TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Dikira suhu ternyata cupu


__ADS_3

"lama banget baru nyampe,kaya ngantri bansos saja,". Gerutu Melisa.


"Itu aku tadi nyuci mobil soalnya kotor,malu buat besok,". Kekeh Ayunda.


"Nih minum dan di makan cemilannya,kalau selesai bantuin aku maskeran sama luluran,". Kata Vivian.


"Ck,biasa maskeran sama luluran bisa sendiri, kenapa kami yang ngelakuin?,". Tanya Melisa.


"Besok aku jadi pengantin,so hari ini gak boleh ngapa-ngapain,". Kekehnya


"Peraturan darimana Vi,baru dengar aku. Apa semuanya sudah siap Vi,".


"Udah dong,tu banyak sekaligus kalian juga bisa luluran sama maskeran,". Jawab Vivian.


"Ok,deh,"


Setelah acara makan-makan mereka melanjutkan kegiatan melulur calon pengantin.


"Wedeh,mulus juga ni kaki kamu Vi,". Ucap Melisa. Yang melulurkan kaki Vivian.


Sedangkan Ayunda,lagi maskeran di wajah Vivian."benar Mel,pipinya aja beh putih bening pula,pengen aku cicipin teros colek ke sambel,". Ucap Ayunda.


"Mel,kamu apa-apaan sih main elus-elus paha aku. Itu jatah Regan,buat besok malam dan wajah aku ini bukan buah mangga muda Yu,yang bisa kamu bikin rujak,".


"Beruntung banget..! Regan, dapat bening seperti kamu Vi,apa kamu di jampi-jampi sama curut itu,". tanya Ayunda, sembarangan.


"Ha..? Curut..dia itu calon suami aku Yu,jangan ngatain curut Kebagusan kalau untuk Regan," sahut Vivian.


"Yu,kamu mau gak di elus-elus beginian, nanti kan luluran gantian". Ujar Melisa.


"Ogah lah,gak nafsu kalau ayang beb? Boleh deh,". Kekehnya.


"Ngomong-ngomong kapan kalian menikah Yu,aku seminggu lagi nikah sama Farhan,". Kata Melisa.


"mungkin tiga hari lagi,". Jawab Ayunda, dengan santai sambil menggunakan lulur di tangan Vivian.


"Apa...? Tiga hari,". Teriak Melisa dan Vivian.


"Gak usah teriak,di sini bukan hutan napah,".


"Ini pernikahan Yu,gak segampang membalikkan telapak tangan doang,". Ujar Vivian.di iringi anggukan Melisa.


"Cuman nikah aja,akukan Janda,". Sahut Ayunda.


"Walaupun Janda, tapikan Zense,gak duda,". Timpal Melisa.


"Kenapa secepat itu Yu,aku gak bisa datang lo,kan kami bulan madu,". Rengek Vivian.

__ADS_1


"Aku juga Yu,sibuk banget karena dekat hari H juga,". Sahut Melisa.


"Aku ngerti kok,kalau kalian gak datang gak papa.lagian di tempat ku banyak yang bantu kok,". Ucap Ayunda. Dia tak mempersoalkan jika Melisa dan Vivian,tak ada di acara akad nikah mereka nanti.


"gitu banget sih Yu,kaya gak mengharapkan kami datang,". Kesel Vivian.


"Setidaknya usaha gitu membujuk kami,hehehe,".


"Aisss,jadi aku salah konsep nih,". Ucap Ayunda.


Melisa dan Vivian, menepuk jidat mereka masing-masing.


"Gimana kalau acara pernikahan Ayunda,kita makeup seperti pengantin,". Ide Vivian. Membuat Ayunda, melongo.


"Gak maulah,nanti di kira orang Farhan,menikah dengan mempelai wanita dua sekaligus. Mending tiga sekaligus sama kamu Vi,biar adil,". sahut cepat Melisa.


"Apa...? Aku juga. Fiks semua orang bakalan gosipin Farhan, seorang pembisnis ternama menikahi tiga mempelai wanita sekaligus. Yang lebih parah lagi dua wanita tersebut sudah memiliki suami,". Ucap Vivian. Tanpa ba-bi-bu lagi.


"Ngeri benar Farhan,menikah dengan mempelai wanita tiga sekaligus. Aku yakin malam pertama Farhan, langsung K.O,". Sahut Ayunda.


"Aku yakin Regan dan Zense,nangis di pojokan,".


"Ahhahaha,". Gelak tawa mereka bertiga.


Mereka pun melanjutkan acara maskeran dan luluran saling bergantian. Ada canda tawa, terlihat jelas mereka sedang bahagia.


"yakin kalian gak mau acara resepsi Yu.atau Zense,ada gak ngasih usulan gitu,". Tanya Melisa.


"Gak ada sih,aku nya aja mau kek gitu. Kamukan tau Zense, ogah-ogahan begituan,". Jawab Ayunda


"Iya juga sih. Zense,orangnya banyak misterius lo. Kami kira dia itu gay,bahkan teman-temannya pun berpikiran seperti itu,".


"Ha...gay,". Ayunda, nampak kebingungan.


"Iya,karena Zense,gak pernah dekat sama perempuan dan kamu yang pertama Ayunda,".


"Apa kata Melisa,benar. Kami yakin Zense,masih perjaka,".


"Gak percaya, pasti udah anuan sama sabun,". Kekeh Ayunda.


"Bisa jadi sih,kalian kan dekat. Kamu Pernah liat anu Zense,bangun gak,". Tanya Vivian.


"Jangan marah lah Yu,". Timpal Melisa.


"Pernah aku liat, waktu itu tanpa baju hanya pakai celana panjang. Aku liat anunya ngambang,". Jawab Ayunda,tanpa malu-malu.


"Syukurlah, kasian kamu dapat gay atau impoten,". Kekeh Melisa.

__ADS_1


"Besar gak Yu?punya Regan,besar lo. Gak sengaja aku ke pegang walaupun masih pakai celana,". Tanya Vivian.


"Sama Vi,aku juga ke pegang. Gak sengaja pula,malah di sosor Farhan. Untuk gak hilaf,".


"Iihhh...kalian mesum deh,". Ujar Ayunda.


"gak kebayang aku malam pertama sama Regan, bisa-bisa aku langsung pingsan,".


"Ayolah Yu,kamukan suhu. Ajarin kita lah supaya gak pingsan duluan. Pengen rasain enak-enak dulu,". Kata Melisa.


Astagfirullah,aku berdosa banget punya teman kaya mereka,batin Ayunda." Aku gak berpengalaman juga,". Jawab Ayunda


"aku kira suhu, ternyata cupu,". keluh Melisa.


"Yahh... terus gimana dong Yu. Kita ini cupu lo tentang beginian,". Keluh Vivian.


Mereka sedang berbaring bertiga di atas ranjang sambil melihat langit-langit kamar.


"Tapi aku punya kok, biar kita sama-sama mempunyai pengalaman,terus bisa di praktekkan buat suami,". Cengir kuda Ayunda.


"Serius Yu,". Ucap bersamaan Melisa dan Vivian.


Ayunda, langsung turun dari ranjang, menuju meja dimana letak tasnya. ada sesuatu yang di keluarkan oleh Ayunda, membuat Melisa dan Vivian, penasaran.


"taraaaa...aku ada ini,". kata Ayunda, langsung memperlihatkan sebuah CD yang suda jelas sampulnya CD berisi film bo-kep.


"astagfirullah, berdosa banget kamu Ayunda,kuyyy...gas langsung". pekik Melisa.


"ayo..kita nonton. cepat Yu, putar-putar sambil mabok,". seru Vivian


"fiks,kita sama-sama belajar.nanti kita bakalan praktek sama suami masing-masing. biar para suami melehooy,". kekeh Melisa.


Vivian dan Ayunda,tengah sibuk memasang CD tersebut. lebih parahnya Vivian, kebingungan dimana dia meletakan remotenya.


"akhirnya ketemu juga sama ni remote, mentang-mentang kami membutuhkan main ngumpet segala". ujar Vivian.


"sini aku pilih yang mana,". Melisa, langsung merebut remote di tangan Vivian."gak mau ini remotnya Vi,". keluh Vivian


"masa sih,coba aku liat,". kali ini di rampas oleh Ayunda."pantes gak ada baterainya o'on,".


"aduh, macam-macam masalah aja nih udah gak sabar,". rengek Melisa.


"kamu beli sana Vi,atau tanya ke pelayan kamu kek siapa tau ada,". suruh Ayunda.


"bentar deh,aku keluar dulu,".


Vivian langsung melangkah kakinya menuju keluar kamar. ia mencari batrai remote tersebut. cukup lama Vivian, berada di luar. ia juga meminta bantuan kepada pelayan untuk membeli.

__ADS_1


__ADS_2