TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Biang kerok (S2)


__ADS_3

Pagi hari di parkiran sekolah. Jam pelajaran sudah dimulai,namun pelajaran Al kosong. Karena sang guru,sedang sakit perut.


Zakir dan Al, tengah melihat sekililing parkir. Takutnya sang satpam melihat mereka sedang melakukan tak wajar. Dion dan Herman,tengah mengotak atik motor Laila. Saat pulang nanti motornya tiba-tiba mogok di jalan, akhirnya Al menjadi tukang bengkel dadakan.


"Sudah apa belom? Tumben-tumbenan lama banget". Gerutu Al, masih calingukan takutnya mereka ketahuan.


"Bentar dulu Al, motor Laila kayanya habis di diservis makanya lama nih". Jawab Dion.


"Cepat-cepat lah, tuh sana satpam mau ke sini,". Kata Zakir, menyuruh Al menunduk dan berlindung di balik motor siswa lain.


Dion dan Herman, bergegas dengan cepat. Tiba-tiba......


"Wouuuuuuuyyyy... ngapain kalian di sana". Teriak pak satpam, melihat Al dan teman-temannya.


Sontak mereka berempat, langsung mengambil langkah seribu.


"Kabuuuur....kaburrr....". Teriak Dion, mereka lari terbirit-birit sebelum pak satpam tahu siapa mereka.


Mereka langsung berpencar sembarangan arah, sehingga pak satpam bingung mengejar yang mana. "Benar-benar nakal, ngapain mereka di parkiran? Apa mereka merokok,". Decak pak satpam, langsung memeriksa tempat mereka tadi. Namun tidak ada tanda-tanda apapun.


Merasa aman tidak di kejar satpam sekolah, akhirnya mereka merasa lega. Bel jam istirahat, akhirnya berbunyi.


"Bagaimana apa berhasil,". Tanya Al,kepada Dion.


"Hemm...tidak tahu Al, semoga saja motornya mogok di jalan nanti,". Jawab Dion.


"Susah Al,karena motornya habis di servis". Sambung Herman. "Kamikan bukan tukang bengkel,".


"Ya sudah,kita ke kantin. Haus, ngos-ngosan lari-larian tadi". Ajak Al,ia merangkul pundak temannya.


Saat mereka berbicara tidak melihat kondisi, ternyata Laila mendengar ucapan mereka. Laila,geram kepada Al dan teman-temannya. Pantesan motornya sering mogok,setiap mogok selalu Al dan teman-temannya yang menolong. "Oh...kalian ternyata biang keroknya,awas kalian aku beri pelajaran. Baru tahu rasa,". Geram Laila.

__ADS_1


"ada apa Lai,kaya gak semangat begitu". Tegur Shelly, kepada Laila.


Laila, langsung menceritakan semuanya. Selesai bercerita, Shelly hanya cengengesan mendengar cerita Laila. "Aku sering liat,kalau Al diam-diam lirik kamu di kelas". Kata Shelly.


"Hussssttttt...jangan ngaur, jangan sampai kedengaran Annisa. Aku gak mau ada masalah di sekolah ini". Tegur Laila,ia membenarkan Hijabnya.


"Tenang, aman kalau denganku. Aku yakin,kalau dia menyukai mu Lai. Semua perempuan di sekolah ini,tau kalau hubungan Al dan Annisa renggang lo".


"Gak peduli,mau renggang atau gak. Yang jelas gak ada masalah apapun, dengan ku Shell. Jangan ngaur yah,mana mungkin Al menyukai ku. Aku jauh kasta dengan mereka, walaupun ibunya sangat baik sering beli kue buatan ibuku. Aku ingin membalas perbuatan mereka, gara-gara mereka. Aku habis uang di bengkel, karena mereka sudah mengotak-atik motorku ". Geram Laila, terbilang perempuan Sholehah. Namun ia juga bisa balas dendam kepada orang-orang,yang menyinggung dirinya.


"aku pernah lihat,kalau Al dan teman-temannya. Sering adu balap liar dan adu ayam, pokoknya banyak deh. Kalau sampai ibunya tahu, bisa-bisa Al di marahin habis-habisan. Pasti kamu puas". Kekehnya Shelly, membuat diri Laila tersenyum lebar.


"Aahhh...aku punya ide, beritahu aku kalau Merekah melakukan adu ayam. Aku akan memberikan mereka pelajaran". Kata Laila,ia mengedipkan matanya.


"Aku ikut yah". Pinta Shelly, langsung di angguk Laila.


Hahahaha.... tunggu pembalasan dariku kalian, senyum semerik Laila. Ia dan Shelly, langsung menuju kantin.


Terlihat jelas wajah Laila,merasa tak enak melihat Annisa suka pamer kemesraan di tempat umum. Apa lagi mereka masih berstatus sekolah,memang benar jika Al risih kepada sang kekasih.


"Sayang,besok hari Minggu. Kita jalan-jalan mall dan menonton yah". Rengeknya Annisa, kepada Al.


Laila, sengaja mencari tempat duduk dekat dengan mereka. Agar dia tahu,apa rencana Al. Siapa tahu dia merencanakan balap liar atau adu ayam atau hal lainnya.


"Hemmmmm....". Al,hanya menjawab dengan deheman. Ia masih fokus kepada laptop. Sesekali Annisa, memberikan cemilan ke mulut sang kekasih.


"Baiklah, jemput aku besok. Aku mau beli skincare dan pokoknya banyak deh,". Annisa, tersenyum lebar.


Annisa, sangat beruntung memiliki Al. Apapun yang dia mau,pasti tercapai. Sedangkan orangtuanya terbilang kaya raya,tapi pelit kepadanya. Usut punya usut, Annisa hanyalah anak tiri dari pak Bahar. Namun demi menutupi aib keluarga, Annisa menambah namanya di belakang Bahar. Menjadi Annisa Bahar, orang-orang percaya jika dirinya anak terpandang dari keluarga Bahar.


"kamu yakin,besok jalan-jalan dengan Annisa,". Bisik Zakir, kepada Al.

__ADS_1


"Tenang aku punya ide,mana mau uangku terbuang-buang kepada perempuan seperti Annisa. Mendingan uangnya aku beri ke Laila, sekalian". Kekeh Al, tersenyum kecil.


"Huuuu.... bucin-bucin". Zakir, menggeleng kepalanya.


*******


Saat pulang sekolah. Al dan teman-temannya, memantau dari kejauhan.


"Semoga saja, motornya mogok" gumam Al,namun terdengar oleh Annisa.


"Motor siapa yang mogok, sayang? Motor kamu,". Tanya Annisa, tiba-tiba. Membuat mereka terkejut kedatangan Annisa, bahkan mengatakan motor mogok segala. Laila, langsung menatap ke arah mereka. Padahal dia tahu,yang di maksud Al.


Tentu saja mereka berharap motornya mogok dan di perbaiki oleh Al, itulah rencana bulus mereka.


Al, melakukan semuanya. Agar dia bisa berlama-lama dengan Laila,namun bagi pemikiran Laila. Al dan teman-temannya mengerjai dirinya,agar dia telat pulang. Tapi dia bingung, mereka melakukan motornya mogok di jalan namun mereka juga membaiknya. "Apa benar? Kalau Al atau salah satu mereka suka kepadaku. Ahhh.....mana mungkin, lagian aku gak mau pacaran,". Gumam Laila,ia langsung meninggalkan parkiran sekolah.


Al dan teman-temannya, menatap kepergian Laila. "Sayang,kita ke kafe yuk". Rengeknya Annisa, dengan wajah sok seimut mungkin.


"Aku tidak bisa Annisa, besok saja. Hari ini pekerjaan aku,numpuk". Tolak Al,ia tersenyum manis.


"Kamu selalu sibuk dengan pekerjaan lah, atau hobi kamu gak jelas". Gerutu Annisa, kepada sang kekasih.


"Al,kami duluan ke kantor yah. Banyak pekerjaan nih". Pamit Dion dan temannya.


Kini hanya ada Annisa dan Al, temannya sudah pergi meninggalkan mereka.


"Aku tahu Annisa,kalau aku tidak banyak waktu denganmu. Bukankah aku sudah bilang,kalau aku tidak memiliki banyak waktu bersama mu. Hanya hari minggu,aku bisa menemanimu. Seharusnya kamu memahaminya,jika aku pulang sekolah bekerja. Kalau kamu mau,temani aku ke kantor. Tidak ada hasilnya, jalan-jalan gak jelas. Lebih baik aku bekerja,". Al, menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa selalu ada untuk Annisa.


"Aku bete Al,kalau ikut dengan mu kekantor. Kamu hanya sibuk, dengan laptop dan lainnya"


"Aku ke kantor kerja Nis,bukan santai-santai di kafe,". Jawab Al. "Kalau kamu tidak sanggup bersama ku,akhiri saja hubungan kita,".

__ADS_1


Mendengar perkataan Al,membuat mata Annisa melebar. Ia tak mau kehilangan Al,karena dia memiliki hubungan dengan Al. Ayah dan ibunya, selalu membanggakan Annisa.


__ADS_2