
Malam panjang bagi pengantin baru. J, dengan semangatnya melakukan penyatuan dengan Ayunda.
Erangan kenik-matan panjang bergema di dalan kamar pribadi mereka. Suara desa-han saling bersahutan. Nafas mereka memburu di penuhi gai-rah.
"Aaaaaaaaahhhhh.....". Erangan kenik-matan panjang J dan Ayunda.
Tubuhnya J, ambruk di atas tubuh Ayunda.
Entah berapa ronde yang mereka lewati, sedangkan Ayunda. Ia sangat lelah menghadapi keganasan suaminya, matanya tak bisa lagi terbuka karena matanya sudah ngantuk berat.
Sebelum tidur. J, membersihkan cairan di daerah sensitif Ayunda lalu menyelimuti tubuh polosnya.
J, langsung membersihkan dirinya. Walaupun sudah jam 3 pagi. Setelahnya,baru berbaring di samping Ayunda dan satu selimut berdua.
Ia biarkan saja sama-sama polosnya di balik selimut. Ada kecupan manis di keningnya Ayunda, sedangkan sang empunya sudah terlelap dalam mimpi.
*****
Pagi hari yang cerah. Burung-burung sudah berkicauan.
Sepasang pengantin baru,belum juga tanda-tanda untuk bangun tidur.
Sinar matahari masuk di celah-celah tirai, menyilaukan mata Ayunda.
Ia mengeliyat tubuhnya. Matanya mengerjap beberapa kali, ingin mandi karena badannya terasa gerah.
"Auuu...shhhhh....perih dan pinggang ku anjlok kaya nya deh,". Ayunda, meringis saat bangun tidur. "Huuuu....kaya pecah perawan aja". Gerutunya mulai bangun dan mencoba bangkit.
Sakit dan perih tetap di tahannya,mau bagaimana lagi? Ia sudah kebelet kekamar mandi. "Auuu...shhhh....". Ayunda, tertitih menuju ke kamar mandi. Ia bertumpu pada dinding untuk berjalan.
"Aaaakkhh...!! ". Pekik Ayunda,saat tubuhnya ada yang mengangkat.
"J,kau membuat ku terkejut". Bentaknya kepada sang suami.
"Kenapa kamu tidak membangunkan kan mu sayang? Aku tau kamu pasti kelelahan aku hajar kamu habis-habisan,huuuu... betapa semangatnya aku menghujam tubuh indah mu". Senyum semerik J,ia meletakkan tubuh Ayunda ke dalam bathtub dan mengisi air hangat.
"terimakasih sayang,aku hanya tidak mau merepotkan kamu. Apa lagi kamu sedang tidur, bangun kan aku. Aku ingin pipis". Rengeknya Ayunda,ia membuang muka saat melihat milik sang suami sudah menjulang tegak.
Mereka sama-sama tidak memakai apapun, sama-sama polos. J, langsung meletakkan istrinya ke kloset. Sebenarnya J, menahan gai-rah nya. Ingin segera memakan istrinya, tapi tak mungkin keadaan Ayunda masih lelah.
__ADS_1
"apa kamu perlu bantuan sayang". Tanya J,yang sudah mengguyur tubuhnya dengan air shower.
"Tidak perlu,aku bisa sendiri". Tolak Ayunda. Lebih baik aku sendiri,tak sanggup rasanya jika melakukan lagi. Kakinya masih terasa lemah, tenaganya seakan-akan hilang.
"Baiklah,Jika perlu bantuan ku. Akan aku bantu sayang". Kedip mata J.
Sesekali Ayunda, melirik sekilas ke arah J. Begitu indah bentuk tubuhnya J,yang di penuhi kotak-kotak di perutnya, dada bidang terlihat kokoh dan lengannya begitu kekar. Ayunda,menghela nafasnya dengan berat. Ia terpesona dengan tubuh suaminya,apa lagi di bawah guyuran shower membasahi mulai ujung rambut sampai kaki.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu,sayang. Apa kamu menginginkan lagi". Kata J, membuat Ayunda gelabakan karena ketahuan tengah memandang tubuh polosnya sang suami.
"Ti-tidak aku hanya,merasa lapar melihat tubuh mu seakan-akan daging empuk". Alibinya Ayunda.
"Benarkah, empuk dan bisa membuat dirimu mende-sah ". Sahut cepat J,ia mendekati bathtub Ayunda. Dan mencium kening sang istri, walaupun pikiran Ayunda sudah kemana-mana.
"Aku sudah selesai mandinya sayang,aku tunggu di luar". Kedip mata J,ia tersenyum kecil.
"Hemmm... aku juga mau selesai mandinya kok". Kata Ayunda, berlahan menuju shower dan melalui sampai J.
Tubuhnya Ayunda,terasa segar saat guyuran air membasahi tubuhnya.
J, mulai mendekati tubuh Ayunda dan memeluknya dari belakang.
Apa yang di pikiran Ayunda, akhirnya terjadi juga.
Dengan sigap J, mengangkat satu kaki Ayunda dan bertumpu pada dinding.
"Aahhh...". Des-ah Ayunda,saat milik J masuk ke dalam li-ang va-gi-na nya.
Plokk....plokkk..plokk ...
Suara hentakan J,di bawah guyuran shower. Ini adalah sensasi sangat berbeda dari di atas ranjang.
"Aahhh...ahhhh...sshhh.."Suara desa-han menggema di kamar mandi dan saling bersahutan.
J,tak tahan dengan hasrat menggebu di pikirannya. Ia langsung menyatap tubuh istrinya, walaupun saat ini tubuhnya sangat lelah.
Namun apa daya jika J,sudah melakukan sentuhan membuat Ayunda menginginkan lebih.
Tak cukup satu gaya. J, langsung menyuruh Ayunda menungging dan menusuk dari belakang.
__ADS_1
Dua gun-dukan bergerak seirama gerakkan hujaman J. "Aaahhhhhaaaa ...aaahhhhhh....". Erangan kenik-matan Ayunda,ia mendapatkan pelepasan terlebih dahulu.
"Aahhh...ahhh...yeahhhh...enaakk...sekaliii..sayang... keluarkan lah suara indah mu". ucap J, sambil meremas dua gund-ukan dari belakang.
"Ahhhh....aku sang-at le-lah....ahhhh". ..
dengan cepat J, menggantikan posisi mereka. kini J, duduk di kloset dan Ayunda di atas pangkuannya. "sebentar lagi sayang". pinta J,ia melu-mat bibirnya Ayunda.
J, semakin kuat memompa tubuh Ayunda. agar cepat-cepat keluar, padahal ia ingin lama-lama tapi tak mungkin melakukan hal itu. karena Ayunda,sudah mengeluh karena kelelahan.
J, mengangkat tubuh istrinya dan di dudukan di atas meja. ia menghujam tubuh indah Ayunda, semakin kuat hunjaman. semakin panjang juga suara desa-han Ayunda...
"Aaaaaaahhhhhhhh.......". erangan kenik-matan panjang, akhirnya pelepasan keluar juga. cairan kental, sampai melumar keluar.
Ayunda, ngos-ngosan mengatur nafasnya. lelah dan tak bertenaga yang di rasakannya.
"terimakasih sayang". J, mengecup kedua pipinya Ayunda.
J, langsung membersihkan tubuh istrinya dengan telaten seperti bayi. Karena Ayunda,tak mampu lagi berdiri kakinya sangat lemas .
*******
Sedangkan di tempat lain. Abraham dan Yolanda, sedang berduka cita. Pikiran mereka berdua hanya memikirkan pasti terjadi juga malam pertama J dan Ayunda.
Abraham dan Yolanda, akhirnya menyerah mencari informasi kemana mereka pergi.
"manyun mulu". Tegur Vera,kepada Yolanda tengah ngelamun. "Lupakan J,masih banyak pria lainnya".
"J, adalah cinta pertama ku Ver. Tak mudah aku melupakan begitu saja,". Sahutnya.
"Bukankah aku sudah bilang? Jangan terlalu berharap kepadanya,dia hanya membantu kita. Rekan kerja, sedangkan dia hanya peduli saat kita kesusahan di ambang kematian. Kamunya aja baperan orangnya". Sungut Vera, menghirup udara segar.
"Huuuff...aku juga berpikiran seperti itu, tapi lama kelamaan cinta ini tumbuh kembang. Ingin memiliki lebih, tapi apa semuanya hanya angan-angan". Keluh Yolanda,ia begitu tak semangat hari ini.
"Sudahlah, lupakan saja. Cari pria yang lebihi J,kamukan cantik lihat-lihat gak ada kekurangannya pun". Kata Vera, mencoba membujuk Yolanda.
Yolanda,hanya tersenyum kecil saat mendengar ucapan temannya. "Aku do'akan kamu melebihi aku nantinya".
"Aku tidak sebodoh dirimu Yolanda" kekehnya Vera, terlihat senyum-senyum saat memandang wajah Yolanda nampak galau berat.
__ADS_1