapa cinta pertamaku,datang di waktu yang sangat sulit seperti ini. Laila atau Kenny,kenapa serumit ini sih.
__ADS_1
Kenny,yang sangat merindukan Al. Tentu saja dia,tak melepaskan rangkulan tangannya. "Aku sangat merindukanmu, Al". Kenny, memeluk Al dari belakang. Saat Al, melepaskan bajunya kini hanya bertelanjang dada.
"Aku juga merindukanmu". Jawab Al,ia membalikkan badannya. Kini mereka berjarak beberapa inci saja.
Al, berlahan-lahan menyentuh wajah Kenny. Membuat Kenny,terburai dengan sentuhan Al. Apa lagi Al, mendekati wajahnya. Ia ingin mencicipi bibir milik Kenny,namun tiba-tiba ia tersentak dan menjauhi tubuh Kenny.
Tentu Kenny, kecewa dengan sikap Al. "kenapa Al, bukankah kita sama-sama saling merindukan. Kenapa tidak jadi, mencium ku? Apakah kamu, memiliki kekasih lain".
"Tidaka ada,hanya saja aku canggung. Apa lagi,kau bukan siapa-siapa ku dan kita sudah lama tidak bertemu. Setidaknya jangan lakukan hal itu, walaupun kita saling merindukan satu sama lainnya". Alasan Al, padahal di otaknya terngiang-ngiang wajah Laila.
Kenny,duduk di sofa dengan hati kecewa dengan sikap Al. "Aku kecewa denganmu,aku merelakan diri untuk pindah ke sini. Hanya untukmu Al,tapi kenapa sikapmu berubah. Kita sudah lama berpisah dan tidak saling konek satu sama lain". Ia menghapus air matanya dengan kasar. Aku yakin, pasti ada sesuatu. Apa gara-gara Annisa? Tapi, mereka sudah putus lama. Aku harus bisa mendapatkan Al,lagi. Aku hanya ingin dia, apapun caranya.
"Maaf,bukannya aku mengecewakan dirimu. Aku butuh waktu, untuk mengulang masa indah kita dulu". Pinta Al,ia ragu kepada Kenny. Apa lagi sekarang,dia seorang model. Apakah aku, menyelidiki semuanya. Kenapa tiba-tiba Kenny,kembali ke sini. Bukankah dia,tak mau menemui ku lagi. Pasti ada yang tidak,beres.
"Ya sudah,aku pulang saja. Aku kecewa Kepadamu Al,ingat kisah kita belum usai.aku harap kamu mengerti Al". Kenny, langsung menyambar tas dan keluar dari apartemen Al. Aku yakin,dia akan membujuk ku. Setidaknya aku berlahan-lahan mendekat Al,lagi. Aku adalah cinta pertama mu Al,yang sulit kamu lupakan dan sulit kamu lepaskan.
Seketika perasaan Al,jadi tenang saat melihat kepergian Kenny. Namun di hatinya, masih ada rasa cinta teramat dalam kepada Kenny. Memang susah melupakan cinta pertama,apa lagi cinta pertama itu kini datang secara tiba-tiba. Seakan-akan berlahan-lahan tumbuh kembali.
"Aaarghhhhh.....kenapa seperti ini". Al, mengusap wajahnya dengan kasar. Ia berdecak dengan kesal. jujur saja di hatinya sangat merindukan Kenny,tanpa basa-basi. ia langsung menyambar baju dan kunci mobil. berniat untuk menyusul Kenny, bagaiman pun tak ingin menyudahi hubungan mereka. apakah pikiran Al, masih di penuhi oleh masa lalunya.
Al, berlari menuju ke arah lift. saat ia ingin masuk, tiba-tiba di belakangnya memanggil namanya.
"Aku di sini,Al. Tak akan pergi, yang kedua kalinya". senyum sumringah Kenny,Al langsung menghampiri Kenny dan memeluknya.
"maafkan,atas sikapku Kenny. aku masih mencintaimu, sangat merindukanmu". bisik Al, langsung menghimpit tubuh Kenny ke diding.
__ADS_1
"Aku juga,sayang. kita mulai dari awal lagi,". jawab Kenny,tanpa basa-basi lagi. Al, langsung mengecup bibir Kenny. lama-lama mereka saling berciuman dengan mesra, bertukar saliva satu sama lainnya. lidah mereka saling melilit,Al betapa rakusnya mencium bibir Kenny.
sedangkan Kenny, sebisa mungkin menyeimbangkan ciuman mereka. Kenny,juga merindukan ciuman Al. dua insan yang saling melepas rindu, tak bertemu beberapa tahun. tak mempedulikan orang-orang lalu lalang di, belakang mereka.