TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Tamu Malam


__ADS_3

Hari Minggu. Melisa dan Vivian, mereka berkunjung ke rumah Ayunda.


Melissa dan Vivian,juga membawa buah-buahan untuk di pencok bersama-sama. Tak lupa tetangga Ayunda,juga ikut-ikutan. Semakin ramai dan heboh, di tambah lagi dengan anak-anak.


Hanya anak Melisa,yang memiliki seorang putri cantik. Sedang Ayunda dan Vivian, memiliki anak seorang putra, berwajah tampan.


Rencananya Melisa dan Vivian,lagi memproses anak keduanya.


Ayunda,hanya gigit jari. Ia juga mau nambah anak,tapi belum memiliki suami.


"Wiiihhhh....lama banget yah, ibu-ibu kita gak kumpul-kumpul begini. Mumpung ada waktu,cusss...,". Ucap Melisa.


"Hemmm..benar banget, sampai kangen aku sama ibu-ibu juga,". Sahut Vivian.


Ibu-ibu lainnya sambil colet-colet ke sambel pencok,resep dari bu Sumi.


Wajah mereka begitu hancur,saat buah mangga yang asem masuk ke dalam mulut.


"Uuuhh... pedas,asem banget...ahh,". Ujar Ayunda, wajahnya seketika berubah.


Yang lainnya hanya cekikikan tertawa melihat tingkah laku Ayunda,yang sedang keasaman.


"buah nanas nya manis,banget,". Ujar salah satu ibu-ibu yang ikut mencok.


"Untung beli banyak tadi,kalau gak.bakalan gak cukup Mel,". Kata Vivian.


"Hemm..benar banget,". Jawab Vivian. "Jangan ke jalan yah,bahaya lo,". Tegurannya kepada anak-anak sambil mengupas buah nanas.


Para ibu-ibu hanya huuu ahhh uuhh ahhh... karena mereka sedang kepedasan. Air es beberapa teko,juga sudah ludes. Namun rasa pedas cabai rawit nya,masih melekat di mulut.


"Huuuu... pedas banget, bisa-bisa mencret aku ini,". Ujar bu Lela.


"Pedas-pedas tapi enak bu,jadi pengen terus,". Sahut ibu yang lainnya.


"Hemm..jos banget dah,apa lagi buah-buahannya juga segar banget,". Timpal lainnya.


"huuu...sambel ala-ala bu sumi,memang gak bisa di lawan," sambung lainnya.


"ahh..kalian bisa-bisanya memuji sambel bikinian aku,". kekeh bu Sumi.


"Ayo,bu. Di makan lagi,nih masih banyak buah-buahannya yang belum di kupas,". Ucap Ayunda,ia sedang mengupas buah mangga.

__ADS_1


"Aku ngupas jambu aja deh,". Kata Melisa.ia langsung mengambil jambu biji kristal.


"makasih banget,loh. Nak Melisa dan Vivian,sudah ngajak-ngajak kita-kita mencok beginian,". Ujar salah satu ibu yang ikut mencok.


"Iya,jadi gak enak hati. Lain kali kita mencok lagu yah,". Kekeh lainnya.


"Tenang saja bu,kalau kamu ke sini. Kita bakalan mencok bareng,". Senyum merekah Melisa.


Beberapa jam kemudian.acara mencok bersama sudah usai.


Ayunda, Vivian dan Melisa. Mereka tengah santai di ruang tamu, sambil menonton film drama Korea.


"Ingat gak, waktu dulu. Kita pernah menonton film bo-kep. Sampai sekarang aku gak tau CD nya di mana Yu,hebat betul ibuku menyimpannya.aku mau kembalikan ke kamu,". Ucap Vivian.


"Ngaco,kamu Vi. Ngapain juga kamu mau ngembaliin tu CD bo-kep, bisa-bisa aku di terkam J,". Sahut Ayunda.


"Nah,kalian kan satu atap. Sampai dimana sekarang hubungan kalian,apa sudah tahap hemm.. heemmm,". Ucap Melisa,sambil memberikan kode dengan jari saling bersampuk.


"Gak,tapi kami hanya saling ciuman,". Kekeh Ayunda. Ia sambil memonyongkan bibirnya. tanpa malu-malu dia berkata jujur kepada temannya.


"Wahhh...wahhh.... gercep aja kamu Yu,dulu adiknya sekarang kakaknya. Pepet terus Yu, gak rugi juga kamu dapat J,". Kedip mata Vivian.


"Yeyeyehhh...gak lama lagi,ada teman nih. Gak kesepian lagi deh,kalau tidur,". Sahut Melisa.


"Hemm...ak-aku belum tau,bagaimana perasaan ku? Sumpah,aku bingung,".


"Alahhh...kamu itu sudah jatuh cinta sama J, buktinya aja kalian sudah ,uumahh...ummaahhh,".


"Aku yakin,J juga sayang banget sama kamu. Apa lagi dengan Al,". Delik mata Melisa.


Ayunda,hanya cengengesan. Entah ini benar apa tidaknya,tentang perasaannya sendiri terhadap kakak iparnya itu.biarkanlah sampai mana nanti.


*****


Malam semakin larut. Ia tengah menemani anaknya tidur,di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


Ting...


Sebuah pesan masuk di ponselnya. Pesan tersebut di kirim dengan nomor ponsel yang tak di kenal.


[........]

__ADS_1


Ayunda, mengerutkan keningnya saat membuka pesan tersebut. Hanya pesan titik,tanpa kata-kata apapun. Dia langsung mengabaikan pesan tersebut, tanpa bertanya siapa.


Ting...nong...


Suara bel rumah berbunyi. Bi Ijah, langsung membuka pintu rumah.


Hati Ayunda,sudah dag-dig-dug serrr. Ia langsung gelisah dan tersenyum kecil,siapa tau J yang sudah pulang dari luar negeri.


Ada rasa rindu di hati Ayunda,namun ia masih takut menjalin hubungan.


Saat bi Ijah, memberitahu siapa yang datang. Membuat hati Ayunda, langsung marah. Tapi ia mencoba menenangkan pikirannya.


Ada tatapan tajam ke arah mereka. Sampai kapan mereka selalu mengusik kehidupan ayunan.


Malam-malam Ambar dan Neli. Tengah bertamu di rumah Ayunda.


"Untuk apa kalian ke sini ha? Apa kalian belum puas mengusik kehidupan ku,". Tegas Ayunda, dengan mata menyeringai tajam.


Terlihat Neli, memutarkan bola matanya dengan malas. "kami ke sini bertamu secara baik-baik Ayunda. Apa seperti ini,sikapmu dengan tamu ha,". Bentak Neli,ia menatap tajam ke Ayunda.


"Ck, mentang-mentang jadi orang sukses. Sikap sopan santun mu,sudah hilang kah,". Sahut Ambar.


Ayunda,hanya cekikikan kegelian mendengar ucapan mereka. Bi Ijah dan Ayunda, mereka saling menyenggol lengan.


"Ckckck,aku yakin. Kalian ada maunya datang ke sini,bukan. Ahhh....aku tau itu,". Ayunda, langsung duduk dengan santainya ia bersandar.


"Aku dan Neli,ada sesuatu yang di bicarakan dengan mu. Ini hal penting,". Ucap Ambar,ia sedikit melemah.


"Katakan lah,bi bikinin teh yah," kata Ayunda.


paling masalah Hendri,apa lagi kalau bukan itu,tebak Ayunda.


Bi Ijah, langsung mengangguk kepalanya.


Ambar, langsung menoleh ke arah Neli.


"Begini,aku harap kamu bisa menerima permintaan kami. Kami ingin kamu dan Hendri,rujuk Ayunda. Kami lelah, mengurus dia. Apa lagi suamiku,yang selalu menyalahkan diri ku karena Hendri. Selalu mengeluh dengan hidupnya bahkan meminta uang kepada kami. Aku juga selalu bertengkar dengan suamiku, sampai-sampai aku di madu,". Pinta Ambar, dengan iba.


"Iya, Ayunda. Ringankan lah beban kami,kalau kamu rujuk lagi sama Hendri. Hidup kita akan damai, Hendri juga ada yang menjaga dan mengurusi semua keinginannya juga terjamin. Aku yakin, Hendri akan berubah Yu. Kami mohon,aku tidak sanggup lagi mengurus dia. Lama-kelamaan aku bisa di Talak oleh suamiku.Hendri selalu bikin ulah,". Pinta Neli,juga.


"Hahahaha.. hahaha...,". Ayunda, tertawa lepas. Bagaimana bisa,kedua kakak mantan suaminya. Datang secara percuma meminta mereka rujuk.

__ADS_1


"Kenapa kamu tertawa Ayunda? Apa ada hal yang lucu,". Tanya Ambar, mereka kira seolah-olah Ayunda. Seorang wanita bodoh,yang selalu mengikuti kemauan orang-orang.


Neli,nampak heran mendengar gelak tawa Ayunda.


__ADS_2