
"Tolong...tolong...,". teriak Citra.meminta tolong. Dia sangat syok saat Bunga, tiba-tiba memukul kepala Hendri.
Bunga,tak tau jika Citra. Masih mengintip aksi dirinya.
"Kamu..,". Teriak Bunga, dengan mata elangnya menyeringai tajam.
"Tolong...tolong...ada pembunuhan,". Teriak Citra, dengan lantang.
Ia juga bergegas menjauh dari rumah Bunga. Sedangkan Bunga,di gelabakan takut ketahuan dan mengejar Citra.
Citra, terus berlari sambil berteriak meminta tolong. tentu saja Bunga,masih mengejar Citra,selagi tidak ada orang.
Saat Citra, berlari ia tersandung batu. Sehingga membuat dirinya jatuh.
"Aaaargghhh...sakiiitttt,". Ringis Citra. Saat jatuh perutnya langsung tertimpa batu.
"Hahahaha,rasain kamu,". lebih baik aku kabur sebelum ada orang,batin Bunga. Gelak tawanya masih terdengar oleh Citra. Bunga, sudah kabur sangat jauh.
"Tolong....sakiiit...tolong," teriak Citra,ia begitu menahan rasa sakit dibagian perutnya.
Benar saja beberapa detik orang-orang berdatangan membantu Citra,kini darah mengalir segar di ************ dirinya.
"Tolong pak,di dalam rumah ada mantan suami saya,". Ucap Citra,yang masih menahan sakit teramat sakit.
Dengan cepat sebuah mobil yang mau menumpang dirinya untuk di larikan ke rumah sakit.
******
Beberapa jam kemudian di rumah sakit
"Sabar nak, ikhlas anakmu,". Ucap sang ibu. Ia merasa iba melihat anaknya baru saja keguguran.
Citra, mengalaminya keguguran pasca terjatuh . Ia merasa sakit hati sudah kehilangan buah hatinya.
"Ibu,aku mau pulang ke kampung saja. Aku mau membuka lembaran baru,". Isak tangisnya.
Sang ibu langsung mengangguk kan kepalanya
Sedangkan di ruang lain.
Hendri, masih tak sadarkan diri.
Bu Sari, Neli dan Ambar. Begitu gelisah di luar ruangan tersebut.
"Bagaimana dok anak saya,". Tanya bu Sari.
"Begini bu,anak ibu tidak apa-apa. Luka di kepalanya tidak parah, tapi dia harus rutin berobat karena anak ibu mengidap penyakit lain,". Jelas sang dokter.
"Penyakit apa dok,". Tanya Ambar, penuh penasaran.
Sang dokter menarik nafasnya." Anak ibu mengidap penyakit kelamin menular sek*ual, bahkan ini sudah parah,".
Bu Sari, begitu sok mendengar perkataan dokter. Ia terduduk lemas ,air matanya mengalir. "Hendri,anakku,". Isak tangis bu sari.
"Tidak,tidak mungkin dok? Apa dokter salah memeriksa nya,tolong periksa lagi,". Pinta Ambar.
__ADS_1
"Sabar,bu. Kita tunggu Hendri sadar,". Neli, mencoba menenangkan ibunya.
"Jika anda tidak percaya kita tunggu pasien sadar,saya permisi dulu,". Pamit dokter.
"Pasti semua ini gara-gara Citra,siapa lagi kalau bukan dia bu,". Sengit Neli.
"Ck,akan aku hajar dia habis-habisan di rumah nanti," timpal Ambar.
Dua jam kemudian Hendri,sudah mulai sadar.
Dimana aku? Ahh.. kepalaku sakit sekali,batin Hendri. Ia mulai mengerjap matanya.
"Kamu sudah sadar Hend,". Ucap Neli,ia yang pertama melihat adiknya membuka mata.
Bu sari dan Ambar, langsung mendekati Hendri. "Ibu,kakak,". Lirih Hendri. Entah mengapa air matanya mengalir.
"Jangan menangis lagi nak,". Ucap bu sari.
"Iya, Hend. Pulih kan dirimu, istirahat lah,". Pinta Ambar.
"Bu,kak. Aku minta tolong,". Lirih Hendri.
"Minta tolong apa Hend, pasti akan kami kabulkan,". Jawab Neli.
"Aku...aku... Ingin Ayunda,tolong aku ingin bertemu dengan dirinya,". Ucap Hendri.
"Untuk apa lagi kamu mencari dia Hen,kami ini keluarga kamu lo,". Ujar Neli.
"Iya,untuk apa kamu mencari dirinya. Liat kamu seperti ini hanya ada kami bukan dia,". Timpal Ambar,ia begitu kesal kepada adiknya. Nyata-nyata mereka yang menemani di rumah sakit namun yang di cari hanya mantan istrinya.
"Dia gak tau karena Kalian gak bilang aku di rumah sakitkan,". Tanya Hendri.
"Justru itu kami menyembunyikan semua kejadian ini,apa benar kamu mengidap penyakit kelamin menular itu Hend,". Tanya Ambar,ia sudah penasaran apa jawaban Hendri.
"Iya,aku mengidap penyakit menjijikkan itu," jawan Hendri.
"Astagfirullah... Hendri, kenapa kamu seperti ini nak. Apa karena Citra,". Tanya sang ibu.
"Bukan bu. Citra,tidak bersalah. Tapi Bunga,yang bersalah. Bahkan Bunga,juga memukul kepalaku,".
Mendengar pernyataan Hendri, bagaikan di sambar petir di hidup bu Sari, bagaimana orang-orang nanti menilai keluarganya terutama Hendri.
"Siapa Bunga,itu Hend,". Tanya Neli.
"Dia selingkuhan aku,kak. Citra,sudah aku talak. Saat dia memergoki aku berselingkuh dan ia juga mengetahui penyakit menjijikkan ini,". Lirih Hendri.
Neli, terdiam membisu. Ia juga terduduk lemas, mendengar perkataan adiknya.
"Maafkan aku bu,kak. Sekali lagi aku minta maaf,". Isak Hendri,ia merasa bersalah saat mengingat kejadian yang baru saja tertimpa
Tunggu pembalasan aku Bunga,batin Hendri. Ia sangat marah kepada Bunga.
"tolong bu,kak. Aku ingin bertemu dengan Ayunda,aku sangat merindukannya,". Pintanya lagi.
"Sudah cukup Hend,untuk apa lagi kamu mencari dia,tak puaskah harga dirimu di injak-injak nya. Apa lagi dengan cemohan orang sekitar,jujur saja aku membencinya. Seakan-akan dia tak peduli lagi dengan kita, mentang-mentang dia sudah sukses sekarang,". Ucap Ambar.
__ADS_1
"Besok Ayunda,akan menikah nak. Tak mungkin dia mau ke sini,ibu tidak mau di permalukan,". Sahut bu sari.
"Biar aku saja bu,aku membuat rencana. Siapa tau pernikahan Ayunda,gagal,". Senyum semerik licik Neli.
"Aku punya rencana bu,tolong panggil kan Ayunda,". Merek pun saling melirik satu sama lain.
Neli,yang paham maksud sang adik. Ia langsung pergi niat untuk menemui Ayunda.
******
Saat ini Ayunda, tengah berbahagia bersama ibu-ibu di sekitarnya.
Tak berselang lama Neli,sudah sampai di pekarangan rumah Ayunda. Terlihat jelas dengan hiasan dinding rumahnya.
"Aku mau bicara sama kamu Yu,". Ucap Neli, langsung ke intinya saja.
Semua orang terdiam saat mendengar perkataan Neli..
"Mau bicara apa Nel,aku akan mendengarnya,". Jawab Ayunda.
"Hendri, kecelakaan. Sekarang dia di rawat di rumah sakit xxx,". Kata Neli, membuat orang di sekitar tercengang.
"Kamu serius Nel,". Tanya bu RT.
"terus Hendri, kecelakaan apa,". Tanya ibu yang lainnya.
"Jangan sampai ini hanya alibimu Nel,". Ucap bu sumi.
"pertanyaan Kalian itu tidak penting,aku hanya minta kemurahan hati Ayunda. Aku mohon kamu temui lah Hendri,siapa tau ini kata terakhirnya,". Lirih Neli.
"Astagfirullah, Neli. Kamu tidak boleh berkata seperti itu sama saudara mu sendiri,". Tegur bu RT.
"Aku bicara apa adanya bu RT...terserah kamu Yu mau menemui Hendri,atau tidak. Aku harap kamu jangan menyesal nantinya,". Tegas Neli
Apa aku harus ikuti apa perkataan Neli,aku takutnya ini hanya alibinya saja. Tapi ada juga rasa penasaran aku, batin Ayunda.
"Ok,aku kabulkan permintaan terakhir adikmu. Ayo...! Kita ke sana,". Kata Ayunda.
Membuat hati Neli, tertawa. "ayo,".
"Jangan Yu,nanti takutnya ada masalah,apa lagi kamu besok nikah. Pamali Yu,".
"Gak papa bu,kita ikuti maunya. Aku yakin ada apa-apanya,". Bisik Ayunda,kepada bu sumi.
"Aku ikut dengan mu, takutnya ini ada apa-apa,". Bu RT, memancing matanya ke arah Neli.
Sial, kenapa dia malah ikut,batin Neli.
"Baiklah,kalau udah selesai kami langsung pulang,". Ucap Ayunda.
"Ingat Yu.kalau Hendri,malah ngelunjak jangan mau yah,". Pinta bu Lela.
"Tenang bu,aku bisa mengatasi semuanya,". Ucap Ayunda,ia tersenyum.
Ayunda, Bu RT dan Neli, langsung pergi menuju rumah sakit dimana Handri di rawat.
__ADS_1